Kecewa pada Djohar Arifin, Nilmaizar Merasa Kerjanya Tak Dihargai

TRIBUNNEWS.COM – Pelatih tim nasional Indonesia, Nilmaizar menyesalkan tindakan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, yang secara tiba-tiba menunjuk pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco, untuk menangani timnas Indonesia dan Timnas U-23, yang dipersiapkan berlaga di SEA Games 2013.

Menurut Nilmaizar, dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan timnas, di tengah kondisi sepakbola nasional yang tidak kondusif. Namun kini dengan penunjukan Luis Manuel Blanco menjadi pelatih timnas menggantikan dirinya, Nilmaizar merasa PSSI tidak menghargai kerjanya.

"Saya sudah mendengar kabar itu. Sekarang kalau misalkan tiba-tiba saya diperlakukan seperti ini, ya silakan. Mungkin rencana ini sudah lama. Tetapi silakan saja kalau PSSI mau menggantikan saya. Saya tidak masalah. Biarkan masyarakat yang menilai,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (8/2/2013).

Konflik sepakbola nasional yang terjadi, membuat pelatih timnas kesulitan membentuk tim yang berisikan para pemain terbaik Indonesia yang bermain di kompetisi ISL maupun IPL.

Nilmaizar mengatakan, jika kondisi sepakbola di Indonesia tetap seperti sekarang, maka penunjukan mantan Blanco menjadi pelatih timnas, akan percuma. “Selama ini pemain, pelatih, berjuang demi Merah Putih di tengah kondisi yang kurang kondusif. Pemain berlatih, sementara pelatih berjuang sendiri. Silahkan menghadirkan pelatih baru. Tetapi dengan kondisi seperti ini, dia akan sama seperti saya,” tuturnya.

Mantan pelatih Semen Padang itu mengaku dia mendapatkan dukungan dari keluarganya untuk melatih timnas. “Saya yang diminta menjadi pelatih selama ini. Tapi saya berpikir begini, bagaimana saya berjuang untuk memimpin timnas. Saya tahu, banyak di luar sana yang mencibir saya, pemain saya. Tapi saya selalu berpikir positif sajalah,” katanya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook