Berebut Kue Low MPV

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Deru penjualan mobil segmen multi purpose vehicle (MPV) di tanah air terus tumbuh. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan penjualan MPV di 2011 mencapai 367.455 unit, meningkat 21,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 301.193 unit. 

Dari angka tersebut, segmen yang paling banyak terserap pasar adalah low MPV dengan kontribusi penjualan sebesar 72,4 persen atau setara 265.981 unit. Menyusul kemudian segmen medium dan high MPV sebanyak 101.474 unit. 

Dengan demikian, bila total keseluruhan penjualan mobil di 2011 sebanyak 894.164 unit, berarti market share MPV sebesar 41,09 persen. Tingginya angka penjualan MPV tak ayal mengundang produsen-produsen otomotif berlomba berebut kue penjualan MPV. 

Direktur Marketing Suzuki Indomobil Sales, Endro Nugroho Direktur Marekting Suzuki menyatakan, pasar MPV di Indonesia masih akan terus tumbuh. MPV, kata dia, merupakan kendaraan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. 

Karena itu, kata Endro, Suzuki sudah menyiapkan produk andalannya. “Sebentar lagi kami akan luncurkan Suzuki Ertiga,” kata Endro kepada Republika, Jumat (13/4).

Hal senada juga disampaikan Head of Product Price and Research Division PT Proton Edar Indonesia, Robby Prakoso. “Segmen ini masih gemuk,” katanya kepada Republika. Robby mengaku saat ini produk MPV-nya, yaitu Proton Exora, sudah berkontribusi sekitar 75 persen atas seluruh penjualan mobil proton di Indonesia.

Direktur Marketing ADM, Amelia Tjandra memandang banyaknya produsen yang ikut berlomba memperebutkan kue low MPV sebagai hal wajar. Daihatsu sendiri mengaku siap bersaing secara sehat dengan para kompetitornya melalui produk andalan, Daihatsu Xenia.

“Target penjualan Xenia pada tahun ini sebanyak 84 ribu unit,” kata Amelia optimis.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.