Puasa, Atlet dan Olahraga

Olimpiade London 2012 diadakan bertepatan dengan berlangsungnya puasa Ramadan. Seluruh umat Islam, tak terkecuali yang berstatus atlet, tetap harus menjalankan ibadah wajib tersebut.

Tentu saja selain Olimpiade, pertandingan olah raga lain juga tak berhenti, termasuk di dalam negeri. Kendati dalam ajaran Islam ada rujukan tentang musafir - muslim yang dalam perjalanan diperbolehkan membatalkan puasa - pelatih tim nasional Indonesia, Nil Maizar menanggapi dilema atlet dan berpuasa cukup bijak. Pilihan ada pada masing-masing individu atlet. Mau tetap berpuasa atau tidak.

“Tergantung pribadi masing-masing. Jadi tidak ada masalah jika pertandingan diadakan saat bulan puasa,” ujarnya kepada Vista.

Namun setiap atlet pasti mempunyai jadwal latihan yang ketat. Apalagi jika ada sebuah turnamen. Porsi latihan bisa ditambah.

Terkait dengan puasa ini, Nil Maizar mengakui bahwa porsi latihan mengalami penyesuaian. Jika biasanya latihan diadakan pagi dan sore, pada bulan puasa dilakukan malam hari setelah berbuka puasa.

Begitu pun dengan lamanya latihan. “Porsi latihan dikurangi kira-kira 30-50 persen untuk menyiasati agar atlet tetap berlatih di bulan puasa. Waktu dua jam yang biasanya dihabiskan untuk berlatih, bisa juga dikurangi menjadi satu jam,” imbuhnya.

Kurniawan Dwi Yulianto, striker PPSM Kartika Nusantara Magelang yang juga mantan penyerang timnas Indonesia, menyatakan hal senada. Puasa sama sekali tidak menjadi hambatan baginya untuk berlatih. Meski harus menyesuaikan kondisi tubuh yang haus dan lapar, namun tetap mengeluarkan banyak tenaga.

Dia juga juga mengaku bahwa selama ini tidak terganggu dengan jadwal pertandingan saat puasa. Apalagi biasanya, pertandingan berlangsung saat malam hari.

“Berpuasa  merupakan pilihan individu masing-masing. Asal pemain tersebut kuat dan yakin tidak jadi masalah untuk tetap bertanding saat puasa,” ujarnya.

Pemain yang mempunyai julukan si 'kurus' ini juga menerangkan, tidak ada makanan khusus yang dikonsumsi selain vitamin suplemen. Hanya latihan saja yang dikurangi, yang biasanya dilakukan pagi dan sore hanya dilakukan sekali saja pada saat sore hari.

“Latihan dikurangi, waktunya dipersempit, lebih efesien saat bertanding,” ungkapnya.
Kegiatan yang dilakukan model Kurniawan ini juga direkomendasikan oleh dokter spesialis olah raga, Grace Tumbelaka. Waktu yang baik untuk berolah raga, termasuk bagi atlet saat berpuasa adalah sore hari menjelang waktu berbuka.

Alasannya, olah raga membuat tubuh bakal kekurangan cairan. “Setelah berbuka, tubuh akan mendapatkan kembali yang dibutuhkan,” ujarnya.

Mengenai lamanya waktu berolah raga, menurut Grace, sebenarnya sangat bergantung pada kemampuan masing-asing individu. Namun dia mengingatkan, yang penting jangan dilupakan, setiap 20-30 menit latihan inti, harus didahului pemanasan antara 5-10 menit. Setelah itu, ada proses pendinginan selama 10 menit, yang di dalamnya terdapat peregangan.


BACA JUGA:

Beragam Kisah Pertandingan 'Main Sabun'

Lima Penyerang Tersubur Timnas Indonesia

Atlet Indonesia yang Mengganti Warga Negara

Tiga Alasan Erick Tohir Membeli DC United

Apa Manfaat Kedatangan Pemain dan Klub Asing?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.