Gaya Latihan Luis Manuel Blanco

Penulis: Aditya

Masing-masing pelatih Timnas Indonesia punya gaya melatih yang khas. Demikian pula dengan Luis Manuel Blanco, pelatih timnas baru, yang sepertinya akan dipecat.

Pemain timnas yang tergabung dalam pelatnas Pra-Piala Asia 2015 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Andik Vermansyah menceritakan kalau Luis tergolong pelatih yang lebih mengutamakan kedisiplinan. Inilah kesan yang ditangkap oleh bintang sepak bola bertubuh mungil itu.

“Luis disiplin banget. Lebih mengutamakan disiplin waktu, karena mungkin pemain Indonesia banyak yang indisipliner,” kata Andik.

Tapi baru sebatas itu yang diketahuinya. Dari segi materi latihan, dia mengaku belum terlalu mengerti gaya Luis karena waktu latihan belum terlalu banyak.

“Dari awal latihan segi fisik yang diutamakan. Kalau dari segi materi, saya masih belum mengetahui karakter kepelatihannya. Namun pasti beda dengan pelatih sebelumnya, “ ujar Andik.

Hal sama dikemukakan Tantan, pemain Timnas dari Sriwijaya FC. Menurut dia, sejak awal bergabung, yang dilakukan adalah latihan fisik. “Latihan fisik itu lebih banyak. Kalau materi latihan dan gaya melatih belum tahu, karena waktu latihan pun belum terlalu banyak,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan kendala bahasa, mengingat Luis dikabarkan tidak bisa berbahasa Inggris dan hanya bisa berbicara dalam bahasa negara asalnya, Argentina.

Andik mengakui, masalah bahasa memang menjadi kelemahan sang pelatih.  “Tentu kesulitan karena kendala bahasa. Tapi ada penerjemah,” ujarnya.

Untuk masa pelatihan, lanjutnya, dia berharap soal bahasa ini tidak akan menjadi kendala bagi anggota Timnas. Sebab, masih ada penerjemah yang menghubungkan komunikasi antara pelatih dan pemain. 

Kendati demikian, Andik tetap mengkhawatirkan ketika tiba waktunya pertandingan atau permainan sesungguhnya. Masalah bahasa ini bakal jadi kendala. Sebab Federasi Sepakbola Asia (AFC) akan membatasi jumlah orang yang masuk ke lapangan.

“Sehingga si penerjemah tidak selalu bisa mendampingi,” paparnya.

Sedangkan Tantan mengungkapkan bahwa soal bahasa memang menyulitkan. “Ribet jika dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Karena menghabiskan waktu hanya untuk menerjemahkan bahasanya," urainya.

Mungkin masalah yang dihadapi Andik, Tantan, ataupun pemain lain terkait dengan kendala bahasa bisa teratasi sementara. PSSI menon-aktifkan Luis, mantan pelatih Boca Junior itu, dalam persiapan timnas menghadapi Arab Saudi pada kualifikasi Pra-Piala Asia 2015.

Untuk selanjutnya, tugas Luis digantikan oleh Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago untuk memimpin persiapan Tim Merah Putih. Walaupun pada sesi latihan Senin (18/3) pagi, justru Yeyen Tumena, mantan pemain Timnas yang memimpin latihan tersebut.


Sementara ini baru 19 pemain yang berlatih dari 30 yang sudah hadir. 11 lainnya baru tiba di Jakarta dan masih butuh istirahat.
1 / 14
Antara
Jum, 15 Mar 2013 10:00 WIB
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.