FOOTBALL EXTRA: Sisi Baik, Unik, Dan Menggelitiknya Mario Balotelli


OLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti Adhe Makayasa di twitter

Siapa yang tak kenal Mario Balotelli? Tentunya setiap penggemar Liga Primer pernah mendengar namanya -- paling tidak. Selama ini, ia dikenal sebagai sosok yang bengal, tidak profesional, urakan dan lain sebagainya. Namun, bukan permasalahan tersebut yang akan kita bahas. Kali ini, kita coba sajikan berbagai hal baik, unik dan menggeletik dari seorang Mario Balotelli.

Tepat pada musim panas 2010 lalu, manajer Manchester City saat ini, Roberto Mancini, memboyong pria berpaspor Italia itu ke Etihad Stadium. Tak tanggung-tanggung, Don Mancio bahkan meminta pihak klub untuk mengeluarkan dana tak kurang dari €22 juta--hanya untuk membeli pemuda berusia 20 tahun [pada saat itu]. Selebihnya, cerita pun dimulai.

Suatu hari, Balotelli pernah dikabarkan menolong seorang anak yang mengalami kasus bullying di sekolah. Lebih jauh, anak tersebut bahkan tidak mau bersekolah. Akan tetapi, suatu saat ketika sang anak bertemu Balotelli, pria keturunan Ghana itu langsung mengantarnya untuk menemui kepala sekolah di mana ia menimba ilmu.

Menurut berita seperti yang dilansir metro.co.uk, Balotelli dengan tegas meminta sang kepala sekolah untuk menghentikan tindakan semacam itu. Dan dalam sebuah kutipan masih menurut metro, salah satu sumber yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan: “Mario merasa perlu bertindak atas kasus bullying dan langsung coba untuk menyelesaikan masalah yang ada. Dia tidak ragu untuk memperbaiki keadaan karena ia merasa sang anak tidak boleh kehilangan sekolah,” demikian. How sweet!

Selain itu, Balotelli juga sempat diungkap sisi kemanusiaannya setelah ia memberi ‘santunan’ kepada seorang tuna wisma. Ceritanya, saat ia memenangkan sebuah perjudian di sebuah casino di Manchester -- sebesar £25 ribu -- mantan pemain Inter ini dikabarkan memberi £1.000 [sekitar Rp15,5 juta] jackpot-nya kepada orang tersebut.

Balotelli punya kisah unik mengenai sulap. Kejadiannya, ketika ia berjalan-jalan di Trafford Centre dan bertemu seorang pesulap yang tengah mempertontonkan beberapa trick magic, Balotelli dengan tegas meminta ia untuk mengajarinya. Akan tetapi, sang pesulap berkata: “Tidak, saya tidak mengajarkan magic.” Seketika itu pula, Mario lantas pulang ke rumahnya. Sejengkal kemudian, ia terpikir bahwa dirinya melewatkan sesuatu. Mario berpikir bahwa ia masih penasaran akan aksi tersebut yang seolah mengganjal di kepalanya.

Kemudian diceritakan, Balotelli langsung kembali ke Trafford Centre di mana pesulap itu berada. Seketika itu pula, pria berpenghasilan tinggi ini lantas meminta sang tukang sulap untuk mengajarinya di tempat. Namun apa daya, pesulap itu justru menolak permintaan Mario karena ada banyak orang di sana, dan ia tidak bisa mengungkapkan ­trick­-nya dihadapan publik.

Tak mau putus asa, Balotelli yang sedang selo (memiliki waktu luang) lantas meminta sang pesulap untuk mengajarinya magic di kediaman pribadi milik bintang Manchester City ini. Dikutip dari Daily Mail, Balotelli bahkan rela mengantar tukang sulap itu untuk pulang ke rumahnya terlebih dahulu guna bersantap malam.

Setelahnya, Super Mario langsung mengajak si tukang sulap untuk datang ke rumahnya, dan di sanalah ia belajar ilmu. Namun, dasar skill Balotelli yang hanya mumpuni di lapangan bola, ia cuma bisa mempelajari satu trick hingga saat ini. “Namanya juga magic, selalu sulit,” ujar Balotelli saat diwawancarai Noel Gallagher dalam sebuah kesempatan.

Why Always Me?

Masih ingat dengan ini? Ya, tulisan inilah yang terpampang di dada Balotelli ketika ia mencetak gol dalam kemenangan 6-1 City atas United pada derby Manchester, 23 Oktober 2011 silam. Meski dianggap memiliki selera humor yang bagus, Super Mario tak kuasa untuk menghindari hukuman kartu kuning dari wasit Mark Clattenburg. Selebihnya, ia pun jadi bahan pembicaraan media serta banyak orang.



Selebrasi Hulk

Pada 28 Juni, tepatnya semi-final Piala Eropa 2012, Mario Balotelli kembali beraksi. Kali ini, gaya selebrasinya menjadi bahan tertawaan banyak orang -- terlepas gol yang ia cetak memang bagus. Dalam kesuksesan membekuk Jerman dengan skor akhir 3-1, cerita Balotelli dan selebrasi Hulk-nya justru dijadikan bahan ‘olok-olokan’. Lebih jauh, ia pun hingga kini masih saja mendapati dirinya di-troll banyak kalangan. 



Main-Main Saat Sesi Latihan Euro 2012

Betapa bahagianya Mario Balotelli pada gambar di samping. Bagaikan anak kecil yang menerima hadiah dari orang tuanya, striker timnas Italia ini justru tak menggubris keadaan di sekitar dengan 'asik bermain tongkat'. Adapun, gambar itu sendiri di ambil saat ia menjalani pelatihan di kamp latihan Azzurri.

Mantan leader Oasis Noel Gallagher, yang juga merupakan fan setia Manchester City, tak ragu untuk menyebut Balotelli sebagai salah satu superstar terbesar di dunia sepakbola Inggris. Dalam sebuah keterangan, ia menyatakan bahwa Super Mario berasal dari planet lain yang mendarat tepat di klub kebanggannya.

“Saya tidak mengerti, sepertinya dia berasal dari planet lain. Saya juga merasa senang ia bermain untuk City, dan bahkan jika ia tidak bermain untuk City, kita semua masih menyukainya. Dia adalah pemain yang suporter United sekalipun akan jatuh cinta kepadanya, karena ia mengingatkan mereka akan sosok Cantona dan memiliki karakter seperti itu.”

“Dia adalah salah satu bintang terbesar di dunia sepakbola Inggris, hanya dalam kurun beberapa tahun saja. Dia adalah pahlawan bagi saya, saya suka dia. Dengar, Mario bukan berasal dari planet ini, siapa yang tahu apa yang sedang ia pikirkan, dia berasal dari suatu tempat lain di jagat raya ini--dan ia mendarat di klub kami [City], terimakasih Tuhan ia berada di klub kami.”

Sementara, mantan pelatih Balotelli di Inter Jose Mourinho juga tak mau ketinggalan. Ia pernah berkata bahwa dirinya bisa menulis sebuah buku dengan tebal halaman mencapai 200, hanya untuk mengisahkan Balotelli.

“Saya bisa menulis sebuah buku yang memiliki tebal 200 halaman dalam dua tahun saya di Inter bersama Mario. Namun, buku itu tidak akan jadi sebuah drama, namun sebuah komedi,” ujar Mourinho saat diwawancarai oleh CNN.

“Saya ingat ketika kami pergi ke Kazan dan bermain di ajang Liga Champions, di partai itu, striker saya semuanya cedera. Tidak ada Diego Milito, tidak ada Samuel Eto’o, saya benar-benar berada dalam masalah, dan Mario hanya satu-satunya yang tersisa.

“Mario mendapat kartu kuning di menit ke-42, jadi saya kemudian pergi ke ruang ganti saat babak pertama dan menghabiskan 14 menit dari 15 yang tersedia hanya untuk berbicara dengan Mario.

“Saya berkata padanya: ‘Mario, saya tidak bisa mengubah Anda, saya tidak punya striker lagi di bench. Jadi, jangan sentuh siapapun dan bermainlah hanya dengan bola. Jika kita kehilangan bola, tidak ada reaksi. Jika seseorang memprovokasi Anda, tidak ada reaksi, dan jika wasit berbuat kesalahan, tidak ada reaksi.

“Menit ke-46, kartu merah!” Beber Mourinho sambil tertawa.

Terlepas tingkah polah seorang Mario Balotelli, kita patutnya bersyukur bisa melihat pemain seperti dia eksis di dunia sepakbola. Tanpa dirinya, perbincangan mengenai si kulit bundar hanya akan jadi pembicaraan serius. Dengan Mario, semuanya menjadi cair karena kita semua punya ‘bahan’ tersendiri dalam mengungkap setiap sisi di balik tingkah polahnya. Tetaplah seperti itu Mario! Hiburlah dunia ini. Cheers!

LATEST BLOG POSTS