Pacquiao vs Marquez Jilid 5 Tak Mungkin Digelar April 2013

TRIBUNNEWS.COM – Seperti sudah banyak diduga, Manny Pacquiao dan Juan Manuel Marquez bakal kembali diadu untuk kelima-kalinya. Namun, menurut promotor Bob Arum, duel akbar tersebut tak akan digelar 20 April 2013, seperti yang disebut-sebut sebelumnya. Alih-alih akan berlangsung lebih lama lagi, mungkin pertengahan tahun ini.

Arum mengatakan, ia tak bisa menampik besarnya perhatian terhadap hasil duel jilid empat dimana Pacquiao secara mengejutkan kalah knockout ronde enam. "Duel jilid lima ini akan jadi duel terbesar sepanjang sejarah tinju. Lebih hebat dari laga Pacquiao-Mayweather," kata Arum dikutip dari Los Angeles Time, kemarin. "Namun untuk menggelarnya pada 20 April adalah hal menggelikan. Kita butuh persiapan maksimal untuk partai akbar ini," katanya.

Pada laga yang berlangsung di MGM Arena, Minggu (9/11/2012) pagi, Pacman, panggilan Pacquiao kalah Knockout (KO) pada ronde keenam. Kekalahan itu juga membuat dirinya gagal mempertahankan rekor tak terkalahkan dari Marquez. Tiga laga sebelumnya, Pacman menang dua kali, sedangkan satu lagi berakhir draw.

Ini merupakan kedua kalinya secara berturut-turut Pacman menderita kekalahan. Sebelumnya, pada Juni lalu, petinju berusia 33 tahun itu dipaksa melepas sabuk juara WBO Welterweight, usai dikalahkan petinju Amerika Serikat, Timothy Bradley. Hal tersebut membuat beberapa pihak beranggapan kalau ketangguhan Pacman telah berkurang.

Hal tersebut membuat istri dan ibunda Pacman memintanya untuk menggantung sarung tinju. Ketika ditanya apakah ia ingin suaminya pensiun, Istri Pacman, Maria Geraldine "Jinkee" Jamora secara tersirat mengiyakan. "Anda tahu jawabannya. Dia (Pacquiao) juga tahu apa yang saya inginkan," ujar Jinkee, seperti dilansir Boxingscene, Selasa (11/12/2012).

Ibunda Pacman, Dionesia, yang tak pernah menyaksikan pertandingan anaknya secara langsung, juga mengatakan hal sama. Bahkan, ia mengaku sudah sejak lama meminta Pacman menggantung sarung tinjunya.

"Sekarang sudah saatnya pensiun karena dia mulai bertinju pada usia muda. Saya selalu berdoa. Saya meminta Tuhan untuk memberitahunya agar berhenti," ujar Dionesia, yang merasa syok, bahkan hampir pingsan, melihat anaknya jatuh terkapar.

Toh, kendati mendapat permintaan dari dua wanita yang disayanginya, Pacman tampaknya belum akan menggantung sarung tinju dalam waktu dekat. "Saya tak ingin menyakiti keluarga saya dan juga orang-orang yang mendukung mereka. Saya baik-baik saja. Ini adalah bagian dari pertandingan. Kadang menang dan kadang kalah," ujar Pacman, yang telah menelan lima kekalahan sejak memulai karier profesionalnya ini. (Tribunnews/den)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook