Arsenal Krisis Kiper

TRIBUNNEWS.COM – Entah apa rasanya menjadi Arsene Wenger saat ini. Ketika performa Arsenal sedang menanjak, Wenger harus menghadapi kenyataan stok kipernya menipis. Saat kepulihan Wojciech Szczesny dari cedera pergelangan kakinya diperkirakan masih tiga pekan lagi, Lukasz Fabianski mengikuti kompatriotnya kembali masuk ke ruang perawatan karena pergelangan kakinya patah ketika berlatih bersama tim. Padahal, kiper 27 tahun tersebut baru saja pulih dari cedera bahu yang menimpanya Februari silam. Seperti dilansir Daily Mail, Fabianski diperkirakan membutuhkan waktu penyembuhan selama tiga bulan.

Cedera yang dialami Szczesny dan Fabianski membuat stok kiper The Gunners menipis. Arsene Wenger tinggal memiliki Vito Mannone, yang sebenarnya merupakan kiper pilihan ketiga musim ini. Padahal, jadwal Arsenal hingga musim dingin ini sangat padat.

Sabtu mendatang, Arsenal harus bertandang ke Norwich. Pertengahan pekan depan, Arsenal harus menghadapi Schalke 04 pada ajang Liga Champions. Usai bertarung di Liga Champions, Arsenal harus melakoni laga derbi London kontra Fulham dan seteru abadi mereka, Tottenham Hotspur.

Namun demikian, di balik suatu prahara selalu tersimpan hikmah. Absennya Szczesny dan Fabianski membuat Vito Mannone naik pangkat menjadi kiper utama. Kebetulan, pemuda 24 tahun tersebut tengah menunjukkan performa bagus dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoninya di Premier League dan Liga Champions.

Dari ketujuh pertandingan tersebut, Mannone dua kali mencetak clean sheet, saat kontra Stoke City dan Liverpool, pencapaian yang lumayan bagi seorang kiper ke-tiga. Statistik penampilan pria Italia tersebut juga bagus. Dari lima pertandingan di Premier League, Mannone berhasil membuat 14 penyelamatan dari 54 tembakan yang dihadapinya, 14 di antaranya mengarah ke gawang. Persentase penyelamatan Mannone mencapai 77,8%.

Persentase tersebut memang masih kalah dengan pencapaian pemain yang musim lalu dipinjamkan ke Hull City tersebut pada 2009. Pada tahun tersebut, Mannone yang hanya bermain 5 kali, membuat 18 penyelamatan dari 51 tembakan, dan 23 di antaranya mengarah ke gawang. Persentasenya ketika itu mencapai 78,3%.

Krisis kiper sebenarnya pernah dialami Arsene Wenger dua musim silam. Ketika itu, Lukas Fabianski yang tengah menjadi kiper utama menderita cedera. Wenger seolah tidak mempercayai Manuel Almunia lagi. Secara mengejutkan, Wenger memanggil Jens Lehmann yang sudah pensiun untuk ikut berlatih. Lehmann dipanggil lagi untuk mengantisipasi hal-hal terburuk.

Lehmann memang ikut berlatih bersama tim, namun pada akhirnya pria Jerman tersebut sama sekali tidak diturunkan oleh Wenger. Penyebabnya? Wojciech Szczesny yang ketika itu menjabat sebagai kiper ke-tiga, berhasil menjawab kepercayaan Wenger dan kini berkembang menjadi kiper utama The Gunners.

Layak rasanya untuk yakin krisis kiper yang sedang dialami Arsenal saat ini justru berpotensi kembali memunculkan bintang baru di bawah mistar gawang mereka. Saat ini, Arsene Wenger juga masih memiliki dua kiper berbakat lainnya pada sosok Damian Martinez (20 tahun) dan James Shea (21) selain Vito Mannone. Damian Martinez disebut-sebut sebagai kiper berbakat diprediksi mampu menggeser posisi Szczesny.

Pemuda asal Argentina tersebut juga telah melontarkan keyakinan mampu menjawab permasalahan yang tengah dihadapi Arsene Wenger. Dua tahun bermain di Inggris, Martinez sudah beradaptasi dengan baik terhadap gaya bermain di Inggris dan atmosfer persaingan Premier League.

"Premier League adalah yang terbaik di dunia. Saya telah menyesuaikan diri dengan sangat baik di sini dan sangat menakjubkan. Melawan Norwich City Sabtu mendatang, saya rasa akan berada di bangku cadangan, namun kesempatan bermain sejak awal selalu ada. Saya siap untuk itu," ujar Martinez kepada Goal.

Pemain yang didatangkan dari Independiente tersebut sudah menunjukkan performa bagus ketika dua kali diturunkan melawan Shrewsbury dan Leeds United musim lalu. Martinez juga bermain gemilang musim ini ketika membawa Arsenal menang 6-1 atas Coventry City di ajang Piala Liga.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook