ROAD TO WEMBLEY: Perjalanan Borussia Dortmund Ke Final Liga Champions


OLEH TEGAR PARAMARTHA                                                                        Ikuti di twitter

Borussia Dortmund memiliki peluang untuk mengulang era keemasan tim pada pertengahan tahun 1990-an di mana mereka berhasil merengkuh trofi juara Bundesliga Jerman, Liga Champions, serta Piala Interkontinental (Piala Dunia Antarklub).

Mereka berhasil menembus final Liga Champions tahun ini yang digelar di Wembley usai menundukkan Real Madrid di babak semi-final dengan agregat 4-3.

Mereka akan ditantang oleh Bayern Munich yang memborong dua gelar domestik (Bundesliga Jerman dan DFB Pokal) sehingga Dortmund dipastikan tidak akan bersedia menyerahkan gelar ketiga kepada rival mereka tersebut.

Ini adalah final kedua Dortmund di Liga Champions, sebelumnya mereka menembus babak final pada tahun 1996/97, di mana mereka keluar sebagai juara usai mengalahkan raksasa Italia, Juventus, dengan skor 3-1.

Tahun ini, Dortmund melangkah ke final tanpa tersentuh kekalahan, bahkan mereka tercatat selalu meraih kemenangan apabila bermain di kandang sendiri sejauh ini. Dan yang patut diingat, di laga final nanti, Dortmund akan bertindak sebagai tuan rumah meski laga digelar di Wembley.

Mampukah skuat asuhan Juergen Klopp mengulangi keberhasilan Karl-Heinze Riedle dan lainnya? Sembari menanti digelarnya kick-off di Wembley pada Minggu (26/5) pukul 01.45 WIB, tentu tak ada salahnya kita menilik kembali perjalanan Dortmund di Liga Champions musim ini.


Dortmund masuk ke dalam grup D yang berisi para jawara liga domestik, yaitu juara Liga Primer Inggris Manchester City, juara La Liga Real Madrid, juara Eredivisie Ajax dan tentu mereka sendiri sebagai juara Bundesliga.

Namun, meski demikian, City dan Madridlah yang lebih diunggulkan untuk dapat lolos ke fase knock-out daripada dua tim lainnya. Namun, Dortmund tampil mengejutkan dan mampu lolos dari babak grup tanpa tersentuh kekalahan.

Ajax Amsterdam menjadi korban pertama mereka di partai perdana melalui gol telat dari Robert Lewandowski di menit akhir, setelah itu mereka mencuri poin dari markas Manchester City berkat gol dari Marco Reus, dan Dortmund kembali memetik poin penuh saat menjamu Madrid.

Dortmund kembali meraih satu angka yang krusial ketika bertandang ke Santiago Bernabeu, gol dari Reus dan gol bunuh diri Alvaro Arbeloa membuat Dortmund perkasa di puncak klasemen, hingga dalam dua pertandingan berikutnya ketika mereka berpesta di markas Ajax dengan skor 4-1 dan menaklukkan City di Signal Iduna Park melalui gol tunggal Schieber.

 

Sama seperti Dortmund, Shakhtar Donetsk juga menjadi kejutan di babak grup. Shakhtar berhasil mengungguli Chelsea untuk dapat lolos ke babak perdelapan-final ini. Namun, pada akhirnya Dortmund yang berhasil melaju ke delapan besar dengan meraih kemenangan telak di kandang sendiri, setelah di leg pertama berakhir dengan kedudukan 2-2.

Di leg pertama, Dortmund mengalami kesulitan di markas Shakhtar dan sempat tertinggal dua kali sebelum Lewandowski dan Hummels bergantian saling menyamakan kedudukan sehingga pertandingan berakhir sama kuat. Di leg kedua, Dortmund yang hanya butuh minimal hasil imbang di bawah 2-2, justru tampil meledak, hasilnya tiga gol bersarang ke gawang Shakhtar sementara tim tamu tidak mampu menjebol pertahanan kokoh tim tuan rumah.


Di babak perempat-final, Dortmund lagi-lagi bertemu dengan tim kejutan lainnya, kali ini adalah debutan Liga Champions, Malaga. Melihat keperkasaan Dortmund di babak grup dan di 16 besar, kali ini mereka difavoritkan untuk lolos dengan cukup mulus.

Di leg pertama, indikasi tersebut terlihat, Dortmund yang berstatus sebagai tim tamu tampil mendominasi sepanjang pertandingan, namun Malaga akhirnya berhasil memaksakan pertandingan berakhir dengan skor imbang tanpa gol.

Namun, anggapan lolos dengan mudah sirna di leg kedua. Bertanding di Signal Iduna Park, Malaga mulai menunjukkan taringnya, mereka yang hanya membutuhkan hasil imbang dengan skor 1-1 atau seterusnya, bertekad untuk segera mencuri gol.

Joaquin berhasil mewujudkan harapan itu melalui golnya di menit ke-25, meski Lewandowski kemudian mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 menjelang jeda. Peluang untuk lolos bagi Malaga semakin terbuka setelah Eliseu sukses membawa timnya unggul 2-1 di menit ke-82.

Menyisakan kurang dari sepuluh menit, dan membutuhkan dua gol membuat Dortmund dipaksa melakukan keajaiban.  Marco Reus membuka harapan melalui golnya di menit ke-91, dan dua menit kemudian, Santana berhasil mencetak gol kemenangan Dortmund. Gol tersebut sempat diprotes karena Santana terlihat dalam posisi offside, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut sehingga Dortmund berhak melaju ke babak semi-final.


Dortmund kembali bersua dengan lawan mereka di babak grup, yaitu Real Madrid, di semi-final. Skuat asuhan Jose Mourinho berambisi melakukan balas dendam setelah pada fase grup, mereka gagal menaklukkan Dortmund.

Namun, ambisi Madrid harus dibayar mahal setelah Lewandowski sukses memporak-porandakan gawang mereka di leg pertama. Striker tim nasional Polandia tersebut sukses menjebol gawang Los Blancos sebanyak empat kali!

Bermain di Signal Iduna Park, Lewandowski membawa Dortmund unggul cepat di menit kedelapan melalui tendangan volinya yang menembus jalan Diego Lopez. Namun, Madrid memperlihatkan kelas mereka setelah berhasil menyamakan kedudukan di akhir babak pertama melalui gol Cristiano Ronaldo.

Di babak kedua, Lewandowski kembali membawa timnya unggul cepat, kali ini baru dalam tempo sepuluh menit ia berhasil mencetak dua gol untuk mengubah kedudukan menjadi 3-1 di menit ke-55. Seakan tidak puas, ia menggenapkan torehan golnya melalui eksekusi penalti di menit ke-66. Hingga pertandingan berakhir Madrid gagal mencetak gol berikutnya, sehingga harus mengemban beban berat harus meraih minimal kemenangan 3-0 di kandang.


Di Santiago Bernabeu, Madrid langsung tampil menggebrak dan memperoleh beberapa peluang emas di awal pertandingan. Dortmund sukses menahan gempuran tersebut dan sempat mengambil alih dominasi pertandingan hingga kedudukan tanpa gol bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Madrid kembali tampil ngotot untuk segera mencetak gol, namun justru Dortmund yang mendapat peluang emas pertama melalui Lewandowski, namun sayang sontekannya masih membentur tiang gawang.

Rasa frustrasi akhirnya meliputi skuat Madrid yang mulai cemas karena kebuntuan masih belum terpecahkan. Sementara itu, Dortmund tampil percaya diri dan memperoleh beberapa peluang emas lainnya untuk menyegel tiket lebih cepat, namun gemilangnya Diego Lopez mampu mempertahankan asa tim tuan rumah.

Tujuh menit sebelum berakhirnya waktu normal, gol Karim Benzema memecahkan kebuntuan pertandingan sekaligus memberikan harapan buat Los Blancos. Harapan Madrid semakin meninggi Sergio Ramos mengubah skor menjadi 2-0 lima menit kemudian.

Namun, satu gol penentu di pertandingan ini akhirnya tidak tercipta meski wasit telah memberikan injury time selama lima menit. Kekalahan dua gol yang diterima Dortmund cukup bagi mereka untuk melangkah ke final Liga Champions, menghadapi Bayern Munich yang mencukur Barcelona dengan agregat  7-0 di semi-final.

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook