Mika Hakkinen Disiplin Berkendara  

TEMPO.CO, Jakarta-Mantan juara Formula One, Mika Hakkinen mengatakan sebagai pembalap sangat membutuhkan disiplin tinggi. »Disiplin itu penting untuk saya,” kata peraih dua kali juara dunia F1 ini di Bluegrass Bar & Grill , Kuningan, Jakarta, Kamis 29 November 2012.

Pria kelahiran 28 September 1968 ini mengatakan harus secara disiplin tidak mengkonsumsi alkohol ketika mengendarai mobilnya. Ia mengaku akan memilih menyuruh temannya untuk menyetir atau menggunakan taksi setelah mengkonsumsi minuman keras itu.

Ia mengatakan perlu untuk mengontrol diri terutama saat mengkonsumsi alkohol. Maklum saja ia biasa mengendarai mobil dengan kecepatan sangat tinggi. »Mengendarai mobil dengan kecepatan 360 km/jam membutuhkan disiplin dan konsentrasi tinggi,” katanya yang meraih juara pada 1998-1999 ini.

Selama tiga hari di tanah air, pria yang baru pertama kali ke Indonesia ini akan mengkampanyekan program sosial Join the Pact »Responsible Driving”—program yang digelar sejak akhir 2006 lalu. Tujuan kampanye untuk mempromosikan agar pengemudi tidak mabuk saat menyetir. Sebelumnya ia telah berkeliling ke 30 negara, sejak menjadi Duta Johnnie Walker pada 2007.

Dalam kampanyenya hari ini, ia juga mendemonstrasikan keahliannya mengendarai mobil balap Johnnie Walker, Caparo Supercar yang didesain untuknya di Epicentrum, Kuningan, Jakarta.  Ia mengajak lima orang pendamping untuk menikmati aksinya itu.

Mereka adalah model Sharlotta Senk, artis Ratna Galih, Imelda Therine, pembawa acara Kenes Andari, dan Addry Danuatmaja. »Asyik, seru,” kata Lotta Senk yang mengaku baru pertama kali mencoba mobil balap yang didesain untuk pertandingan F1 itu.

MITRA TARIGAN|MARTHA WARTA S

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook