Pengganti Sir Alex, Manchester United Pilih yang Setia

Ditulis oleh: Budi Suryadinata

Dengan suara bulat, akhirnya manajemen Manchester United memilih David Moyes, manajer Everton, sebagai pengganti Sir Alex Ferguson. Pelatih asal Skotlandia itu mulai menjadi manajer “Setan Merah” pada Juli 2013 atau di awal musim 2013/2014, dengan durasi kontrak enam tahun.

"Kami memilihnya dengan suara bulat. Moyes punya integritas tinggi dengan etika kerja yang bagus. Saya mengagumi kerjanya sejak lama," tutur Sir Alex dalam situs resmi Manchester United, sambil menambahkan, "bakan saya sudah menawarinya sebagai asisten pelatih sejak 1998."

Moyes melatih Everton sejak 2002. Selama itu, baru kali pertama 'Si Biru' ikut babak kualifikasi Liga Champions (musim 2005). Seperti halnya Sir Alex, pelatih kelahiran 1963 tersebut termasuk manajer yang betah di satu klub.

Sayangnya David William Moyes - nama lengkapnya- tidak berpengalaman dengan tim besar. Apalagi seperti Manchester United, tim yang kerap menyandang julukan "Klub Paling Bernilai" sejagat. Bahkan awetnya dia di Everton bisa jadi titik lemah, karena klub tersebut rata-rata menempati peringkat 7-9 di papan klasemen Premier League, atau jarang menyentuh peringkat empat besar saat musim berakhir.

Berbeda dengan Ferguson yang sudah memimpin Manchester United selama 27 musim. Sepanjang masa kepemimpinannya, 38 trofi juara domestik, Eropa dan dunia telah dipersembahkan pria Skotlandia yang tumbuh besar di lingkungan buruh pelabuhan itu. Setelah mundur sebagai manajer, pria 71 tahun tersebut akan menjadi Direktur dan Duta Setan Merah. Sir Alex secara total telah meraih 49 trofi dalam karier kepelatihannya - sebelum di United, ia pernah juga juara bersama St Mirren dan Abeerden di Skotlandia.

"Keputusan untuk pensiun merupakan suatu hal yang sangat berat. Tapi saya pikir, inilah saat paling tepat (pensiun)," paparnya, seperti dilansir BBC.

Selain David Moyes ada sejumlah nama besar yang sempat ramai dibicarakan sebagai pengganti Sir Alex. Berikut ini beberapa di antaranya beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing:

Jose Mourinho

Pelatih asal Portugal ini terbukti sukses sebagai manajer klub sepak bola profesional di negaranya, Inggris, Italia, serta Spanyol. Pria yang dikenal banyak akal ini, juga mampu memotivasi tim, sekaligus memadupadankan para bintang yang biasa menjadi masalah di klub.

Masalahnya, pria bernama lengkap José Mário dos Santos Mourinho Félix tersebut senang aksi jangka pendek. Pindah setelah 2-3 tahun. Sementara manajemen Manchester United, seperti ditunjukan lewat kebersamaan 26 tahun dengan Sir Alex, senang dengan kemapanan.

Juergen Klopp 


Pelatih Borussia Dortmund ini juga punya peluang, walaupun di statistik taruhan sepak bola kesempatannya kecil. Namun, namanya terangkat lantaran klub yang dipimpinya masuk final Liga Champions 2013, berhadapan dengan klub sesama Bundesliga, Bayern Muenchen. Klopp juga membawa Dortmund dua kali juara Bundesliga secara berturut di musim 2010/2011 dan 2011/2012 dengan komposisi mayoritas pemain muda dan pemain dengan harga murah.

Klopp sebenarnya selalu frustrasi dengan klubnya. Pemain-pemain andalannya selalu dibajak Muenchen, sementara dia tak kuasa mempertahankan. 

Ryan Giggs

Soal popularitas, nama pemain asal Wales yang sudah 23 tahun bermain di Old Trafford, tentu sudah melekat di benak fans Manchester United, bahkan Inggris. Begitu pun dengan dedikasi dan komitmennya untuk Setan Merah.

Namun menjadikan Giggs sebagai pelatih United, ada persoalan paling mendasar yang berpotensi muncul: grogi. Mungkin mirip orang baru lulus sekolah polisi, harus menginterogasi gembong teroris. Seperti itulah gambaran Giggs, ujug-ujug melatih tim besar.

Ole Gunnar Solskjaer

Mantan bintang United asal Norwegia ini termasuk salah satu kandidat yang dianggap punya peluang, walaupun masih di bawah Giggs. Dari sisi pengalaman, sebenarnya pria berusia 40 tahun ini justru lebih besar dari Giggs. Sebab sekarang, dia menjadi Manajer Molde FK, klub profesional di negaranya.

Sejak dipimpin mulai 2011, Molder jadi juara liga lokal dua kali berturut-turut: 2011 dan 2012. Memang, ukuran klubnya masih terhitung kecil.

Carlo Ancelotti 

Pelatih asal Italia ini sudah mengonfirmasi untuk meninggalkan Paris Saint-Germain yang sekarang dilatihnya. Sebagai pelatih, pengalaman Anceloti memang mengesankan. Bersama AC Milan, dua kali dia memenangi Liga Champions (2002/2003, 2006/2007). 

Bahkan di Inggris, Anceloti ikut mengantarkan Chelsea sebagai juara Liga Primer pada musim kompetisi 2009/2010. 

Gary Neville  

Sebagai pemain belakang Manchester United, dia seperti tembok kokoh yang sulit ditembus. Bermain selama 19 tahun di Old Trafford, menjadikan Neville sebagai salah satu legenda "Setan Merah".

Neville pernah coba-coba menjadi asisten pelatih, di bawah pimpinan Roy Hodgson, manajer timnas Inggris.

Laurent Blanc 

Mantan manajer tim Prancis ini termasuk salah satu kandidat. Keberhasilannya sebagai pelatih tercatat bersama Bordeaux, klub profesional Prancis. Pada 2009, selain menjadi juara liga utama, Blanc juga membawa klub tersebut menjuarai Trophée des Champions.

Sebagai Manajer Tim Nasional Prancis, prestasinya malah mengecewakan.

Roberto Martinez 

Tak ada yang istimewa dari pelatih Wigan Athletic ini. Sejak ditukangi mulai 2009, satu-satunya prestasi adalah ikut putaran final Piala FA pada 2013.

Mungkin satu-satunya prestasi Martinez adalah menolak pendekatan Liverpool yang membujuknya untuk menjadi manajer klub tersebut. Namun tentu saja, ini tidak kuat dijadikan alasan merekrutnya sebagai pengganti Sir Alex.

Pep Guardiola 

Jika Manchester United menginginkan legenda Barcelona ini, mungkin sudah terlambat. Guardiola bakal memimpin Bayern Muenchen. 

Michael Laudrup

Mantan pengatur serangan asal Denmark ini tergolong 'pelatih jangka pendek'. Setahun di Getafe, setahun di Spartak Moscow, setahun pula di Mallorca.

Kini dia pun baru setahun melatih Swansea City. Ia memang sudah mengantar Swansea juara Piala Liga di musim 2012/2013 ini.



Kenang-kenangan Sir Alex Ferguson bersama Manchester United (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):


Sir Alex Ferguson berpose dengan trofi Liga Champions dan trofi Premier League ada 2008 lalu. (Photo by John Peters/Manchester United via Getty Images)
1 / 30
Getty Images
Rab, 8 Mei 2013 18:00 WIB


Gaji Sir Alex di Manchester United (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):


Roberto Mancini mendapat 5,9 juta Euro (Rp74,1 miliar) dari Manchester City.
1 / 15
Getty Images
Rab, 9 Jan 2013 21:00 WIB


Ketika Sir Alex Ferguson Marah-marah (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):


Saat di bangku cadangan di Stadion Old Trafford pun, Sir Alex masih menyeramkan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.