Sulitnya Petarung Beladiri Bebas Indonesia Menjadi Profesional

Ajang pertarungan beladiri bebas (Mix Martial Art - MMA), One Fighting Championship (One FC) akan kembali ke Indonesia pada 13 September 2013 nanti di Istora Senayan, Jakarta. One FC pertama kali digelar di Jakarta pada Februari 2012 lalu. Acara yang selalu ditonton hingga belasan ribu orang dan disiarkan ke berbagai negara di Asia, Eropa dan Amerika Serikat itu juga diselenggarakan di Malaysia, Singapura dan Filipina.

Khusus di Indonesia, panitia menargetkan sekitar 15 ribu orang akan datang. "Makanya kami memindahkan arena dari Kelapa Gading di tahun lalu ke kawasan Senayan yang lebih luas," jelas Victor Cui, CEO One FC di Hotel Mulia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Victor mengatakan bahwa One FC akan digelar di Jakarta selama empat tahun ke depan. Salah satu alasannya kembali menggelar One FC di Indonesia ialah karena fans di sini dinilai fanatik.

"Saya kagum dengan suara gemuruh fans Indonesia. Makanya kami tertantang menyiarkan One FC dari sini agar dunia tahu seperti apa fans Indonesia," imbuhnya.

Petarung-petarung dari Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Brasil, Amerika Serikat sampai Eropa juga akan bertanding di kerangkeng - sebutan untuk ring One FC. Aksi mereka akan disiarkan ke 28 negara dan diprediksi sekitar satu milyar orang akan menontonnya melalui layar televisi.

One FC juga mengundang sejumlah petarung Indonesia. Dua di antaranya adalah Vincent Majid dan Stefer Rahardian.

Vincent yang menguasai beladiri Judo, Sambo dan Jiu Jitsu menyambut antusias ajang tersebut. "Senang banget saat pertama ditawari tanding di sini. Karena dari dulu ingin sekali menjadi profesional, tapi nggak tahu harus ke mana," jelas peraih medali emas judo kelas di atas 100 kilogram di PON Riau 2012 lalu tersebut di tempat dan kesempatan yang sama.

Vincent menambahkan jika menjadi atlet nasional, tekanan atau adrenalin hanya memuncak beberapa tahun sekali - mengikuti jadwal pesta olahraga nasional atau regional. Selebihnya hanya untuk berlatih. 

Sedangkan jika menjadi atlet profesional, setidaknya ada jadwal pertandingan/kompetisi yang berdekatan dengan lawan dan tantangan yang lebih berat.

"Di Indonesia belum ada ajang MMA seperti ini," ujarnya.

Berbeda dengan kondisi di Malaysia atau Filipina. Di sana ajang beladiri bebas rutin digelar. Sasana untuk tempat berlatih pun lengkap. Makanya sudah ada petarung Malaysia atau Filipina yang beradu kemampuan dengan petarung dari Jepang atau Amerika Serikat di One FC.

Stefer Rahardian juga mengamini apa yang dikatakan oleh Vincent. "Di Jakarta saja sudah cukup banyak tempat berlatih dan atlet MMA-nya. Ajangnya yang tidak ada," jelas petarung yang masuk di kelas Bantam itu.

Petarung yang menguasai Jiu Jitsu Brasil dan Gulat itu malah tidak mengetahui apakah ada wadah organisasi resmi bagi para petarung beladiri bebas - seperti Pertina untuk tinju amatir atau Forki untuk karate.

Keduanya berharap dengan ajang seperti One FC, semakin banyak petarung beladiri bebas yang termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuannya dan menunjukkannya kepada dunia.

Beladiri bebas atau Mix Martial Art adalah seni beladiri yang petarungnya mengkombinasikan dua atau lebih beladiri. Biasanya terdiri dari Karate, Judo, Tinju, Gulat, Muay Thai, Jiu Jitsu Brasil, Kung Fu, Aikido, Silat dan lain-lain.

Para petarung yang bertanding di One FC akan ditempatkan di di dalam kerangkeng kawat dengan luas 71 meter persegi. Mereka akan bertarung dalam tiga ronde x 5 menit, dengan istirahat di antara ronde selama 1 menit.

Pertandingan akan diawasi oleh satu wasit di dalam kerangkeng dan dinilai oleh tiga juri yang duduk di luar kerangkeng. (Aturan lebih jelas)





Gina Carano Bicara Adegan Perkelahiannya dengan Michelle Rodriguez:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.