Manfaat Sains Olahraga Bagi Atlet

Penulis: Kusuma

Banyak faktor yang membuat sebuah negara sukses dalam meraih prestasi di bidang olahraga. Selain mempunyai sumber daya mumpuni, program latihan yang baik dan dukungan dana besar, Sains Olahraga atau populer disebut Sport Science juga menjadi faktor penting.

Apa sebenarnya sport science itu? 

Itu merupakan praktek dari prinsip-prinsik keilmuan dalam dunia olahraga. Secara garis besar sains olahraga meliputi bidang kesehatan, nutrisi, psikologi, biomekanik, pelatihan, pengujian dan pengukuran, sera kekuatan dan kondisi. 

Lewat sains olahraga diharapkan prestasi olahraga meningkat. Sayangnya di Indonesia, kendati ilmu sains olahraga sudah ada, namun penerapannya yang belum terbukti. 

Sebenarnya Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) sadar akan hal ini yang kemudian membentuk badan yang membidangi Sains Olahraga dan Penerapan IPTEK Olahraga yang dipimpin Dr. dr. Zainal Abidin, Internist, DSM, SpGK. Kementerian Pemuda dan Olahraga mengikuti jejak ini dengan mendirikan PP-ITKON (Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olah Raga Nasional) pada 7 Februari 211.

Lembaga ini diharapkan menjadi pusat rujukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga serta kesehatan ola raga nasional yang profesional dan implementatif. Selain itu juga untuk memberikan kontribusi menuju pengembangan olahragawan yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

“Tim Sport Science ini semacam pencari fakta dan data," ujar Zainal yang memang merupakan seorang dokter olahraga tersebut.

Tentu saja tim sians olahraga tak bisa bekerja sendiri. Mereka harus berkoordinasi dengan bidang pembinaan prestasi (binpres) dalam membimbing atlet. Fakta dan data yang diperoleh dari tes yang dilakukan tim sport sciene akan diserahkan kepada tim binpres.

"Nanti mereka yang akan mengolah data-data tersebut, tetapi dalam perjalanan si atlet, tim sport science akan terus mengawasi," jelasnya.

Salah satu contoh, atlet lari estafet dapat dipantau kecepatan larinya dengan menggunakan bantuan alat sinar laser, sehingga bisa diketahui pada jarak berapa kecepatannya mulai turun. Evaluasi dari data tersebut, kelak dapat membentuk atlet agar lebih konsisten dalam menjaga kecepatan larinya.

Banyak cabang olahraga yang sudah menerapkan sains olahraga. Selain atletik, bulu tangkis dan bola voli juga telah memanfaatkannya. Demikian juga dengan sepak bola. Menurut mantan pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann, sains olahraga memang sangat penting dalam dunia sepak bola.

Mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI ini menjelaskan, sains olahraga membuat para tim pelatih bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan dari sang pemain. Namun, katanya, yang paling penting bukan sekadar mendapat data dari penerapan sains olahraga.

“Terutama adalah memanfaatkan data-data tersebut untuk meningkatkan performa,” jelas pria kelahiran Jerman itu.

Keperluan dana yang tidak sedikit untuk penerapan sains olahraga termasuk menjadi kendala. Mengingat kebutuhan alatnya dibangun dengan teknologi tinggi, membuat Indonesia belum benar-benar menerapkan sains olahraga. 

“Teknologi sebagai alat bantu apa gunanya jika tidak ada tenaga ahli di belakangnya. Dua-duanya saling mendukung," ungkap Zainal.



Atlet Binaraga Perempuan:





Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.