Allegri di Bawah Tekanan saat Milan Gagal Lagi

Milan (AFP/ANTARA) - Masa depan Massimiliano Allegri sebagai pelatih AC Milan dipertanyakan, Minggu, sehari setelah kekalahan kandang kedua Rossoneri musim ini.


Milan, yang memulai kompetisi Liga Champions fase grup melawan klub Belgia Anderlecht pada Selasa, mengalami kekalahan kandang mengejutkan 1-0 atas Atalanta.


Kekalahan tersebut terjadi tiga pekan setelah kekalahan atas Sampdoria di San Siro dan dua pekan setelah tim Allegri tampaknya mulai membaik dengan kemenangan tandang 3-1 di Bologna, berkat hat-trick Giampaolo Pazzini.


Hubungan Allegri dengan wakil presiden klub Adriano Galliani dikatakan memburuk dan laporan pekan lalu mengklaim pemilik klub Silvio Berlusconi mulai "lebih memerhatikan" situasi klub.


Corriere dello Sport mengatakan, Minggu, hasil yang dicapai Milan merupakan laga kandang terburuk dalam 82 tahun terakhir, dan bahwa kekalahan akan membuat hubungan antara Allegri dan Galliani lebih "runcing".


Milan kehilangan tulang punggung mereka awal musim panas ini setelah menjual Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva ke Paris Saint Germain, serta pensiunnya sejumlah veteran termasuk Filippo Inzaghi.


Kapten tim Massimo Ambrosini, yang diganti di babak kedua dan kemudian terlihat berbicara dengan Allegri yang menunjukkan mimik muka frustasi, mengatakan bahwa kepergian mereka tidak beralasan.


"Kita perlu waktu untuk menerima kenyataan bahwa tim ini telah berubah. Tapi fakta bahwa mereka telah pergi seharusnya tidak menjadi alasan," ujar Ambrosini, salah satu pemain Milan yang dianggap bersalah karena tidak mengonversi peluang setelah mendominasi untuk waktu yang lama.


Akhirnya, Atalanta mampu meredam tekanan dan mengejutkan San Siro saat Luca Cigarini mencetak gol kemenangan pada menit ke-65 dengan menaklukkan Christian Abbiati.


Allegri yakin masalah timnya adalah "mental" dan meminta para pemainnya untuk memiliki keyakinan lebih atas kemampuan mereka.


"Kita harus memiliki kepercayaan dalam diri kita sendiri dan bermain tanpa rasa takut," katanya.


"Para pemain harus menyadari bahwa bermain dengan rasa takut tidak akan mendapatkan hasil apa-apa." (nm/mp)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.