Rasisme Fans Permalukan Rusia Menjelang Piala Dunia

Moskow (AFP/ANTARA) - Perilaku rasis dari fans sepakbola di Rusia merusak upaya negara itu untuk memunculkan citra baik di mata internasional menjelang Piala Dunia 2018 yang diadakan disana.


Sekelompok pendukung tim juara bertahan Rusia, Zenit Saint Petersburg, memicu kemarahan bulan ini dari publik setelah mereka mendesak klub untuk tidak membeli pemain kulit hitam. Namun pejabat dan klub tampaknya enggan untuk mengakui adanya masalah tersebut.


Liga Premier Rusia di musim terakhir melihat masuknya begitu banyak bakat asing yang belum pernah terjadi sebelumnya -- kebanyakan dari Afrika atau Amerika Selatan .


Namun beberapa ulah penggemar mengingatkan pada Inggris di era 1970-an, pemain dari Afrika dan Amerika Selatan masih menghadapi nyanyian monyet dan acungan pisang.


"Setiap kali bermain melawan Zenit dan Spartak Moscow, mereka terus-menerus berteriak 'ooh, ooh'. Mereka membandingkan saya dengan monyet," kata gelandang Liberia, Sekou Oliseh, yang bermain untuk CSKA Moskow, kepada harian Sport Express.


Hardcore "Ultras" secara terbuka ambil bagian dalam pawai tahunan nasionalis meskipun tahun ini Uni Sepak Bola Rusia mendesak para penggemar untuk tidak mengikutinya.


Bulan ini, kelompok penggemar Zenit, Landskrona, meminta klub untuk tidak membeli pemain hitam atau gay atau orang-orang dari Amerika Selatan, tampaknya merujuk pada striker bintang Brazil, Hulk, dan gelandang Belgia, Axel Witsel, yang ayahnya berasal dari Martinique.


Direktur olahraga Zenit, Dietmar Beiersdorfer, bersikeras: "Kami membuat pilihan pemain tanpa batasan mengenai asal, agama atau warna kulit."


Yury Fedotov, kepala dinas keamanan Zenit, marah ketika ditanya apakah rasisme adalah masalah untuk klubnya.


"Saya menolak anggapan bahwa rasisme adalah karakteristik Zenit," katanya kepada AFP, mengkritik media karena tidak memakai konteks "sekelompok kecil penggemar."(nm/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.