PSTI Jaring Figur Ketua Umum

Jakarta (ANTARA) - Jajaran pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) terus menjaring figur calon ketua umum yang akan dipilih pada Musyawarah Nasional ke-VIII, 27-28 Desember 2012 di Jakarta.

Informasi yang dihimpun, Kamis, beberapa figur yang mengemuka di forum Munas adalah Marzuki Ali (Ketua DPR RI), Sattar Taba, Syamsul Rijal (mantan Ketua Umum PSTI).

"Pak Sattar Tabba sudah mendapat dukungan tertulis mayoritas dari peserta Munas tetapi beliau mengundurkan diri dengan alasan tertentu," kata anggota panitia pelaksana Munas, Ny Retno.

Sikap mundur dari bakal calon harus dihargai karena dipastikan yang bersangkutan memiliki pertimbangan personal sebelum menahkodai organisasi sepak takraw.


Figur bakal calon yang di sebut-sebut pantas memimpin PSTI empat tahun ke depan adalah Ketua DPR RI Marzuki Alie.

"Secara lisan dan melalui pesan singkat beliau (Pak Marzuki Alie, red) menyatakan bersedia. Kita harapkan rekan-rekan peserta Munas memberikan dukungan," kata Ny Retno.

Jika sesuatu dan lain hal juga mengalami kendala masih ada figur yang pantas.

"Mantan ketua umum PSTI Syamsul Rizal bersedia kalau tidak ada figur lain. Beliau akan bersedia memimpin sepak takraw semata-mata untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa," kata Tirowali mengutip pernyataan Syamsul Rizal.

Peserta munas lainnya, Jamalong mengharapkan siapa pun yang akan memimpin sepak takraw agar mengendepankan dedikasi dan loyalitas terhadap organisasi.

"Pada prinsipnya keluarga besar sepak takraw Indonesia bersyukur jika ada figur yang bersedia memimpin takraw," katanya.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.