Milan Peringati Boateng untuk Taati Kode Etik Klub

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- AC Milan menegur playmaker andalannya, Kevin Prince Boateng yang dinilai terlalu mengumbar kemesraan dengan kekasihnya yang seorang model keturunan Amerika-Italia, Melissa Satta. Milan memeringati Boateng untuk menaati kode etik yang berlaku di klub.

Ya, pasangan kekasih ini kerap menjadi headline pemberitaan di media Italia. Alasannya, pasangan tersebut acap mempublikasikan foto kebersamaannya di media sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Sayangnya, kelakuan gelandang asal Ghana itu tak mendapat persetujuan I Rosonerri. Klub asal kota mode itu sangat tidak menyukai ada pemainnya yang terlalu mengekspos kehidupan pribadi, terlebih bersama-sama pasangannya di media massa.

Il Diavollo Rosso menuntut gelandang 25 tahun itu untuk menaati peraturan di dalam klub, salah satunya dengan tidak sering keluar malam dan memposting foto di jejaring sosial.

“Terlalu banyak tampilan di surat kabar dan ada banyak penampilan di televisi. Melissa Satta menyebabkan masalah bagi kekasihnya Kevin Prince Boateng,” ujar agen Milan kepada media Italia.

Untungnya Boateng masih mendengarkan saran klub dan setuju untuk mematuhinya. Namun sayang, Satta malah mengindahkan peringatan 'lumbung nasi' kekasihnya tersebut. Model kelahiran Amerika Serikat ini malah semakin sering memposting foto-fotonya di Facebook dan Twitter setelah diperingati Milan.

Lihat Juga:

Fabrice Muamba Pingsan dan Kritis

Jenson Button Tercepat di GP Australia

Gadis-gadis Seksi di Sirkuit Balapan

Jessica Ennis, Si Cantik dan Atletis

Legenda Hidup Dunia

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.