Arema Cronous Harus Lebih Agresif

Laporan dari M Zainuddin wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Rekor selalu menang di kandang tidak bisa menjadi modal bagi Arema Cronous.

Tim yang akan dijamu di Stadion Kanjuruhan, Minggu (24/2/2013) nanti, Sriwijaya FC, berbeda dengan tim-tim sebelumnya.

Pelatih Arema Cronous, Rahmad Darmawan (RD) mengungkapkan barisan depan Sriwijaya FC sangat bagus. Hilton Moreira, dan M Fakhrudin bukanlah pemain yang bisa diremehkan.

Berbagai formasi memang bisa dimanfaatkan untuk membendung serangan Sriwijaya FC, diantaranya 4-4-2, 4-3-2-1 atau 4-3-1-2.

Apapun formasi yang akan digunakan, RD tetap menginstruksikan anak asuhnya bisa menjaga keseimbangan.

“Dalam beberapa latihan terakhir, saya menekankan pada transisi dari menyerang ke bertahan, dan sebaliknya,” kata RD, Jumat (22/2/2013).

Dalam latihan di Stadion Kanjuruhan pagi tadi, mantan pelatih Persipura Papua ini kembali memanaskan mesin permainan. Beberapa kali dia mengisntruksikan pemain bermain dengan berbagai kondisi.

“Ini bukan sekedar coba-coba. Ini simulasi untuk pertandingan nanti,” tambahnya.

Dengan kemampuan yang dimiliki Sriwijaya nanti, RD berharap Egi Melgiansyah bisa tampil lebih agresif. Tapi agresivitas tim Singo Edan bukan dilakukan dengan melakukan serangan total ke pertahanan lawan.

Agresivitas ini dalam bentuk sikap sigap permainan. Arema harus berupaya agar pola permainannya tidak didekte tim lawan.

Instruksi ini diberikan karena RD menilai tim kebanggaan Aremania ini sering kalah serangan di menit pertama pertandingan.

Dari delapan laga yang sudah dilakoni Arema, dua kali bola bersarang ke gawang yang dijaga Kurnia Meiga sebelum laga berjalan lima menit.

Mengawali laga away, Arema dibekuk 1-0 Barito Putra, 20 Januari 2013. Gol tunggal Barito dicetak striker Coulibaly Djibril di menit 4.

Laga away terakhir saat menantang Persija Jakarta, gawang Kurnia Meiga juga dibobol gol cepat. Meski laga ini berakhir kemenangan 1-2 bagi Arema, striker Pedro Javier menodai gawang Arema saat laga baru berjalan 3 menit.

“Sekarang mulai dari awal harus lebih agresif. Itu yang menjadi koreksi saya,” terang RD.

Sementara itu, Laskar Wong Kito sempat diwarnai konflik internal menjelang menantang Arema Cronous. Akibat konflik internal ini, pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi dikabarkan akan didepak.

Gelandang Arema, Kayamba Gumbs tidak mau mengomentari kisruh internal tersebut. Dia memilih fokus pada pertandingan yang akan dilakoni nanti.

Kemenangan di laga home harus dipertahankan. Menurutnya, tim hanya perlu kerja keras untuk mempertahankan gelar tak terkalahkan di laga home.

“Semua kemungkinan yang terjadi di lapangan sudah diantisipasi. Kita hanya perlu kerja keras di lapangan,” kata Kayamba.

Liga Indonesia
  • La Nyalla Dukung Pembentukan BTN dengan Syarat
  • Djohar Arifin Bahas Pemberhentian Sekjen di Rapat Exco
  • Rapat Exco Juga Membahas Pemberhentian Halim Mahfudz
  • La Nyalla Minta Halim Mahfudz Diganti
  • Djohar Arifin Senang La Nyalla Kembali ke PSSI
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook