Skuat Wolverhampton Kini Dilarang Makan Makanan Cepat Saji

TRIBUNNEWS.COM – Pelatih anyar Wolverhampton Wanderers, Dean Saunders melakukan terobosan baru untuk memperbaiki kesehatan para pemainnya. Ia ingin para pemainnya terlihat lebih langsing hingga bisa lebih lincah saat bermain di lapangan. Karena itulah, ia melarang para pemainnya mengonsumsi makan cepat saji.

Larangan tersebut merupakan salah satu butir dari sekian banyak aturan yang diterapkan Saunders. Ia pun menerapkan disiplin tinggi terhadap para pemainnya, dan tak segan mengganjar hukuman kepada setiap pemain yang melanggar aturan mainnya.

Selain saat pertandingan dan latihan, Saunders juga tegas memberlakukan peraturan di luar lapangan. Ia tidak akan membiarkan para pemainnya menyantap makanan cepat saji seperti McDonald's. Menurut dia, menjaga pola makan dengan sehat sangat mendukung performa seorang pemain di lapangan.

"Tanpa disiplin, Anda tidak akan berarti apa-apa. Sepakbola adalah versi lain dari militer. Kami memang bukan tentara, tapi tetap ada peraturan yang harus dipatuhi para pemain," ujar Saunders seperti dikutip Tribunnews.com dari Telegraph.

"Anda tidak boleh telat datang latihan, tidak meletakkan perlengkapan latihan di lantai, juga meninggalkan latihan lalu pergi ke McDonald's. Bagi saya, sudah selayaknya pemain menerapkan disiplin dan harus didenda jika melanggarnya," katanya.

Ia memberi acuan pada gaya disiplin dari atlet dasalomba Inggris peraih medali emas, Jessica Ennis. "Saya yakin, Ennis tak berhenti di McDonalds dalam perjalanan pulang ke rumah. Saya yakin ia akan berhati-hati menjaga konsumsinya hingga bisa jadi yang terhebat di dunia. Begitu juga kita harus melakukan hal seperti itu," katanya.

Sejak terdepak dari kompetisi Premer League pada akhir musim 2011-12, Wolves kini berjuang keras bertahan di Divisi Championship. Klub bermarkas di Molineux Stadium ini tercecer di peringkat 18 klasemen sementara dengan torehan 32 poin dari 27 pertandingan.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook