Agum Gumelar Ajak Bangun Timnas yang Solid dan Kuat

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh sepakbola nasional, Agum Gumelar mengaku prihatin atas kegagalan Indonesia meraih prestasi di Piala AFF 2012. Dia meminta kepada semua pihak untuk dapat belajar dari kegagalan tersebut.

Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih Nilmaizar tidak berhasil lolos dari babak penyisihan Grup B Piala AFF. Irfan Bachdim dkk kalah bersaing dengan tuan rumah Malaysia dan Singapura.
Bertanding tiga kali, timnas hanya mampu meraih poin 4, setelah menahan imbang Laos 2-2, mengalahkan Singapura 1-0, serta kalah dari Malaysia 0-2.

"Saya prihatin atas kegagalan Indonesia. Dari awal saya merasa pesimistis, karena kita akan berperang dengan negara lain tetapi Timnas Indonesia bertanding tidak dengan kekuatan penuh karena dalam keadaan konflik," tuturnya ditemui di rumahnya, Minggu (2/12/2012).

Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2012 tidak menurunkan kekuatan terbaiknya. Sebab para pemain terbaik di tanah air yang bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL) sebagian besar tidak memperkuat timnas.

Menurut Agum Gumelar, kekuatan Timnas Indonesia di Piala AFF hanya 50 persen, karena para pemain sebagian besar bermain di kompetisi IPL. Kalau semua pemain terbaik di Indonesia bermain maka kekuatan akan 100 persen.

"Kompetisi itu jantung pembinaan sepakbola, pemain lahir dari kompetisi, kalau kompetisi tidak solid maka akan sulit tercipta timnas yang kuat. Kompetisi di Indonesia saat ini mengalami perpecahan, maka timnas yang dibentuk hanya oleh satu kompetisi. Kalau satu kekuatan menjadi 100 persen, timnas yang saat ini hanya 50-40 persen saja," ungkapnya.

Menyikapi kegagalan ini, Mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu berharap, kepada masing-masing pihak untuk membangun bersama sepakbola nasional dengan menyisihkan kepentingan masing-masing.

"Saya meminta kepada Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dan PSSI Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol La Nyalla Mahmud Matalitti untuk cepat bertemu mendapatkan kesepakatan bersama untuk membawa sepakbola nasional ke arah yang lebih baik. Jangan membawa masing-masing ego yang berdampak tidak bagus terhadap sepakbola nasional," tambahnya.

Koran Futuristik dan Elegan
Baca juga:
 
 
  • Salahudin: Pasang Tiga Striker Barito Jebol Gawang Persiba
  • Jurang di PSMS Makin Lebar
  • Eks 'Skuat Suimin' di Semua Lini
  • Irfan Resmi Hijrah Ke PSIS
  • PSIM Panggil Pemain Pekan Depan
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo Indonesia di Facebook