Stramaccioni Terpukul karena Inter di Posisi Keempat

Milan (AFP/ANTARA) - Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni terpukul dengan kekalahan 0-1 dari Parma yang mengakhiri harapan Tim Biru-Hitam untuk mendekatkan selisih jarak dengan Juventus menjadi satu angka.

AC Milan memberikan keuntungan besar pada pesaing sekota Inter, ketika mereka menang 1-0 atas Juventus di San Siro pada Sabtu.

Bagaimanapun Inter gagal memanfaatkan peluang tersebut, mereka justru menelan kekalahan keempat di liga musim ini, sehingga hanya mampu mendulang satu angka dari tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi dan turun ke peringkat keempat.

Stramaccioni, dengan usianya yang baru 36 tahun yang membuat dirinya menjadi pelatih termuda di Liga Italia, berkata, "Kami sekarang hanya mendapatkan satu angka dari tiga pertandingan terakhir. Kami tidak gembira."


Inter menguasai jalannya pertandingan sejak laga dimulai, di mana Parma hanya mampu menghadirkan ancaman melalui penyerang Prancis Jonathan Biabiany.

Namun setelah turun minum tekanan Inter berkurang, sedangkan Parma justru mampu mencetak gol melalui Nicola Sansone.

Stramaccioni berkata kepada situs resmi Inter, "Kami berusaha untuk mendikte tim Parma yang sudah dipersiapkan dengan baik, dan Biabiany sedikit mengancam, namun kami tidak memulai (pertandingan) dengan buruk."


"Bagaimanapun, babak kedua adalah salah satu penampilan terburuk yang pernah kami mainkan."


Ia menambahkan, "Penyesalan terbesar kami adalah gawang yang kemasukan. Itu merupakan kesalahan buruk dan kami membayar harga yang mahal untuk itu. Kami lengah."


"Itu tidak terjadi jika bukan seolah-olah Sansone menggiring bola melewati pemain-pemain kami, tim hanya membuka ruang untuk dia."


Inter juga bermain di Liga Europa, namun tim lapis kedua mereka kalah 0-3 dari Rubin Kazan pada pekan lalu.

Stramaccioni memberi indikasi bahwa komitmen di kompetisi domestik dan Eropa mungkin saat ini telah meminta korban.

"Saya tidak dapat menyangkal bahwa kami beruntung dengan sejumlah cedera belakangan ini, namun saya tidak ingin untuk beralasan. Kami melemah, kami tidak mampu melakukan intensitas yang cukup pada pertandingan kami," tuturnya.

Kemenangan 1-0 Napoli atas Cagliari membawa mereka naik ke peringkat kedua, di atas tim peringkat ketiga Fiorentina, bagaimanapun, bek veteran Inter Javier Zanetti mengatakan bahwa terlalu dini untuk menyebut peluang timnya telah habis.

"Kami menyesal karena kami kembali menderita kekalahan lainnya, namun kami masih tetap di puncak," ucapnya.

"Saya tidak berpikir banyak pihak akan bertaruh pada awal tahun ini, bahwa di fase ini kami berada di tiga besar."


"Kami perlu untuk menemukan keseimbangan yang sama yang membuat kami dapat meraih laju kemenangan hebat, dan segera kembali meraih kemenangan." (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.