Permen Sharapova Sudah Laku Sejuta Kantong

TRIBUNNEWS.COM – Setelah gencar melakukan promosi untuk produk permen Sugarpova, penjualan permen pun laris di manca negara. Dikuitip Tribunnews.com dari Bloomberg, permen Sharapova itu sudah laku lebih dari satu juta kantong di seluruh dunia. Padahal ini baru tahun pertamanya dijual.

Permen dijual dengan harga sekitar 1,1 dolar hingga 5,9 dolar atau sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribuan. Sharapova sendiri mulai investasi sekitar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 4,8 miliar di awal bisnis permen ini.

Sharapova merambah ke dunia bisnis permen sejak Agustus 2012 lalu. Layaknya Sharapova selalu tampil memesona dan menarik, permen itu pun dikemas dengan penampilan yang menarik penuh warna. Ada yang berwarna kuning menyerupai bola tenis, ada pula yang berbentuk bibir, sepatu hak tinggi, kacamata, dompet, dan masih banyak lagi.

Permen-permen cantik Sugarpova itu sudah mulai dijual di butik It'Sugar, begitu juga secara online, dan di toko Henri Bendel. Transaksi sudah mulai terlaksana sejak peluncuran yang berlangsung di New York.

Kepada majalah Hamptons, Sharapova mengatakan, "Saya selalu memiliki gairah untuk makanan, dan saya juga memiliki gigi yang manis. Saya ingin memiliki kesempatan sebanyak yang saya bisa raih dalam karier saya, sementara saya memiliki waktu dan energi dan juga mengatur karier saya ketika bermain tenis."

Meskipun merambah ke dunia bisnis, Sharapova meyakinkan bahwa dia takkan meninggalkan dunia olahraga yang membesarkan namanya. Pemain nomor tiga dunia ini masin berambisi meraih sejumlah kesuksesan.

"Tidak ada lagi yang telah saya lakukan memberi saya dorongan yang sama, kegembiraan itu, perasaan untuk bersaing," ujarnya. "Setiap pertandingan di lapangan kompetitif, tetapi di tenis seperti olahraga individual sehingga rasanya spektakuler ketika Anda mencapai hal-hal yang Anda benar-benar kerjakan." (Tribunnews/mba)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook