Rahasia Sukses Tim Tinju Inggris

Ghiboo.com - Sebuah rahasia diungkapkan mengenai keberhasilan tim tinju Inggris Raya mendominasi gelar juara di cabang tinju Olimpiade London 2012.


Inggris Raya berhasil menjadi juara umum di cabang tinju ini dengan 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu.


Luke Campbell mendapat emas di kelas bantamweight, Anthony Joshua juga meraih emas di kelas Super heavyweight, dan satu emas dari petinju wanita, Nicola Adams pada nomor Flyweight.


Sedangkan perak disumbangkan Fred Evans untuk nomor Welterweiht pria dan perunggu Anthony Ogogo untuk nomor Middleweight pria.


Lalu apa rahasia para petinju yang masih amatir ini menjadi juara di Olimpiade?


Selama tiga tahun di English Institute of Sport (EIS) di Sheffield, 11 ilmuwan olahraga bekerjasama di bawah pimpinan Rob McCracken, untuk membina para atlet tinju Inggris, seperti yang disampaikan telegraph.co.uk di awal minggu ini.


Programnya antara lain:


1. Menjaga berat badan petinju - Tugas ini diserahkan kepada Mark Ellison ahli nutrisi yang juga bekerja untuk Manchester United.


"Makanan untuk para petinju disiapkan secara spesial. Ini artinya mereka tidak perlu lagi memangkas beban berlebih sebelum pertandingan dimulai," ujar Mark, "Tidak ada yang lebih buruk dalam turnamen yang panjang ketika petinju bekerja keras menurunkan berat badan."


Sampai-sampai Ellison memberikan panduan untuk membeli jus mana yang baik.


2. Menjaga kebugaran petinju - Ian Gatt ditunjuk sebagai pelatih fisik dan kondisi yang bertanggung jawab untuk menjaga kebugaran petinju.


"Saya bertanggung jawab bahwa mereka telah melatih tangan mereka di setiap akhir sesi," ujar Ian.


"Memukul setiap waktu menyebakan luka kecil yang menuju cidera. Kami ubah itu dengan program kekuatan dan kebugaran," jelasnya lagi.


3. Menjaga mental - Catherine Stewart dan Rob Gibson memiliki sekitar 13 ribu klip pertandingan mengenai kemungkinan lawan petinjunya, dan juga dua psikolog olahraga, Peter Lindsay untuk tim tinju pria dan Chris Marshall untuk tim tinju wanita.


Tugas mereka juga termasuk mempersiapkan cara yang terbaik saat masuk ring agar mental para petinju tidak turun.


"Kami tidak ingin semua petinju berpikir untuk berada di podium dengan medali di lehernya. Tapi kami lebih menekannkan untuk fokus kepada kekuatan mereka, ikuti metode yang diajarkan dan ubah kebisingan dari penonton menjadi turun karena ini adalah sebuah carnival," jelas Lindsay.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.