WAWANCARA - Nil Maizar: Optimis Membuat Garuda Lebih Baik

Pelatih Semen Padang, Nil Maizar resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih timnas senior, Jumat (13/4) malam. Lelaki berusia 42 tahun itu menggantikan peran Aji Santoso yang memilih fokus ke timnas Indonesia U-23. Sebagai pelatih muda dan akan mencicipi debut sebagai pelatih timnas senior, keberadaan Nil sangat menarik perhatian publik sepakbola nasional.

Keberhasilan membawa timnya Semen Padang finis di peringkat empat Superliga Indonesia musim lalu, dengan status tim promosi dan materi pemain tidak terlalu mengkilap, tapi Nil mampu membuat "Kabau Sirah" jadi kekuatan yang diperhitungkan.

Musim ini, Nil juga sukses membawa timnya untuk sementara memimpin klasemen Sementara Liga Prima Indonesia. Ini menjadi referensi utama bagi PSSI menunjuk Nil sebagai pelatih timnas Merah Putih, untuk durasi kerja dua tahun ke depan.

GOAL.com Indonesia berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Nil Maizar, Jumat (13/4) malam, di sebuah  restoran di Padang, tak lama setelah PSSI menetapkan secara resmi dirinya sebagai pelatih  timnas.

Berikut hasil wawancara dengan Nil Maizar.

Goal.com: Anda resmi ditunjuk menjadi timnas senior, tanggapannya?

Nil Maizar: Ketika diminta PSSI melatih timnas, hal pertama yang saya tanyakan ketika bertemu pengurus PSSI adalah dasar penunjukan saya. Ini penting buat saya, karena bagi saya tugas melatih timnas itu bukan pekerjaan main-main. Ini menyangkut bangsa dan negara. Terlebih lagi saya juga bekerja untuk Semen Padang. Saya tak begitu saja menerima atau mengiyakan. Kalau Semen Padang mengizinkan, saya akan bekerja untuk timnas. Dan Semen Padang berbesar hati mengizinkan saya melatih timnas.  

Goal.com: Anda sudah menerima kepastian melatih pelatih timnas?

Nil Maizar: Ya barusan, malam ini sudah menerima email dari PSSI yang menyebutkan saya sekarang pelatih timnas senior Indonesia.


Goal.com: Apa arti terpenting buat Anda menjadi pelatih timnas bagi karir Anda?

Nil Maizar: Yang pasti, ini tentu sebuah isyarat yang bagus bagi karir saya. Pelatih mana pun, pasti meinginkan suatu saat bisa berkesempatan melatih timnas negaranya. Jika selama ini saya melatih klub dan bermain di level nasional, sekarang saya go internasional. Saya kira ini tak hanya pengalaman yang berharga, tapi juga tanggungjawab yang luarbiasa besar. Saya akan menjaga amanah dan tugas ini sebaik-baiknya.

Goal.com: Resistensi menjadi pelatih timnas saat sangat besar, terutama berkaitan dengan kisruh dan dualisme yang berlarut-larut di sepakbola nasional. Bagaimana Anda menyikapi?

Nil Maizar: Secara pribadi, saya melihat ini sebagai sebuah amanah, tugas, dan kewajiban sebagai warganegara. Yang menunjuk saya jadi pelatih adalah lembaga yang dibekali legalitas dari AFC dan FIFA, itu saja sudah cukup bagi saya. Saya tak terlalu memikirkan dualisme itu.
 
Goal.com: Melatih klub dan timnas jelas sangat berbeda. Apa hal paling mendasar yang akan Anda lakukan di Timnas?

Nil Maizar: Dalam sepakbola, kita bicara tentang kerjasama tim. Tidak hanya pemain di lapangan, tapi juga perangkat tim. Saya menginginkan perangkat behind the team yang kuat, memiliki kesungguhan dalam bekerja, profesional, dan harus punya satu visi bekerja dengan saya.    

Goal.com: Sorotan publik pasti akan gencar mengarah pada Anda, karena ini menyangkut nama bangsa. Tekanan dan kritik pasti akan Anda hadapi. Itu bagaimana?

Nil Maizar: Saya melihat itu sebagai hal yang wajar. Tapi saya punya prinsip hidup, jalani saja dan mengalir seperti air. Kita bekerja semaksimal yang kita bisa dan berusaha memberikan yang terbaik. Soal hasilnya, kita serahkan pada Yang Maha Kuasa.

Goal.com: Timnas ideal saat ini seperti apa, khususnya kalau melihat potensi pemain yang tersedia?

Nil Maizar: Bagi saya melihat potensi pemain yang akan saya pakai bukan dari kompetisi mana mereka berasal. Saya hanya melihat empat hal penting, fisik, teknik, taktik dan mental. Kalau mereka baik dalam empat hal itu, selagi mereka berstatus anak bangsa ini mereka berhak membela timnas.

Goal.com: Anda melatih timnas dari kondisi yang sebenarnya tidak ideal, Anda optimis bisa membuat Garuda terbang lebih baik?

Nil Maizar: Kita harus punya keyakinan untuk itu, kalau kita bekerja tanpa keyakinan berarti Anda sudah gagal di langkah pertama. Jadi, Saya optimis bisa berbuat sesuatu untuk memperbaiki timnas.

Goal.com: O ya, Anda dalam waktu dekat akan mengikuti pelatihan di Jerman. Apa hal terpenting yang ingin Anda serap dari sana, untuk diberikan pada timnas.

Nil Maizar: Jerman adalah salah satu kiblat sepakbola modern. Banyak metode pelatihan sepakbola terbaik yang bisa dipelajari, mulai dari pembinaan sepakbola usia dini, teknis sepakbola, profesionalitas, sampai penggunaan teknologi dalam sepakbola. Mudah-mudahan ada yang bisa saya bawa dari sana dan berguna disini. Minimal semangat pantang menyerah ala Jerman itu bisa kita coba disini.

Goal.com: Reaksi lingkungan terdekat Anda, seperti keluarga, sahabat, Semen Padang sebagai instansi tempat Anda bekerja ketika Anda ditunjuk jadi pelatih timnas?

Nil Maizar: Semuanya mendukung saya, keluarga, sahabat, termasuk Semen Padang. Mereka berharap saya bisa menjadi pelatih yang lebih baik. Dibalik itu mereka menginginkan saya agar bisa membuktikan, bahwa saya layak memegang timnas.

Goal.com: Arti sepakbola bagi Anda?

Nil Maizar: Sepakbola adalah hal yang memberi saya pelajaran hidup. Banyak sisi sepakbola yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Soal kerjasama tim, disiplin, kecermatan mengambil keputusan, dan sebagainya.

Goal.com: Moment terbaik Anda sebagai pemain dan pelatih?

Nil Maizar: Semasa pemain, saya mencetak satu gol saat membela tim pra Olimpiade 1991 ujicoba dengan tim pra Olimpiade Korea Selatan di Pusan. Kita kalah 1-2, tapi gol itu tak terlupakan bagi saya. Karena secara umum, kita bisa mengimbangi mereka. Sebagai pelatih, ketika membawa Semen Padang peringkat empat musim lalu. Kita cuma tim promosi, tapi bisa berbicara dalam kompetisi kasta tertinggi.

Goal.com: Sebaris kata saja, apa filosofi dasar Anda melatih?

Nil Maizar: Bekerja dengan ikhlas, mengutamakan kejujuran, berbekal ketulusan, dan mau bekerja keras. (gk-33)

============

Biodata Nil Maizar

Lahir: 2 Januari 1970

Tempat Lahir: Payakumbuh Sumbar

Karir Pemain:  Persepak Payakumbuh (1980-1986), Diklat Padang (1986-1987), Diklat Ragunan (1987-1988), PSSI Garuda II (1988-1991), Timnas Kings Cup Bangkok (1990), Timnas PSSI Pra Olimpiade (1991), Timnas PSSI B Piala Marah Halim Medan (1991), Semen Padang (1992-1997), PSP Padang (1997-1999)

Karir Pelatih: 2004-2005 Asiten Pelatih Semen Padang (10 besar Liga Indonesia), 2008-2009 Caretaker pelatih kepala Semen Padang (5 besar Liga Indonesia), 2009-2010 Asisten pelatih Semen Padang (lolos ke Liga Super Indonesia), 2010-2011 Pelatih Kepala Semen Padang (peringkat empat Liga Super Indonesia).


Lihat Juga:

Galeri Foto Indonesia Garuda Juara Axiata Cup

Galeri Foto Nico Rosberg Juara GP F1 Shanghai

Galeri Foto Liverpool ke Final Piala FA

Galeri Foto Selamat Jalan Piermario Morosini

Galeri Foto Dua Pahlawan Indonesia di Olimpiade


>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook