Ulasan Jelang Pertandingan: Milan vs Barcelona

AC Milan (Getty Images/Claudio Villa)



Ditulis oleh: Aditya Nugroho


Salah satu partai seru yang akan tersaji dalam lanjutan Liga Champions musim ini adalah duel dua raksasa Eropa AC Milan melawan Barcelona, Kamis (21/2) dini hari waktu Indonesia. Pertandingan ini boleh dibilang duel dua raksasa karena kedua tim memiliki sejarah dan tradisi bagus di kompetisi ini. 

Barcelona memenangi trofi The Big Ears sebanyak empat kali (tiga di antaranya didapat dalam tujuh tahun terakhir). Sementara Milan, meski terakhir kali meraih gelar ini tahun 2007 lalu, namun secara total meraih tujuh The Big Ears — pengumpul terbanyak kedua trofi Liga Champions setelah Real Madrid.

Barcelona memang tim yang sangat superior belakangan ini. Banyak yang menganggap mereka tim terbaik sepanjang sejarah. Dan jika dibandingkan dengan Milan, mereka unggul di segala sisi. Dalam tujuh pertemuan terakhir, tiga di antaranya dimenangkan Blaugrana sementara empat berakhir imbang. 

Dari materi pemain, selain memang lebih superior di segala lini, Barca juga beruntung karena materi pemain mereka relatif tidak banyak berubah, berbeda dengan Milan yang baru ditinggal pemain-pemain bintang dan pemain-pemain senior mereka di awal musim.

Musim lalu, kedua tim bersua empat kali. Barca menang dua laga, dan sisanya berakhir imbang. Namun dari semua pertemuan baik di San Siro maupun Camp Nou, Barca tetaplah mampu memainkan sepak bola tiki-taka mereka dan menguasai jalannya laga.

Peluang AC Milan

Dengan fakta-fakta tersebut, adakah peluang Milan membuat kejutan? Tentu saja.

Milan yang sekarang beda dengan yang musim lalu Barca kalahkan. Zlatan Ibrahimovic, Clarence Seedorf, maupun Alessandro Nesta sudah tidak lagi memperkuat Milan. Kini dengan mengandalkan para pemain muda menjanjikan seperti Stephan El Shaarawy dan Mattia De Sciglio, kekuatan Milan yang relatif belum mampu dibaca oleh Barca boleh jadi menjadi faktor pengejut.

Kekuatan baru Milan perlahan namun pasti mulai terlihat. Setelah rangkaian start buruk di kompetisi Serie A, tidak ada yang menyangka bahwa Milan kini bertengger di posisi ketiga. Hasil ini didapat dengan mengesankan yaitu hanya sekali mengalami kekalahan dari 13 laga terakhir.

Sementara kiprah Milan di Liga Champions musim ini belum dapat dibilang meyakinkan. Berada satu grup dengan Malaga, Anderlecht dan Zenit St. Petersburg, Rossoneri lolos dari fase ini sebagai juara kedua grup di bawah Malaga. Catatan ini juga ditandai dengan rekor mereka yang tidak pernah menang di San Siro selama penyisihan. Mereka meraih dua hasil imbang dan sekali kalah di kandang.

Milan juga bakal tampil tanpa Mario Balotelli, penyerang baru yang telah mencetak empat gol dari tiga laga awal berseragam Milan. Kondisi terakhir penyerang andalan Stephan El Shaarawy juga masih meragukan. Pemain yang telah mencetak 15 gol di kompetisi domestik dan dua gol di Liga Champions ini diberitakan nyeri lutut. Kepastian bermain masih menunggu hingga detik-detik akhir.

Kondisi Terakhir Barcelona


Sementara di kubu Blaugrana, kapten Carles Puyol telah diistirahatkan dalam laga kompetisi domestik terakhir melawan Granada. Bugarnya Puyol setidaknya akan memberi tambahan rasa aman di lini belakang mereka dari gempuran Milan.

Setelah menjalani tahun yang kurang baik di 2012, ketika mereka hanya mencapai babak semi final Liga Champions dan juara dua kompetisi La Liga, kini Barca jelas bertekad untuk menebus segala kegagalan itu.

Di kompetisi domestik, Barca sudah memimpin 12 angka dari pesaing terdekat, Atletico Madrid. Raksasa dari Catalonia ini juga memenangi 21 dari 24 laga di La Liga dan sudah mencetak 80 gol. Jumlah gol dari seorang Lionel Messi sendiri yang kini sudah mencapai angka 37 bahkan hanya terpaut 7 gol dari total gol Milan di Serie A yang berjumlah 44 buah.

Di Liga Champions musim ini, Barcelona memuncaki penyisihan grup. Di 6 laga penyisihan grup tersebut, Barcelona memiliki rataan 75% ball possession atas lawan-lawannya. Barca juga hanya kalah sekali ketika bertandang ke kandang Glasgow Celtic.

Prediksi Pertandingan

Meskipun kedua tim sedang dalam bentuk terbaik, tetap saja sulit untuk tidak mengunggulkan Barcelona. Pola tiki-taka yang sudah menjadi DNA para pemain Barcelona akan tetap merepotkan lawan mereka di mana pun mereka bermain. Seperti biasa, kita akan menyaksikan penguasaan bola yang akan dipegang Barcelona.

Meski demikian, Barca bukanlah raksasa tanpa kelemahan. Semua orang tahu jika pertahanan adalah masalah utama Blaugrana yang menyebabkan mereka kerap kesulitan. Hal ini terjustifikasi dengan catatan selalu kebobolan Barca dalam 9 laga terakhir. Milan hanya perlu mencuri satu atau dua gol ke gawang Victor Valdes, lalu bertahan dengan disiplin agar tidak kebobolan.

Misi ini jelas tidak mudah bagi Milan, terlebih mereka terancam tampil tidak dalam kekuatan penuh di sisi penyerangan. Stephan El Shaarawy dan juga Robinho terancam absen, oleh karena itu pelatih Max Allegri kemungkinan besar akan memasang trio Kevin Prince Boateng, M’baye Niang dan Giampaolo Pazzini di lini depan.

Konsentrasi adalah kelemahan dari pertahanan masing-masing tim. Dari kelemahan ini, kedua tim dapat mengambil keuntungan. Jika Barcelona siap mengandalkan umpan-umpan terobosan dan juga penetrasi dari para penyerangnya, Milan siap mengejutkan dengan umpan-umpan silang yang siap dimanfaatkan Pazzini.

Target realistis Milan yang utama adalah tidak kebobolan di awal laga. Jika mereka berhasil mempertahankan bentuk permainan hingga pertengahan babak kedua, maka peluang mereka untuk menang akan terbuka karena Milan adalah tim yang sering mencetak gol di 15 menit terakhir pertandingan.

Sebaliknya bagi Barcelona, mencetak gol dan menyudahi perlawanan lawan dengan cepat adalah keahlian mereka. Jika mampu mencuri gol cepat, maka peluang mereka untuk membawa pulang kemenangan dari San Siro akan terbuka lebar.


Duet Maut Balotelli - El Sharaawy:



Blog Olahraga

Yahoo Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman