REVIEW AS Roma Di Musim 2012/2013


CATATAN   MUHAMMAD RUFFY

AS Roma kembali tampil buruk musim 2012/2013 lalu. Menempati peringkat enam di akhir musim memang dari sudut pandang lain bisa dibilang lebih baik dari musim sebelumnya dimana mereka finis di urutan tujuh. Namun mengakhiri musim tanpa satu gelar pun tetap saja menjadi sebuah musim yang gagal.

Di ajang Coppa Italia, Roma sukses menembus babak final setelah di semi-final mengandaskan FC Internazionale yang di musim-musim sebelumnya selalu menjadi kerikil tajam bagi perjalanan mereka di ajang tersebut. Sayangnya, di partai puncak Giallorossi mesti takluk dari Lazio skor 1-0 dalam derby Roma pertama sepanjang sejarah final Coppa Italia tersebut.

Di awal musim, Zdenek Zeman yang keukeuh  dengan pola 4-3-3 favoritnya masih memperlihatkan keluguan bermain dimana tim selalu tampil atraktif menyerang namun di laga-laga sesudahnya dengan mudah ditaklukkan oleh klub-klub kecil. Hasilnya pelatih asal Ceko yang pernah menangani Il Lupi di periode 90-an itu terpaksa kembali lengser dari jabatnya.

Pergantian pelatih dari Zdenek Zeman ke caretaker Aurelio Andreazolli sedikit menimbulkan dampak positif. Andreazzolli tidak serta-merta meninggalkan pola Zeman. Ia membuat lini belakang Roma lebih disiplin sembari menajamkan lini serang. Hasilnya, posisi Roma menanjak di Serie A serta mencapai final Coppa Italia.

Akan tetapi hal tersebut belum mampu membuat Roma bersaing dengan tim-tim langganan juara macam Juventus, Napoli dan Milan yang meraih tiket liga champions atau saudara sekota mereka, Lazio. Alhasil posisi yang mereka tempati tidak ideal dan membuat tim kembali mengalami periode senasib sepenanggungan dengan Inter, tim yang selalu meletakkan mereka dalam posisi runner-up dalam rivalitas Serie A 2006 hingga 2010.


Roma memulai musim lalu dengan hasil meyakinkan setelah mengalahkan Inter di San Siro dengan skor 3-1 di Giornata kedua. Mereka juga sempat mengalahkan Fiorentina, AC Milan bahkan Juventus di periode pertama dengan skor meyakinkan.

Namun sayangnya hal itu tak membuat posisi mereka di klasemen menanjak. Hasil itu tak lepas dari kekalahan dari tim-tim gurem semacam Bologna, Udinese dan juga rival sekota mereka Lazio.



Konflik Internal antara pengurus tim dengan Zdenek Zeman karena membawa timnya mencetak banyak gol namun sering kebobolan dengan mudah membuat pelatih asal Ceko itu dipecat dan digantikan Aurelio Andreazzolli yang berstatus caretaker. Alasan perselisihan dengan kapten tim, Francesco Totti serta isu dilegonya Daniele de Rossi menambah daftar miring pelatih gaek tersebut.

Performa Andreazzolli memoles Roma bias dibilang cukup meyakinkan. Sayangnya, hal itu dicoreng dengan kekalahan di final Coppa Italia berikut perselisihan dengan Pablo Osvaldo karena yang bersangkutan tidak diturunkan pada laga final melawan rival sekota, Lazio tersebut.



Label pemain dengan performa terbaik pantas disematkan pada Erik Manuel Lamela. Pemuda asal Argentina berusia 21 tahun itu sukses mencetak 15 gol sepanjang musim dan menjadi top skorer klub di ajang Serie A, meneruskan performa lumayan musim sebelumnya. Pintu timnas Argentina untuk piala dunia 2014 pun niscaya terbuka untuknya bila bisa meningkatkan performa di musim 2013/2014.

Il Pupone atau Il Capitano Francesco Totti juga menemukan aura kebintangannya kembali dengan mengemas 12 gol hingga menempatkanya sebagai top skorer seri A sepanjang masa dengan 225 gol bersanding dengan Gunnar Nordahl, mantan legenda Milan di era 50-an yang juga pernah bermain selama dua musim di klub sekaligus sebagai pelatih.



Dengan pola 4-3-3 atau 4-2-3-1, performa klub di tangan Zeman memang cukup meyakinkan karena seringkali menang dengan skor besar dimana Totti atau Lamela menjadi aktor utamanya. Namun barisan belakang juga menderita banyak kebobolan di masa baktinya untuk Roma yang kedua kali ini.

Di Tangan Andreazzolli, Roma tampil lebih baik karena tetap tampil tajam dan lebih sedikit kebobolan. Namun tetap saja inkonsistensi yang terjadi hingga awal musim berlanjut sehingga di akhir musim Giallorossi hanya menduduki peringkat enam.


Secara overall masih setali tiga uang dengan musim lalu. Namun pesona Erik Lamela menyelamatkan imej yang terjadi pada tim. Begitu pula dengan Francesco Totti yang kembali bersinar bersama trio lini tengah Daniele De Rossi, Michael Bradley dan Miralem Pjanic sebagai motor serangan. Alessandro Florenzi muncul sebagai bintang baru klub sehingga masuk skuat Italia di Euro U-21 Israel.

Yang perlu jadi catatan adalah performa lini belakang yang mengkhawatirkan sehingga memaksa manajemen merekrut Vassilis Torosidis di paruh kedua musim, meskipun pada akhirnya hal itu tetap tak membantu tim bangkit. Di tengah sorotan untuk para bek, nama Marquinhos justru muncul ke permukaan setelah Barcelona tertarik merekrutnya meski performanya sebenarnya tergolong biasa-biasa saja.

Kiper muda Uruguay Mauro Goicoechea bermain ciamik sekaligus menggeser Maarten Stekelenburg pascakiper utama Belanda itu cedera. Posisi deputi Fernando Muslera di Brasil 2014 sempat menjadi harapannya bila sanggup menaikkan performa. Sayangnya ia kemudian cedera dan digantikan kiper timnas Rumania, Bogdan Lobont yang sebenarnya sudah melewati masa emasnya.



Sejauh ini pemain-pemain yang direkrut Roma di bawah pelatih baru Rudi Garcia belum bertaraf bintang atau langganan timnas seperti Frederico Balzaretti, Vassilis Torosidis atau Michael Bradley musim lalu. Hanya bek Udinese Mehdi Benatia saja yang lumayan karena saat ini berstatus penghuni timnas Maroko. Romor digaetnya gelandang Belgia Radja Naniggolan sejauh ini juga masih sebatas isu belaka.

Posisi juara selalu diambangkan baik oleh pelatih, pemain, maupun tifosi setiap musim. Akan tetapi sepertinya zona Liga Europa adalah target realistis untuk musim depan mengingat musim depan mereka harus melawan tim-tim yang lebih teruji konsistensinya seperti Juventus, AC Milan serta kekuatan baru macam Napoli dan Fiorentina yang telah mendatangkan sejumlah bintang seperti Mario Gomez, Joaquin Sanchez, Dries Mertens, dan Jose Callejon.



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook