FOKUS: Duel Jurgen Klopp Versus Jupp Heynckes, Dua Maestro Jerman Beda Generasi


OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter

Gary Lineker sekarang boleh mengakui kesahihan ucapannya sendiri pada level yang lebih baik. Duel pertemuan Inggris dan Jerman begitu sengit di medio 1980-an hingga pertengahan 1990-an sampai-sampai Lineker pernah melontarkan petuah getir, "Sepakbola adalah permainan sebelas melawan sebelas yang pada akhirnya dimenangkan Jerman".

Jerman mengalahkan Inggris di Wembley pada semi-final Euro 1996, tetapi empat tahun kemudian di Charleroi, Belgia, giliran gol tunggal Alan Shearer yang membungkam pasukan panser Erich Ribbeck. Jerman mengakhiri Euro 2000 hanya dengan satu poin dari tiga laga fase grup. Kegagalan itu memicu revolusi tatanan sepakbola Jerman sehingga enam tahun berselang mereka bangkit di Piala Dunia yang digelar di tanah sendiri. Tidak hanya menembus babak empat besar, di bawah kepelatihan Jurgen Klinsmann Jerman membelalakkan mata banyak fans dengan bermain atraktif.

Kini Robin Dutt yang tersenyum lebar dari kuping ke kuping. Eks pelatih Bayer Leverkusen itu kini menjabat sebagai direktur olahraga DFB menggantikan Matthias Sammer. Kursi pengurus boleh berganti, tetapi produktivitas Jerman sebagai pusat penggojlokan pemain muda dan pelatih mumpuni tetap terjaga. Menurut UEFA, Jerman kini memiliki 1.070 pelatih bersertifikat Pro, 5.500 memegang lisensi A, dan 28.400 mengantungi lisensi B. Pemain muda terus berdatangan di timnas senior Jerman sehingga Joachim Low tak perlu pusing memilih alternatif. Di Afrika Selatan tiga tahun lalu, Jerman bahkan menjadi tim termuda yang mampu menembus semi-final Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir.

Sukses Jerman kembali dibicarakan berkat penampilan gemilang Borussia Dortmund dan Bayern Munich di Liga Champions musim ini. Di babak empat besar, Dortmund dan Bayern menyingkirkan supremasi Spanyol melalui Real Madrid dan Barcelona. Bayern bahkan memukul Barcelona dengan skor agregat yang sulit diterima akal sehat, 7-0. Di final di Wembley, dua klub Jerman akan berebut tahta Eropa. Dua figur pelatih yang berdiri di belakang sukses tersebut adalah Jurgen Klopp dan Jupp Heynckes.


Anda tidak harus menyukai Klopp. Dia membiarkan jambangnya tumbuh liar, rambut belah tengah yang sudah ketinggalan zaman, dan gemar memakai tracksuit saat mendampingi timnya bertanding di lapangan. Belum lagi kegemaran Klopp berkata-kata serta memulai perang urat syaraf dengan kolega sasarannya di media massa. Tapi, di tangan pelatih 45 tahun inilah era baru kejayaan Dortmund dimulai.

Reputasi Klopp mulai dikenal sejak menangani FSV Mainz pada 2001 hingga 2008. Sebagai pemain, Klopp hanya pernah berseragam Mainz sepanjang 1989-2001 dengan posisi penyerang yang kemudian beralih menjadi pemain belakang. Pensiun pada usia 34 tahun, Klopp langsung dipercaya menjadi pelatih (dan sejak itu pula kebiasaan memakai tracksuit dilakukan sampai sekarang). Mainz diubahnya menjadi tim peserta Bundesliga 1 dan kemudian lolos ke Piala UEFA 2005/06. Bayern Munich dan Hamburg SV sempat tertarik, tetapi meragukan karakternya yang eksentrik dan tak jarang ceplas-ceplos.

Hanya Dortmund yang benar-benar memberikan kesempatan nyata pada 2008. Di kota kawasan Rhine-Westphalia ini Klopp membuktikan dirinya benar-benar klop. Pada musim pertamanya, Klopp membawa Dortmund menjuarai Piala Super Jerman dan finis di peringkat enam klasemen. Empat tahun setelah kedatangannya, Klopp memberikan Dortmund gelar ganda untuk kali pertama sepanjang sejarah dengan mengawinkan trofi liga dan DFB Pokal. Pencapaian itu terbilang luar biasa bagi Dortmund karena pada 2005 klub nyaris dinyatakan bangkrut.

Selama kiprah kepelatihannya itu pula, pelatih tinggi besar berjuluk Kloppo itu memperkenalkan banyak pemain muda. Mats Hummels yang tidak berguna di Bayern menjelma jadi palang pintu andalan tim; sementara banyak yang mencibir perekrutan Shinji Kagawa atau Robert Lewandowski dan kini lihat berapa nilai pasar keduanya di bursa transfer; dan belum lagi menyebut nama-nama calon bintang seperti Marcel Schmelzer, Mario Gotze, Neven Subotic, Kevin Grosskreutz, Sven Bender, hingga Marco Reus.

Di luar kegemaran melontarkan psy-war, Klopp pandai memotivasi anak buahnya. Seorang psikolog dan penulis Volker Kitz menganalisis bahwa Klopp menggunakan teknik "reframing" dalam memompa semangat timnya. Hasilnya, "menghadapi tim kecil Dortmund tetap merasa tertantang, sedangkan melawan tim yang lebih kuat Dortmund dapat melipatgandakan kepercayaan diri".

Dari segi taktik, inspirasi pertama Klopp sebagai pelatih datang dari metode Arrigo Sacchi membangun gaya bermain AC Milan awal 1990-an. Bersama pelatihnya di Mainz, Wolfgang Frank, Klopp sampai ratusan kali menyaksikan video bagaimana Sacchi melatih lini bertahannya, dengan para pemain seperti Paolo Maldini, Franco Baresi, dan Demetrio Albertini, tanpa menggunakan bola.

Pengakuan datang dari Jose Mourinho. Pelatih yang segera meninggalkan Madrid itu sudah beberapa kali menelepon Klopp untuk bertukar pendapat sebagai kolega. Tampaknya Mourinho terkesan dengan cara Klopp mematikan distribusi bola Madrid melalui Xabi Alonso serta meredam ancaman Cristiano Ronaldo. Bagi Klopp, taktik adalah segalanya. Para pemain Dortmund dituntut terus melancarkan tekanan serta melakukan transisi yang cepat.

"Saat yang paling tepat merebut bola dari penguasaan lawan adalah tepat ketika kita kehilangannya," cetus Klopp memaparkan filosofi dasarnya.


Jika Klopp adalah selayaknya bintang rock yang memesona fans sepakbola kiwari, Heynckess bak pemusik klasik penjaga warisan sepakbola Jerman yang tenang, memiliki etos kerja, dan menghasilkan.

Heynckes tak senang berkata-kata. Baginya lebih baik kata-kata mutiara lebih baik disimpan bagi diri sendiri, apalagi psy-war. Namun, jangan buat SuperJupp marah. Mukanya merah padam seperti bohlam Osram jika mendapati para pemainnya tidak bermain sesuai instruksi, demikian olok-olok terkenal yang dilontarkan Rudi Gores, mantan rekan setim Heynckes semasa masih bermain untuk Borussia Monchengladbach akhir 1970-an.

Heynckes adalah mantan penyerang andalan Gladbach sekaligus anggota skuat Jerman yang menjuarai Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974. Kontribusinya terbatas di level timnas karena "tidak beruntung" bersaing dengan penyerang kenamaan lain bernama Gerd Muller. Di Bundesliga, rekor gol Heynckes termasuk salah satu yang tertinggi, hanya kalah dari Muller dan Klaus Fischer. Pengalaman panjang Heynckes merupakan salah satu faktor keberhasilan Bayern menembus final Liga Champions dua tahun berturut-turut.

Heynckes figur yang pas bagi Bayern. Pemain bintang seperti Franck Ribery dan Arjen Robben tak banyak bergejolak. Mereka dipancing memberikan performa yang terus menerus meningkat dari pertandingan ke pertandingan. Heynckes juga mampu melanjutkan program regenerasi tim yang dimulai Louis van Gaal. David Alaba dan Toni Kroos kian moncer ditangani Heynckes. Pembelian Javi Martinez di awal musim sempat dianggap kemahalan, tetapi ternyata ditambah Bastian Schweinsteiger lini tengah Bayern menjadi salah satu yang terbaik di Eropa.

Ini bukan perjodohan pertama dengan Bayern bagi Heynckes. Pada 1987 hingga 1991, Heynckes dipercaya menangani Bayern dengan persembahan dua gelar liga dan dua trofi Piala Super. Kiprahnya berakhir karena berseteru terkait kebijakan klub melepas sejumlah pemain andalan. Pemecatan Heynckes belakangan disesali Uli Hoeness karena sang juru taktik berhasil memberikan trofi Liga Champions pertama kepada Real Madrid setelah 32 tahun menanti.

Ketika Jurgen Klinsmann gagal menjawab ekspektasi di musim 2008/09, Hoeness menelepon kawan lamanya itu menawari posisi pelatih sementara hingga musim berakhir. Saat itu Heynckes sudah menyatakan pensiun ketika gagal mengangkat performa Gladbach dua tahun sebelumnya. Sang singa tua berhasil membuktikan diri. Bayern dibawa finis di zona Liga Champions dan kemudian Heynckes pindah menangani Bayer Leverkusen. Di sana, Leverkusen menjadi runner-up Bundesliga musim 2010/11 dan lolos ke Liga Champions untuk kali pertama sejak 2004.

Secara taktik, Heynckes dikenal tidak memegang formasi baku. Kehandalannya bertumpu pada kemampuan mengatasi permainan lawan melalui serangan balik. Saat berhadapan dengan Barcelona, Heynckes melakukan presentasi power point untuk membeberkan kelemahan lawan kepada pemainnya. Kemarahan ditimpakannya kepada media ketika ditanya apakah akan menghubungi Pep Guardiola, pelatih Bayern musim depan, untuk meminta masukan. "Kalau ada yang perlu saya telepon, saya akan minta pendapat Johan Cruyff karena dia yang membentuk sistem Barcelona. Tapi saya tak memerlukannya sama sekali," cetusnya.

Pelatih 68 tahun ini lebih dikenal dengan pendekatan "old school", seperti yang dikenang mantan manajer Schalke 04 Rudi Assauer saat mempercayakan Heynckes sebagai pelatih pada 2003. Ketenangan Heynckes juga menjauhkan skuat Bayern dari kontroversi. Ribery tak ragu menyebutnya sebagai seorang ayah. Kroos, dilatih Heynckes di Leverkusen dan Bayern, menambahkan disiplin sang ayah tidak dapat ditawar-tawar. Sekali waktu Kroos pernah kembali berlibur dengan kelebihan berat badan dua kilogram dan "kesalahan itu tidak ingin diulangi lagi di bawah kepelatihan Heynckes".

Air mata Heynckes menetes Sabtu pekan lalu di markas klub lamanya, Gladbach. Pertandingan penutup musim Bundesliga itu sekaligus menjadi yang terakhir dalam kiprah kepelatihannya di liga karena sudah memutuskan pensiun total dari dunia sepakbola. Saat mundur Heynckes telah mengukir rekor 1000 penampilan sebagai pelatih dan pemain di Bundesliga atau hanya kalah dari Otto Rehhagel yang mencatat 1033 penampilan. Usianya sudah tidak muda lagi, tetapi kini kiprah Heynckes tak lagi dapat dipandang sebelah mata oleh penggmar sepakbola dunia.

Wembley, 25 Mei, dapat menjadi epos perpisahan sempurna bagi Heynckes atau bisa juga memberikan panggung kepada Klopp untuk meraih reputasi lebih tinggi di sepakbola internasional.

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook