Bepe: Sepakbola Kini Milik Para Elit yang Penuh Muatan Politik

TRIBUNNEWS.COM – Bintang Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, hingga saat ini masih belum mau menandatangani kontrak barunya di klub kebanggaan warga Jakarta itu. Bersama sejumlah rekannya, pemain yang akrab di sapa Bepe itu menuntut manajemen Persija melunasi sisa gaji musim lalu, sebelum ia menandatangani kontrak baru.

Melalui tulisan terbaru di blog pribadinya, Bepe mengungkapkan uneg-uneg dan alasan kenapa ia bersikap tegas, dengan cara tidak mau menandatangani kontrak baru.

Bambang Pamungkas mengatakan, kasus meninggalnya Diego Mendieta seharusnya menjadi pelajaran dan menyadarkan semua pihak, terutama para pengurus sepakbola dan klub di Indonesia.

“Betapa semena-menanya sebuah klub di negeri ini memperlakukan pemainnya. Walau memang pada kenyataannya tidak semua klub berlaku demikian, akan tetapi hal tersebut setidaknya dapat menjadi bukti jika rasa saling menghargai itu sudah tidak ada lagi,” ujar Bambang Pamungkas dikutip Tribunnews.com dari blog pribadinya (bambangpamungkas20.com), Kamis (10/1/2012).

Bambang Pamungkas mengatakan, di Indonesia sepakbola sudah tidak lagi menjadi olahraga masyarakat. Sepakbola, kata dia, sudah menjadi olahraga para elit pengurus, yang mengatasnamakan rasa cinta terhadap sepakbola sebagai topeng, di balik segala hal bermuatan politik di belakangnya.

“Mereka tidak lagi memikirkan akibat yang akan diterima oleh para pelaku di lapangan dan juga masyarakat yang benar-benar mencintai olahraga paling populer di dunia ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Bepe, sekarang adalah saat di mana pemain harus mulai berani untuk mengambil sikap. Sekarang adalah saatnya pemain sadar jika mereka adalah aset, mereka adalah faktor penting, dan sebuah komponen berharga dalam bergulirnya sebuah kompetisi sepakbola.

"Mungkin kita tidak dapat merubah nasib generasi sekarang, akan tetapi setidaknya kita dapat mencoba menata sebuah pondasi yang kokoh untuk generasi yang akan datang," imbuhnya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook