Prajurit TNI dan Polri yang Menjadi Atlet Nasional Berprestasi

Oleh: Aditya

Nama Rahmad Darmawan sudah tak asing bagi publik Indonesia, khususnya pecinta sepak bola. Namanya harum sebagai pelatih sepak bola dengan beragam prestasi. Persipura dan Sriwijaya FC misalnya, merupakan dua klub yang ikut menikmati sebagai juara liga nasional lewat sentuhan “tangan dinginnya”.

Pria kelahiran Metro, Lampung, 26 November 1966 ini adalah seorang perwira berpangkat Kapten di Korps Marinir TNI-Angkatan Laut. Dia adalah salah satu prajurit yang bersinar di dunia olahraga. “Seperti Rahmad Darmawan, itu kita angkat topi kepada dia,” ujar Kadispen TNI-AU Marsekal Pertama TNI Azman Yunus.

Atlet berprestasi dari kalangan tentara yang teranyar bisa dilihat pada Serda Agus Prayogo. Prajurit yang bertugas di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat di Bandung ini, merupakan pelari spesialis jarak jauh andalan Indonesia.

Gelar yang disabet: dua medali emas di SEA Games 2011 pada nomor 5.000 meter dan 10.000 meter. Dua tahun sebelumnya di ajang yang sama, satu emas di nomor 10.000 meter diraihnya.

SEA Games 2011 juga mencatat tiga atlet dari TNI juga ikut unjuk prestasi. Serka (Mar) Agus Budi Adji yang berhasil menyumbang 2 medali Emas dalam lomba dayung nomor Rowing 2000 meter 4- dan nomor 2000 meter 8+.

Kemudian, Serka (Mar) Agus Suprayitno turut menyumbang 1 medali Perunggu nomor Wushu Sanso kelas di bawah 70 Kg. Ada juga Sertu (Mar) Mukhlis yang menyumbang satu medali emas untuk nomor Sanso di bawah 60 Kg.

Untuk yang berprestasi dengan medali perunggu di ajang SEA Games 2011 adalah: Sertu Gunarti Indah Yani atlet Bola Voli Nasional, serta Kopda Marinir Masruri atlet Menembak Nasional.

"Para atlet dari TNI banyak yang berhasil," kata Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Dispen TNI-Angkatan Laut, Kolonel Julius Widjojono. Hal itu karena latihannya sangat menguras mental. “Mengadopsi dari militer di Jepang dan Cina, karena atlet mereka bagus-bagus dan tangguh,” tandasnya.

Anggota Polri juga tak ketinggalan, tercatat ada Ajun Komisaris Besar Polisi (Kini Kombes Pol) Johny Asadoma yang menjadi petinju. Kendati kalah saat ikut mewakili Indonesia dalam Olimpiade XXII di Los Angeles, namun prestasinya tak bisa dianggap enteng.

Johny juga pernah meraih medali emas pada kelas layang SEA Games XII di Singapura pada 1983. Di tingkat nasional, dia juga menyabet medali emas pada Piala Presiden VII (1984).

Johny sekarang rajin muncul di televisi sebagai analis siaran pertandingan tinju internasional.

Azman Yunus menambahkan, sebenarnya banyak prajurit TNI yang berprestasi sebagai atlet nasional. “Tiap PON pasti ada atlet terjun yang berasal dari prajurit TNI,” urainya.

Seperti diungkapkan Azman, di antara keberhasilan para prajurit di dunia olahraga, tak bisa dilepaskan dari disiplin. Misalnya, latihan fisik yang terjadwal.

“Biasanya kita latihan tiap hari Selasa. Olahraganya juga macam-macam, seperti menembak, voli, bola kaki,” katanya. “Dari situ kita bisa liat yang berpotensi menjadi atlet," lanjutnya.

Apalagi sekarang di TNI sudah ada organisasi pembinaan olahraga. Yaitu Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) yang didirikan pada 2010. “Jadi tentara yang menjadi atlet sekarang lebih terkoordinir,” tandasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.