Laga Home Arema Pasti Masih Bocor

Laporan dari M Zainudin wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,MALANG -Panpel Arema Cronous, Abd Haris mengakui penggunaan gelang karet sebagai pengganti tiket masih rentan kebocoran. Panpel tetap akan menggunakan gelang karet bagi suporter yang akan menyaksikan laga Arema di Stadion Kanjuruhan.

Tapi dibandingkan karcis, kebocoran gelang karet lebih rendah. Kebocoran tiket bisa mencapai dua persen setiap laga. Sedangkan kebocoran gelang karet hanya sekitar satu persen.

Haris membedakan kebocoran saat penggunaan karcis dengan gelang karet. Kebocoran saat penggunaan tiket terjadi karena keteledoran oknum penjaga tiket dan kurang tertibnya oknum Aremania. Artinya, penjaga tiket itu kurang teliti memeriksa karcis suporter.

“Atau oknum Aremania yang masuk tanpa menggunakan tiket,” kata Haris, Selasa (19/2/2013).

Sedangkan terjadinya kebocoran saat penggunaan gelang karet karena memang kesengajaan dari manajemen. Menurutnya, manajemen memang memberi toleransi terhadap beberapa jenis suporter yang menyaksikan laga home Arema.

Dia mencontohkan suporter anak-anak yang biasanya hanya membeli satu tiket untuk dua orang. Suporter yang membawa drum juga mendapat toleransi tidak membeli tiket masuk.

“Kalau anak-anak, kami kan tidak tega menarik harga sebagaimana orang dewasa. Makanya kami biarkan anak-anak membeli tiket satu untuk dua orang,” tambahnya.

Laga Singo Edan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (24/2/2013) nanti dipastikan dibanjiri Aremania. Apalagi Arema sudah berhasil memecahkan rekor ‘jago kandang’ saat menantang Persija Jakarta lalu.

“Gelang karet yang kami cetak untuk laga nanti sebanyak 33.000 gelang. Jumlah sesuai kapasitas stadion,” terang Haris.

Liga Indonesia
  • APPI: Daripada Kongres Lebih Baik Lunasi Gaji Pemain
  • Pertahanan PSPS Jadi Sorotan
  • PSM Makassar Ingin Jumlah Klub IPL Dikurangi
  • Andi Darussalam Dukung Bosowa Beli Klub ISL, Walikota Menolak
  • PSSI Tak Percaya pada Surat FIFA untuk Menpora
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook