Demi Merah Putih, Menpora Minta PSSI dan KPSI Berdamai

TRIBUNNEWS.COM – Penanggung Jawab Sementara (Pjs) Menteri Pemuda dan Olahraga, Agung Laksono, meminta PSSI dan KPSI untuk menahan ego mereka masing-masing, dan lebih mengedepankan kepentingan bersama.

Seperti diketahui, akibat kedua kubu saling mengedepankan egonya, pembentukan Timnas yang dipersiapkan berlaga di Pra-Piala Asia 2015 menjadi terkendala. KPSI selaku induk organisasi sepakbola yang menaungi klub-klub peserta kompetisi ISL, hingga kini belum mengizinkan para pemain membela timnas yang berada di bawah kewenangan PSSI.

Organisasi pimpinan La Nyalla Mahmud Matalitti itu menegaskan akan berkonsultasi dengan tim Task Force untuk membahas mengenai pemanggilan para pemain membela timnas.

"Pemerintah akan melakukan pendekatan kepada KPSI melalui Task Force. Para pengurus klub-klub ISL diharapkan merelakan pemain yang hendak memperkuat timnas, bukan menahan pemain membela timnas," tutur Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (26/12/2012) malam.

Sebelumnya pelatih Timnas Indonesia, Nilmaizar, telah merekomendasikan 43 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan Pra Piala Asia 2015. Para pemain tersebut merupakan pemain yang membela klub peserta kompetisi ISL, IPL, dan liga luar negeri.

Agung Laksono mengimbau PSSI dan KPSI bekerjasama dalam membentuk timnas. Harapannya supaya tim terbaik dapat mewakili Indonesia di kancah internasional. "Kami mengimbau semua pihak untuk menjunjung Dwi Warna Merah Putih dan kepentingan nasional. Harus ada keikhlasan. Setiap kelompok yang berseteru harus menahan ego-nya masing-masing. Ini untuk kepentingan bangsa," tuturnya.

Mengenai kewenangan pembentukan dan pengelolaan timnas, Agung Laksono menegaskan bahwa kewenangan pembentukan timnas berada di bawah PSSI. "Kewenangan berada di bawah PSSI untuk mempersiapkan timnas," katanya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook