Lorenzo Paling Berpeluang Juara Dunia

TRIBUNNEWS.COM – MotoGP 2012 baru memasuki seri Ke-14 dari 18 seri di musim ini, namun siapa yang akan jadi juara sudah bisa ditebak. Pembalap Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo diperkirakan akan menjadi juara musim ini dan penentuan juaranya di Philip Island. Hal itu disampaikan oleh kru chief asal Australia, Jeremy Burgess.

Meski kans juara yang paling besar milik Lorenzo, namun Dani Pedrosa dari Repsol Honda tetap akan memberikan perlawanan ketat. Setelah cederanya Casey Stoner, Lorenzo mendapatkan kesempatan besar untuk kembali merebut gelar juara dunia MotoGP dari Stoner. Persaingan perebutan juara dunia pada saat ini terjadi antara dua rider sesama Spanyol yaitu Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa.

MotoGP di Philip Island, Australia bulan depan menjadi momen krusial untuk memastikannya. Di musim terakhir dalam karier balap MotoGP-nya, Stoner berharap untuk bisa kembali fit agar dia bisa melakukan balapan perpisahan terakhir di tanah airnya. Di saat yang sama itu, Lorenzo dan Pedrosa sama-sama bertarung untuk perebutan gelar juara.

Dalam kiprahnya di balapan motor, Burgess adalah kru yang telah berpengalaman membantu Valentino Rossi meraih tujuh gelar juara dunia MotoGP. "Gelar juara musim ini sudah sangat jelas akan menjadi milik Jorge Lorenzo, tapi saya juga masih punya keyakinan akan masih ada pertarungan yang sangat ketat antara dia dengan Dani Pedrosa," kata Burgess.

"Dengan lima seri balapan tersisa dan Casey Stoner sudah tak bisa lagi bersaing karena cedera maka persaingan juara praktis hanya terjadi di antara dua pembalap itu," katanya.

Menghadapi balapan akhir pekan ini yang akan digelar di sirkuit Aragon, Lorenzo masih memimpin di klasemen sementara dengan keunggulan 38 poin dari Pedrosa, sedangkan sisa kesempatan balapan musim ini hanya tinggal lima seri lagi.

Jika Lorenzo terus mempertahankan keunggulan dan keunggulannya atas Pedrosa berjarak 25 poin atau lebih setelah MotoGP di Philips Island, maka tak perlu lagi memastikannya di seri terakhir Valencia karena gelar juara sudah pasti di tangan. Namun, jika selisih keunggulannya kurang dari 25, maka Lorenzo perlu bersaing lagi di MotoGP seri pamungkas di Valencia.

Keunggulan Lorenzo atas Pedrosa di klasemen sementara cukup besar dipengaruhi dengan hasil balapan di San Marino beberapa waktu lalu. Karena pada saat Lorenzo jadi pemenang, Pedrosa malah mengalami kecelakaan di lap pertama sehingga tak bisa melanjutkan balapan.

Apalagi Lorenzo, juara dunia MotoGP 2010 itu sudah meraih enam kali kemenangan dalam 13 seri balapan, sedangkan Pedrosa baru tiga kali meraih kemenangan.

"Kesenjangan poin sekarang ini sudah lebih jelas terlihat di klasemen sementara sampai saat ini. Dengan selisih 38 poin, Saya masih merasa bisa tenang tapi saya juga merasa perlu mengerahkan semua usaha dan mendorong agar saya bisa tetap menang," kata Pedrosa menjelaskan tentang persaingannya melawan Lorenzo.

Lorenzo sudah memenangkan balapan di Qatar, Prancis, Catalan, Inggris, Italia, dan San Marino. Jika Lorenzo kembali memenangkan salah satu dari empat seri balapan seperti di Spanyol, Jepang, Malaysia, dan Australia, maka gelar juara dunia sudah hampir pasti menjadi miliknya.

Lorenzo juga memiliki motivasi tambahan untuk memenangkan seri balapan. Satu kali kemenangan lagi maka dia akan menyalip perolehan kemenangan yang diraih oleh legenda balap Wayne Rainey.

Kemenangan di Sirkuit Misano, San Marino, pada dua pekan lalu adalah kemenangan Ke-23 Lorenzo di ajang MotoGP, sehingga dia melewati rekor Geoff Duke, John Surtees, dan "King" Kenny Roberts. Kemenangan terakhir Lorenzo itu juga menandai kemenangan ke-50 bagi pembalap Spanyol sejak era kelas MotoGP kategori empat-tak dimula pada 2002

Kini ia mengincar rekor kemenangan Wayne Rainey, yang seperti dirinya, meraih seluruh kemenangan bersama tim Yamaha. Dengan lima seri tersisa pada musim 2012 ini, serta konsistensi yang diperlihatkan sejak awal musim, bukan mustahil Lorenzo bahkan bisa melebihi rekor Rainey.

Lorenzo juga penasaran untuk bisa merasakan kemenangan di Aragon. Karena dalam dua kali menjadi tuan rumah MotoGP sejak 2009, kemenangan selalu diraih Casey Stoner. Dengan absennya Stoner, kesempatan Lorenzo semakin terbuka. (Tribunnews/mba)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook