Pelatnas Cipayung Siapkan Peranti Canggih

TEMPO.CO, Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) akan menggunakan piranti lunak performance analysis (analisis penampilan) untuk menunjang pembinaan atlet. Hal ini merupakan hasil pembicaraan antara Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Rexy Mainaky dengan Kepala Bidang Pengembangan Basri Yusuf.

Basri mengatakan, peranti lunak itu akan sangat membantu atlet dalam menganalisa beberapa hal penting. Pertama, kelemahan lawan dan pemain Indonesia sendiri. Kedua, tentang bagaimana dan karena apa pemain kehilangan poin. »Misalnya kesalahan sendiri atau dimatikan lawan,” kata kata Basri kepada Tempo melalui surat elektronik, Ahad, 30 Desember 2012.

Ketiga, piranti lunak ini juga bisa menganalisis dari mana pemain Indonesia mendapatkan poin, misalnya kesalahan lawan atau pukulan pemain yang sukses. »Bisa juga dicari kebiasaan pukulan lawan, dan lain-lain. Software tersebut sangat komprehensif, tergantung dari sudut mana pelatih mau menganalisa,” ujarnya.

Basri Yusuf, yang sebelumnya adalah kepala pelatih Akademi Bulu Tangkis di Sekolah Olahraga Singapura, memang dibebani tanggung jawab melakukan pengembangan pembinaan atlet dan sport science oleh Ketua PB PBSI Gita Wirjawan. Setelah kontraknya dengan Sekolah Olahraga Singapura berakhir 31 Desember ini, ia akan ke Indonesia dan berkolaborasi dengan Rexy Mainaky dalam melakukan pembinaan atlet. »Saya akan men-support penuh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi jika diperlukan,” katanya.

Selain piranti lunak analisis performa, Basri mengatakan, ada beberapa disiplin ilmu lain dalam sport science yang akan diterapkan, di antaranya sport nutrition, psychology, physiology, sport technology, dan lain-lain. Disiplin ilmu physiology, misalnya, menurut Basri akan bisa mengukur speed pemain. »Hal-hal itu masih belum saya bahas dengan Rexy,” ujarnya.

Untuk tugas pengembangan, Basri mengatakan memiliki program pembinaan atlet dan pelatih berjangka panjang. Menurut Basri, untuk menghasilkan pemain kelas internasional, pembinaan pemain sedini mungkin. Salah satu caranya, Basri berencana mengadakan pelatihan untuk guru-guru olahraga di sekolah. »Diharapkan beberapa sekolah bisa menjadikan bulu tangkis sebagai ekstra kulikuler,” kata dia.

Program Basri ini akan sejalan dengan keinginan Rexy mengaktifkan kembali pusat pendidikan dan latihan (pusdiklat) bulu tangkis di daerah-daerah. Menurut Rexy, pengaktifan kembali pusdiklat bisa membuat Indonesia memiliki stok pemain berlapis-lapis dengan kualitas bagus. Pembinaan atlet muda di daerah itu akan ditunjang juga dengan sport science.

GADI MAKITAN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook