Ketika Pria Bertemu Sepak Bola

Ghiboo.com - Tak perlu diragukan lagi kebanyakan pria suka dengan sepak bola.


Namun masih saja jadi pertanyaan di kalangan kaum hawa, kenapa satu bola harus diperebutkan oleh 22 orang?


Sigh! Jangan keburu kesal dulu! Menurut beberapa pria tangkapan Cosmo, fenomena ini dapat menjadi satu pembelajaran yang baik, lho!



Mau tahu apa saja alasan mereka menyukai sepak bola? Ini dia:


Loyalty


Bagi seorang pria, jika ia sudah memilih satu klub sepak bola favorit, apa pun yang terjadi, menang atau kalah, klub tersebut akan selalu ada di hatinya.


Mereka bahkan bisa saja mengalami kesedihan yang cukup dalam saat melihat klub kesayangan kalah dalam pertandingan final. So, Anda ingin menguji kesetiannya? Coba saja tanya apa klub sepak bola favoritnya sejak dulu.



Togetherness


Pria mengaku akan mudah jatuh cinta pada wanita yang mendukung hobi sepak bola mereka. Melalui sepak bola, ia bisa bertemu dengan teman baru dari segala penjuru dunia karena memiliki hobi dan klub favorit yang sama. Yup, layaknya pria yang begitu sabar menemani Anda berlama-lama di salon, Anda juga perlu sesekali terjun langsung berhadapan dengan hobinya ini. Bertemu dan mengenal lebih dekat lingkungan sosialnya buat ia merasa nyaman berada di dekat Anda.



Feel The Excitement


Sebanyak 9 dari 10 pria mengaku kalau ia rela membatalkan janji dengan kekasih demi menonton pertandingan klub bola favoritnya. Menjengkelkan, memang! Tapi jangan lantas ngambek dulu, dear! Coba deh sesekali ikut menemaninya bermain atau menonton pertandingan ini. Keseruan yang didapat ternyata tak kalah dengan saat Anda berbelanja mengelilingi mal, kok!



(Majalah Cosmopolitan Indonesia, Edisi Juni 2011)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.