Tiga Alasan Erick Tohir Membeli DC United

VISTA -  Kalau Erick Thohir, 42 tahun suka dengan olahraga, mungkin banyak yang mafhum jika melihat manuvernya selama ini di dunia bola basket.  Selain memiliki Satria Muda Britama yang jadi juara NBL Indonesia 2012, dia juga tercatat sebagai pemegang saham minoritas Philadelphia 76ers, klub basket di National Basketball Association (NBA) yang kesohor itu.

Sungguh mengejutkan, ketika Presiden SEABA – Southeast Asian Basketball Association – dua periode (2006-2010 dan 2010-2014) ini membeli klub sepak bola DC United dengan kepemilikan saham mayoritas. Kendati sudah empat kali juara liga di Amerika Serikat, tetap nama klub ini masih asing di telinga masyarakat Indonesia.

Tapi sebagai pebisnis, tentu bukan tanpa alasan Erick memilih untuk menjadi pemegang saham mayoritas klub sepak bola itu.

Inilah penjelasan pemilik kelompok usaha Mahaka yang merahasiakan persentase kepemilikannya tersebut, saat berbincang dengan Vista, belum lama ini di Jakarta.


Apa yang membuat Anda tertarik membeli DC United?


Saya kembali sebagai businessman, melihat sepak bola di Amerika Serikat kan potensinya  luar biasa. Pertumbuhan olahraga di Amerika luar biasa. Kebetulan saya sudah punya investasi bola basket di Amerika. Saya melihat ini (DC United) sebagai investasi yang bagus, ya investasi. Ini alasan pertama.

Kedua, Sudah saatnya pengusaha-pengusaha Indonesia, boleh dong, mengibarkan bendera merah putih di luar negeri, sebagai kebanggaan.

Ketiga, kami mengharapkan atlet Indonesia bisa bermain di sana. Harapan itu segera, kalau bisa tahun ini.

Bisa dijelaskan seperti apa bagusnya potensi bisnis persepak bolaan di Amerika Serikat?


Ya kita bisa lihat, di Eropa yang namanya liga itu cuma satu. Di Amerika Serikat ada lima liga dan hidup semua. Liga basket, liga American Football, Baseball, semua hidup semua. Berarti apa? Sistem manajemen mereka luar biasa. Dan penduduknya 300 juta. Nah (sepak) bola itu dibandingkan olahraga yang lain di Amerika, mengalami peningkatan sangat tinggi. Mau nggak mau, bola adalah olah raga nomor satu di dunia. Sudah pasti di Amerika akan tumbuh pesat.

Berapa investasi yang ditanamkan?


Tidak boleh diinformasikan, yang memiliki kewenangan Amerika Serikat.

Ngomong-ngomong, DC United ada rencana membeli pemain bintang?

Begini, karena ini timnya di Amerika maka nomor satu kita mesti bangun pemain mayoritasnya dari Amerika. Sama dengan Persib Bandung, mestinya pemain Bandung paling banyak. Baru pemain luar Bandung. Kita tidak mau modelnya seperti Real Madrid, beli pemain bintang.

Walau begitu, kita tetap beli pemain bintang. Ada beberapa nama dari Eropa yang sudah kita pikirkan. Namanya belum bisa kita informasikan. Kemarin sudah kita diskusikan. Mungkin satu bulan ini ada keputusan.

Kenapa sih tidak membuat akademi sepak bola junior di Indonesia?


Oh ya, terlalu cepat dong. Kan ini baru sehari punya. Target terdekat tentu kalau bisa ada atlet kita yang bermain di sana. Sesegera mungkin.

Apa yang akan dilakukan bersama DC United dalam waktu dekat?


Dalam mengambil alih DC United, seperti konferensi pers saya di Washington, ini bukan gaya-gayaan. Nomor satu bisnis. Dua, tentu sudah saatnya kita mengibarkan kebanggaan kita di luar negeri sebagai bangsa. Tiga, kita mesti segera bekerja sama, klub saya dengan masyarakat sepak bola yang ada di Indonesia.

Nah salah satunya yang saat ini sudah saya telpon adalah Bapak Glenn Sugita dari Persib (Presiden Direktur PT Persib Bandung Bermartabat). Saya harapkan kalau bisa Persib mulai seleksi (pemainnya), siapa yang bisa kita bawa ke Amerika Serikat.

Memang pada umumnya  mereka tidak menerima pemain Indonesia, karena ranking kita di FIFA tidak begitu bagus. Tetapi kepada komisaris (DC United) saya katakan, kedatangan saya ke sini selain bisnis, juga mau membawa nama negara saya. Anda mesti bantu. Alhamdulillah, akhirnya terbuka peluang 2-3 pemain di 18 tahun dari Indonesia untuk ke sana.

Peluang itu hanya untuk Persib?


Setelah menghubungi Persib, saya akan coba hubungi klub-klub lain. Selain Persib, kami terbuka untuk klub lain yang punya keseriusan. Seleksinya ya kita sendiri di Indonesia. begitu di sana, trial dua bulan. Kalau lolos baru kita kontrak.

Ada rencana kirim scouting ke sini?


Pasti. Ketika di sini sudah kumpul, seleksi, mereka akan uji coba dan scouting. Deadline-nya 31 Agustus. Kalau telat, baru Desember lagi dibuka kembali.

Anda yakin DC United mampu menjadi motivasi bagi pemain Indonesia untuk bisa ke sana?


Ya tergantung atletnya. Kami sebagai pembina hanya memberikan fasilitas. Buka pintu selebar-lebarnya buat pemain Indonesia.

Ketika ke sana mereka akan sebagai pemain profesional dikontrak atau magang?


Dikontrak profesional. Tapi trial dulu dua bulan, kalau lolos baru kontrak.

Bagaimana dengan pembiayaan saat trial nanti?


Waktu trial nggak ada fee. Justru kita mengharapkan ada peran serta klub pengirim untuk bekerja sama. Misalnya kayak Persib. Saya bicara sama Pak Glenn Sugita, silakan Persib kumpulkan pemain terbaik. Dari pemain terbaiknya itu akan kita scouting, langsung dari Amerika.

Begitu juga dengan klub lain. Setelah diseleksi 2-3 pemain, kita bawa ke sana. Nanti kalau sudah dikontrak baru biaya kami semua.

Jadi, mulai dari trial di sini sampai di sana selama dua bulan, biayanya ditanggung klubnya masing-masing. Kami kan nggak mau beli kucing dalam karung. Makanya kita kirim scouting dari sana.

Sekarang setelah investasi di bola basket dan sepak bola, mau investasi di mana lagi?


Itu sudah cukup. Saya rasa sejak 11 tahun lalu saya fokus di media, entertainment sama olahraga. Saya rasa apa yang Tuhan sudah berikan ke saya selama dua tahun terakhir luar biasa, sudah saatnya sekarang mengoperasikan dengan baik, membenahi dengan baik. Cukup ini saja, mendingan fokus ke yang sudah ada dulu.



BACA JUGA:


Erick Tohir Dikritik

Para Pemilik Baru DC United

Pasang Surut Medali Indonesia di Olimpiade

Kisah Indonesia Memboikot Olimpiade

Kasus-kasus Doping di Olimpiade

Bonus untuk Atlet Peraih Medali Olimpiade

Peluang Indonesia Meraih Medali Emas di Olimpiade

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.