Siapakah Adnan Januzaj?

TEMPO.CO, London – Nyaris tak ada yang mengenal nama Adnan Januzaj sebelumnya. Tapi, gelandang sayap berusia 18 tahun itu kini menjadi buah bibir lantaran aksi impresifnya dengan mencetak dua gol untuk membantu Manchester United bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Sunderland dalam laga Premier League Minggu lalu.

Pemain Belgia keturunan Kosovo ini membuat debutnya sebagai starter dalam pertandingan itu setelah sempat beberapa kali tampil sebagai cameo alias hanya numpang lewat.

Januzaj lahir pada 5 Februari 1995 di Brussels, Belgia. Orang tuanya berasal dari Kosovo dan Albania. Tanggal kelahirannya tepat satu dekade setelah kelahiran Cristiano Ronaldo.

Asal usul kedua orang tuanya membuat Januzaj sah untuk membela Albania dan Kosovo sementara sebagai anak yang lahir di Belgia ia juga berhak untuk membela negara itu.

Januzaj bahkan memenuhi syarat untuk membela timnas Serbia dan Turki yang merupakan negara asal kakek neneknya.

Berdasarkan aturan FIFA, Januzaj juga bisa memperkuat timnas Inggris jika ia tinggal selama lima tahun berturut-turut di negara itu terhitung sejak hari ulang tahunnya yang ke-18. Tapi, itu berarti ia baru akan bisa membela The Three Lions pada Februari 2018 sehingga kemungkinan besar ia sudah bermain untuk timnas lain sebelumnya.

Belgia merupakan pilihan yang paling ideal bagi Januzaj karena banyaknya bakat-bakat muda yang luar biasa di tim itu saat ini. Tapi, pemain itu sendiri dikabarkan lebih suka membela timnas Albania.

Pelatih timnas Albania, Gianni De Biasi, sudah mencoba merayu Januzaj dengan menyebutnya pemain yang punya bakat besar dan menyatakan bahwa federasi sepak bola Albania tengah menunggu momen yang tepat untuk memanggilnya.

Sementara itu federasi sepak bola Kosovo menyadari bahwa kecil kemungkinan Januzaj mau bergabung dengan timnas yang tak punya peluang tampil di Piala Dunia atau Piala Eropa.

Juni lalu, mantan pelatih timnas Belgia U-18 dan U-19, Marc van Geersom, mengungkapkan bahwa Januzaj telah menolak tawaran untuk bermain bersama mereka.

Januzaj yang dibesarkan di Brussels, memulai kariernya dengan bermain di Anderlecht saat masih berusia 10 tahun dan ia berkiprah di sana selama enam tahun sebelum ditemukan oleh tim pencari bakat MU saat mempertontonkan triknya di sebuah sekolah di ibu kota Belgia itu.

Tiba di Old Trafford pada usia 16 tahun, Januzaj bermain untuk tim junior MU dan kemudian dipromosikan ke tim U-21. Ia mendapat banyak pujian atas penampilannya yang impresif di tim junior MU dan membantu tim itu memenangi gelar Premier League U-21 musim lalu dengan mengalahkan Tottenham Hotspur pada final di Old Trafford.

Januzaj juga mendapat trofi Denzil Haroun sebagai Pemain Terbaik di Tim Kedua.

Di pengujung musim lalu, pelatih MU, Alex Ferguson, memberinya nomor punggung 44, tapi ia hanya sempat menjadi pemain cadangan dalam laga terakhir pelatih besar itu melawan West Bromwich Albion.

Januzaj mulai mencuri perhatian lewat aksi impresifnya sepanjang pra musim dan penampilan itu pula yang mendorong pelatih David Moyes memberinya kesempatan melakoni debut bersama MU dalam laga resmi melawan Wigan Athletic di perebutan FA Community Shield di Wembley. Ia masuk menggantikan Robin van Persie di enam menit terakhir saat MU unggul 2-0.

Sementara itu, debut Januzaj di Premier League dilakoninya dalam laga lawan Crystal Palace 14 September lalu saat ia masuk menggantikan Ashley Young di menit ke-68.

Januzaj termasuk pemain yang fleksibel karena bisa dipasang di kedua sisi lapangan maupun di lini tengah. Sebagai seorang yang berkaki kidal, ia memiliki tembakan kaki kiri yang sangat keras.

DAILYMAIL | A. RIJAL

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook