Ulasan Jelang Inter Milan melawan AC Milan

Daniel Bonera, Javier Zanetti (Getty Images/Claudio Villa)


Ditulis oleh: Aditya Nugroho


Ada beberapa pertandingan antar tim dalam satu kota atau biasa disebut derby seru di dunia sepak bola. Derby Old Firm antara Glasgow Rangers melawan Glasgow Celtic, Derby Kairo yang mempertemukan Al Ahly dengan Zamalek, Derby Superclassico dimana Boca Juniors berjumpa River Plate, hingga Derby London Utara saat Arsenal menghadapi Tottenham Hotspurs.

Namun Derby Della Madonnina antara AC Milan melawan Inter Milan yang akan berlangsung pada hari senin dini hari (25/2) WIB adalah derby yang juga sayang untuk dilewatkan.

Pertandingan antara dua tim kota mode ini disebut Derby Della Madonnina untuk menghormati patung yang banyak dikenal sebagai Madonnina, yang merupakan patung dari Bunda Maria di kota Milan. Kedua tim sudah pernah bertemu sebanyak 298 kali dalam kompetisi resmi. Dari 298 laga tersebut, 81 laga berakhir dengan kemenangan Milan, 77 kali kemenangan di pihak Inter, dan sisanya berakhir imbang.

Situasi terkini

Kedua tim kini berada dalam permainan yang cukup bertolak belakang. Inter hanya meraih 12 poin dari 10 laga terakhir. Penurunan performa ini bisa dibilang di luar dugaan karena 3 bulan lalu mereka mampu menundukkan pimpinan klasemen Juventus di kandang mereka. Namun setelah kemenangan tersebut, performa Nerazzuri terus menurun. Bahkan pekan lalu Inter kembali menderita kekalahan telak 1-4 atas Fiorentina.

Inter juga bermasalah dari sisi finansial. Kerugian mereka sangat tinggi dalam 5 tahun kebelakang. Hal ini ditambah tuntutan yang timbul dari Financial Fair Play memaksa mereka untuk melakukan penghematan dengan cara menjual pemain-pemain yang bergaji besar. Itulah sebabnya Julio Caesar, Lucio, Maicon dan kemudian Wesley Sneijder meninggalkan Appiano Gentile, markas latihan Inter, musim ini. 

Sebaliknya, Milan mencapai peningkatan performa yang juga tidak disangka-sangka meski mengalami problem finansial seperti Inter. Di awal kompetisi mereka mengukir start buruk sehingga terpuruk di papan tengah. Mereka bahkan menyerah dari Sampdoria dan Atalanta di San Siro. Namun setelah mampu menemukan permainan terbaik, Milan melaju kencang dengan bermodal hanya sekali kalah dalam 13 laga terakhir. Dengan hasil-hasil impresif itu, Milan kini berada di posisi 3 klasemen sementara Serie A.

Kedua tim baru saja meraih hasil positif dalam perjuangan mereka di kompetisi antar klub Eropa. Milan baru meraih hasil kemenangan sensasional atas Barcelona di laga pertama babak 16 besar Liga Champions. Kemenangan ini tentu menjadikan kepercayaan diri anak asuh Max Allegri meningkat. Sementara Inter juga baru memastikan diri lolos ke babak 16 besar Europa League setelah menyingkirkan wakil Rumania, CFR Cluj dengan agregat 5-0.

Prediksi Jalannya Pertandingan


Duel dua tim berbeda formasi ini akan berlangsung menarik. Meski dalam sedang dalam penampilan buruk, bukan berarti Milan akan mudah mengatasi Inter. Atmosfer penuh gengsi dari partai tim sekota selalu bisa melecut motivasi tim manapun untuk memberikan yang terbaik.

Andrea Stramaccioni nampak masih puas dengan pola tiga bek. Kombinasi Walter Samuel, Andrea Ranocchia dan Juan Jesus atau Cristian Chivu di lini pertahanan akan dilapisi para gelandang seperti Javier Zanetti, Yuto Nagatomo dan Zdravko Kuzmanovic.

Fredy Guarin akan menjadi kunci lini tengah Nerazzuri untuk menandingi gelandang-gelandang dinamis milik Milan. Etos kerja tinggi dari pemain Kolombia ini akan sangat menentukan bagaimana arah permainan tim asuhan Stramaccioni ini. 

Di lain pihak, Milan cukup nyaman bermain dengan pola 4-3-3. Dikomandoi Riccardo Montolivo di sentral permainan, lini tengah Milan adalah salah satu yang terbaik di Italia dalam hal penguasaan bola. Montolivo kemungkinan akan didampingi lagi oleh Sulley Muntari dan Massimo Ambrosini sebagai gelandang pekerja. 

Lini depan adalah senjata andalan Milan. Kombinasi Balotelli-El Shaarawy-M’Baye Niang sangat berbahaya karena ketiga pemain ini memiliki kecepatan dan dianugerahi dengan skill individu yang menawan. Allegri juga dapat memasang Boateng lebih dulu dan menyiapkan Niang di babak kedua saat pemain-pemain Inter mulai lelah. Khusus bagi Balotelli, laga ini akan menjadi istimewa karena Inter adalah klub yang dibelanya sebelum bermain bagi Manchester City. 

Penjagaan ketat akan diberikan oleh Ranocchia dan kawan-kawan kepada Balotelli maupun El Shaarawy. Strategi serangan balik dipercaya akan digunakan Inter karena mereka tidak memiliki seorang pengatur serangan murni yang mampu mengatur irama permainan. 

Sementara Milan akan mencoba mengambil alih inisiatif serangan sejak awal, Inter akan bersiap melakukan serangan balik cepat melalui pemain seperti Rodrigo Palacio maupun eks Rossoneri, Antonio Cassano. Menarik untuk menunggu siapa yang akan dimainkan oleh Stramaccioni untuk mengisi tempat Diego Milito yang cedera panjang. Inter memang masih memiliki Tomasso Rocchi sebagai penyerang murni yang tersisa, namun bisa saja Strama tidak memasang penyerang murni sama sekali dan memakai skema false nine ala tim nasional Spanyol. 

Satu hal yang dapat membuncahkan optimisme Inter adalah rekor pertemuan Stramaccioni yang superior atas Allegri. Dalam dua laga terakhir derby dibawah asuhan pelatih muda ini, Inter selalu superior atas Milan. Nantikan saja apakah hasil pertandingan ini dapat menjadi awal kebangkitan Inter atau justru Milan yang akan meneruskan periode bagusnya.


Christian 'Bobo' Vieri adalah salah satu penyerang hebat dunia yang pernah merumput di stadion Giuseppe Meazza. Inter Milan juga menjadi klub yang paling lama dibela Vieri dibanding klub lain (mulai ... banyak 
Christian 'Bobo' Vieri adalah salah satu penyerang hebat dunia yang pernah merumput di stadion Giuseppe Meazza. Inter Milan juga menjadi klub yang paling lama dibela Vieri dibanding klub lain (mulai 1999-2005). Sayangnya pemain kelahiran Bologna, 12 Juli 1973 itu tidak menyumbangkan trofi bergengsi selama enam tahun membela Nerazzuri. sedikit 
1 / 30
Getty Images
Sen, 20 Feb 2012 12:11 WIB

Blog Olahraga

Yahoo Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman