Suimin Diharja Fokus Pertahanan & Serangan Balik


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    
Skuat PSMS Medan Divisi Utama PT Liga mencoba bangkit di tengah krisis finansial yang melanda klub. Tim besutan Suimin Diharja ini sedang mempersiapkan laga berikutnya, partai tandang lawan PSAP Sigli, 24 Februari mendatang.

Suimin Diharja kembali memimpin Afan Lubis dkk dalam sesi latihan Senin (18/2) di Stadion Kebun Bunga dan mengevaluasi tim usai kekalahan memalukan dari PS Bangka dengan skor telak 4-0 pekan lalu. Ada beberapa hal yang menjadi fokus Suimin dari sisi mental dan teknik permainan untuk memaksimalkan pertahanan dan serangan balik.

"Karena nanti kami akan bermain di kandang lawan otomatis pertahanan harus lebih dikuatkan. Selain itu, juga bagaimana mengambil keputusan saat pemain sudah berhasil merebut bola. Itu akan dituangkan dengan
posession play," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

"Setelah menang bola, kami punya dua pilihan selain  penguasaan bola juga serangan balik. Itu yang lagi kami bangun," timpalnya.

Di luar teknis, persoalan mental pemain juga tugas berat sang pelatih. Di mana, skuat PSMS mayoritas diisi pemain muda.  

"Mental bertanding sedang kami benahi. Sesuai evaluasi kemarin. Apalagi laga away kan tekanannya lebih besar. Mental main kandangnya saja masih belum bagus, apalagi yang pemain mudanya," tutur mantan pelatih PSDS dan Persikabo ini.

Sesuai jadwal, skuat akan berangkat ke Sigli 22 Februari dengan 18 pemain. Suimin menyebutkan semua tergantung finansial.

"Keberangkatan dengan pesawat sesuai jadwal Jumat. Sementara kalau berangkat dengan bus harus lebih awal Rabu malam tanggal 20 sudah harus berangkat.  Tapi justru lebih letih lagi dan taksiran biayanya lebih besar karena biaya makan dan hotelnya karena kami tiba lebih awal. Tapi  Kita juga belum tahu seperti apa kelanjutanya," bebernya.

Sementara itu, di tengah riuhnya persoalan minimnya dana untuk persiapan tim, kepedulian datang dari mantan pemain PSMS Medan di era 90-an yang bekerja di Bank Sumut, Senin (18/2). Rombongan yang dipimpin Zulvan Kurniawan bersama Sahrul dan Ismail Warta menyambangi mes pemain di Kebun Bunga. Kedatangan ini juga diserta dua eks pemain Bank Sumut, Sujendy dan Rahmad.

Koordiantor rombongan, Zulfan Kurniawan, menyatakan kedatangan ini sebagai bentuk keprihatinan dengan memberikan motivasi dengan dana Rp8Juta.

“Kami datang bukan mewakili Bank Sumut, tapi adalah sebagai mantan pemain PSMS yang kini bekerja di bank tersebut. Tak hanya mantan, ada juga beberapa teman yang perduli kepada PSMS ikut ke rombongan ini,” katanya.

“Kami merasa terpanggil dengan situasi ini, tim kebesaran kita dalam kondisi yang tak menyenangkan. Keinginan kami adalah sebagai pembuka jalan, semoga masih ada mantan-mantan lain yang perduli dengan PSMS ini,” ungkapnya.

Para mantan pemain ini juga mengkritik pengurus PSMS.

“Jangan hanya mau nama saja jadi pengurus. Seharusnya pengurus juga mau mengeluarkan uang, apalagi dalam kondisi seperti ini. Misalnya saja patungan atau apa saja yang bisa membantu finansial tim,” timpal Sahrul.

Manajer PSMS, Sarwono menyambut baik kedatangan mantan pemain PSMS. Pihaknya tidak akan melihat besaran dana bantuan yang diberikan tapi lebih pada keperdulian.

“Yang paling penting adanya perhatian dan keinginan mereka membantu. Ini sangat membantu dan positif bagi kami. Di tengah kondisi yang seperti ini, kami mengharapkan mantan-mantan lain menyusul. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih,” ungkapnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook