Lewy Hijrah ke United, Madrid, atau Arsenal?

TEMPO.CO , Dortmund - Franciszek Smuda tak berpikir panjang ketika seorang agen memintanya datang ke Gliwice di sebelah selatan Polandia. "Anda harus melihat pemain ini, dia sangat hebat," demikian sang agen membujuk. Smuda, kala itu masih membesut klub lokal Polandia, Lech Poznan, langsung memacu mobilnya. Padahal jarak dari Poznan ke Gliwice mencapai 300 kilometer.

Tapi harapan melihat pemain hebat buyar begitu ia tiba di Gliwice. Robert Lewandowski, pemain berusia 20 tahun yang disebut-sebut si agen sangat berbakat, bermain biasa saja. Tak ada yang istimewa kecuali tubuhnya yang cukup atletis. »Kamu berhutang duit bensin kepadaku,” kata Smuda kepada agen tersebut, lima tahun yang lalu. Ia hanya 15 menit di Gliwice, dan balik ke Poznan dengan tangan hampa.

Kini Smuda mengingat kisah lima tahun lalu itu dengan wajah memerah. Lewandowski, yang dinilainya biasa-biasa saja, tampil begitu impresif kala Borrusia Dortmund mencukur Real Madrid 4-1 di laga pertama semifinal Liga Champions, Rabu lalu. Lewy—begitu Lewandowski biasa disapa—memborong keempat gol tersebut.

Ia mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak hat trick ke gawang Real Madrid di Liga Champions, dan menorehkan namanya sebagai pemain pertama yang pernah mencetak empat gol dalam satu pertandingan di Liga Champions sejak Mario Gomez. Lewy, yang dulu diremehkan Smuda, kini menjadi bintang.

Lewy pertama kali mengenal sepak bola dari ayahnya, Krzystof, yang bermain di klub lokal Hutnik Warsaw. Krzystof juga seorang pejudo profesional, sehingga Lewy kecil tak hanya belajar menendang bola, tapi juga diajari memasang kuda-kuda untuk menjaga keseimbangan.

Adapun ibu dan adiknya adalah pemain voli profesional. Ibunya memperkuat tim voli AZS Warsaw, sedangkan adiknya tergabung dalam tim nasional bola voli U-21 Polandia. Dari keduanya, Lewy belajar melompat. Tak hanya ayah, ibu, dan adiknya yang atlet. Bahkan pacarnya pun, Anna Stachurska, seorang karateka. Tapi Lewy, tentu saja, tak belajar memukul.

Darah atlet yang mengalir di tubuhnya menjadi modal besar saat ia mulai menjajaki kariernya di sepak bola. Pada 2006, ia bergabung di klub divisi tiga Polandia, Znicz Pruszkow. Ia tak butuh waktu lama untuk cemerlang. Saat itu Lewy mencetak 15 gol dan membawa klubnya promosi ke divisi dua. Ia juga menyabet gelar top scorer.

Musim berikutnya, di klub yang sama, penampilannya makin menggila. Ia menorehkan 21 gol, dan lagi-lagi didaulat menjadi top scorer. Prestasi ini membuat Lech Poznan, klub divisi utama Polandia, kepincut. Bersama klub barunya, Lewy lagi-lagi menunjukkan kedigdayaannya. Ia mencetak 32 gol dan, sekali lagi, menjadi top scorer.

Lewy pindah ke Dortmund pada musim 2010/2011. Di sini ia butuh waktu lama untuk beradaptasi. Bahkan ia pernah mendapat julukan »Lewandoofski”. Doof dalam bahasa Jerman berarti bodoh. Ejekan ini dilekatkan pendukung Dortmund kepadanya setelah ia berulang kali gagal mencetak gol. »Tapi saya datang ke sini (Dortmund) bukan untuk menyerah,” ucapnya.

Ketabahan membuatnya bertahan. Perlahan tapi pasti, Lewy menemukan performa terbaiknya. Pada akhir musim, ia menyumbangkan delapan gol dan membawa Dortmund menjuarai Bundesliga. Musim berikutnya, Lewy makin kinclong.

Ia mencetak 22 gol dan untuk kedua kalinya membawa Dortmund menjadi juara Bundesliga. Ia juga membawa Dortmund merebut trofi Piala Jerman dan menjadi top scorer dengan 7 gol.

Musim ini, meski gagal mempertahankan gelar Bundesliga, Lewy telah menyumbangkan 23 gol, dan lagi-lagi menjadi top scorer sementara. Namanya makin kinclong setelah memborong empat gol ke gawang Real Madrid. Tak mengherankan jika Manchester United, Real Madrid, Bayern Muenchen, dan Arsenal memperebutkannya.

Tapi Lewy mungkin tak akan ke Bayern Muenchen karena mereka telah menggelontorkan 37 juta euro atau setara Rp 468 miliar untuk membeli Mario Gotze, rekannya di Dortmund. Pilihannya tinggal United, Madrid, dan Arsenal. Malik Barthel, agen Lewy, mengatakan mereka telah meneken kesepakatan dengan salah satu klub.

»Ada klub yang memberikan penawaran menarik,” kata Barthel, tanpa menyebut nama klub. »Mereka bersedia memenuhi semua permintaan Dortmund dan Lewandowski. Dortmund pun telah memastikan bahwa Lewandowski bisa pindah akhir musim ini.”

GUARDIAN | REUTERS | GOAL | DWI RIYANTO AGUSTIAR


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook