Keluarga Bantah Reeva Steenkamp Hamil Saat Meninggal

Ditulis ulang oleh: Fajar Anugrah Putra


Cerita lebih dalam soal hubungan asmara Reeva Steenkamp dengan Oscar Pistorius terus berkembang. Menurut Daily Mail dan National Enquirer, Steenkamp disebutkan sedang hamil saat meninggal.

Namun Oscar bukannya senang mendengar kabar itu dan malah naik pitam yang berujung kepada dugaan pembunuhan kepada Steenkamp.

Sebelum peristiwa penembakan terjadi, saksi mendengar keduanya sedang bertengkar hebat di kediaman Pistorius di Pretoria, Afrika Selatan pada 14 Februari 2013.

Pertengkaran itu diduga dipicu karena atlet paralimpik Afrika Selatan itu mencurigai Steenkamp telah berselingkuh dengan teman dekat Oscar.

Model cantik 30 tahun itu pun membantah telah berselingkuh. Steenkamp lalu mengaku sedang mengandung anak Oscar.

Sesaat setelah pengakuan Steenkamp, terjadilah peristiwa mengerikan itu.

Namun cerita di atas yang sudah dimuat luas di media-media di Afrika Selatan dan Inggris tersebut dibantah oleh pihak keluarga Reeva Steenkamp.

"Kalau Reeva hamil, pasti hasil visum akan mengatakan demikian. Tapi faktanya tidak. Cerita itu mungkin hanya untuk menjadi alibi bagi pihak Oscar," cetus Mike Steenkamp, paman mendiang Reeva seperti yang dilansir oleh Yahoo! Eurosport.

Mike melanjutkan kalau memang benar Reeva hamil, maka sang bunda yang akan diberitahu pertama kalinya. Hubungan Reeva dan ibunya, June, sangat erat.

Reeva Steenkamp ditemukan tak bernyawa di kediaman Pistorius di kawasan elit Pretoria, Afrika Selatan di hari kasih sayang. Ada empat luka tembak di tubuh model cantik itu. Hasil visum juga mengatakan bahwa kepala Reeva juga dipukul beberapa kali yang diduga menggunakan stik cricket.


Kemesraan yang Tinggal Kenangan:

Sosok cantik mendiang Reeva Steenkamp.
1 / 17
Getty Images
Jum, 15 Feb 2013 08:00 WIB



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.