Tunggal Putri Piala Sudirman 2013: Beban Linda, Bella dan Aprilia

Bellaetrix Manuputty (Tempo/Seto Wardhana)

Lindaweni Fanetri, Aprilia Yuswandari, dan Bellaetrix Manuputty memiliki beban cukup berat. Ketiganya mau tak mau harus bersaing dengan pemain level atas di Piala Sudirman 2013 yang bakal mulai bergulir pada 19 Mei 2013. Keperkasaan tunggal putri India, Saina Nehwal, serta putri-putri Cina bakal membayangi perjuangan mereka di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia nanti. 

Ketangguhan lawan di Grup A seperti ini memang seakan membuat Linda cs sulit membantu berkontribusi untuk tim. Namun, beban semacam ini yang harus bisa dilawan. Walau memang sulit meruntuhkan Li Xuerui (Cina) dan Saina Nehwal (India) yang kini secara berurutan berada di puncak peringkat dunia.

Kedua pemain papan atas ini juga ditemani penopang yang tidak kalah gahar. Saina didampingi PV Sindhu yang kini menghuni peringkat 13 dunia atau dua peringkat di atas Linda. Jika mau dibandingkan, catatan pertemuan Sindhu dengan Lindaweni pun lebih positif ke arah Sindhu. Dua kali sudah pemain kelahiran tahun 1995 itu mengalahkan Linda dari tiga pertemuan mereka. 

Sementara Xuerui masih ditemani Wang Yihan dan Wang Shixian. Namun, Lindaweni sudah membuktikan dirinya bisa memberikan yang terbaik. Seperti saat bertahan sampai babak perempat final All England 2013. Linda bisa menghempaskan Wang Yihan di babak pertama. Kondisi terbaik semacam itulah yang juga diharapkan bisa muncul di Bukit Jalil.

Harapan serupa juga disematkan ke dada Aprilia dan Bella. Meski kedua pemain ini masih belum masuk jajaran 20 besar dunia, keduanya tentu diharapkan bisa tampil dengan maksimal meski harus menghadapi lawan pemain kawakan. Lewat kesempatan untuk bisa berkiprah di ajang kejuaraan beregu paling bergengsi ini, tiga pemain putri Indonesia ini seharusnya berusaha paling maksimal.

Alasan pemilihan tiga nama ini dibandingkan dengan dua pemain berpengalaman lainnya seperti Adrianti Firdasari dan Maria Febe Kusumastuti juga masuk akal. Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Rexy Mainaky memberikan kesempatan untuk Linda, Aprilia, dan Bella setelah melihat penampilan mereka sepanjang tahun ini.

Padahal, Firda merupakan salah satu pemain yang bisa diandalkan pada kompetisi beregu. Penampilan pemain yang kini memasuki usia 28 tahun itu kerap lebih baik dibandingkan saat dirinya tampil di turnamen individu. Namun, cedera lutut menjadi kendala yang menghambat Firda untuk bisa kembali berkontribusi.

Sementara itu, Maria Febe juga tak diikutsertakan lantaran belum bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya sepanjang tahun ini. Dengan alasan semacam itu, seharusnya tidak ada alasan untuk tiga tunggal putri muda Indonesia ini untuk kemudian layu dan menyerah. Apalagi, sistem permainan di babak penyisihan grup masih memungkinkan untuk tetap memainkan lima partai yang ada.

Jika sektor tunggal putri sulit untuk bersaing, mari kita berharap sektor lainnya bisa memberikan hasil lebih baik dan mendapatkan poin kemenangan.



BACA JUGA:


Kekuatan dan Formasi Ganda Putri


Kekuatan dan Formasi Tunggal Putra


Kekuatan dan Formasi Ganda Putra


Kekuatan dan Formasi Ganda Campuran


Teknologi Mata Elang di Piala Sudirman




Pahlawan Indonesia di Olimpiade (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):


Alan Budikusuma peraih medali emas tunggal putra bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1992. (Tempo/Agung Prasetyo Utomo)
1 / 15
TEMPO.CO
Jum, 12 Apr 2013 17:00 WIB

Blog Olahraga

Yahoo Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman