Piala Sudirman 2013: Berjodoh dengan Cina

Ganda putri Greysia Polii - Nitya Krishinda. (ANTARA/Maha Eka Swasta)


Indonesia tak kuasa menghindar dari Cina di perempat final Piala Sudirman 2013 di Stadion Putra Bukit Jalil Kuala Lumpur Malaysia. Setelah diberi tamparan hebat lewat kekalahan telak 0-5 di fase penyisihan Grup A dengan skor telak, 0-5, pelajaran lain bakal diberikan "Negeri Tirai Bambu” ini pada Kamis, 23 Mei 2013.

Inilah pertama kalinya kedua negara langsung saling ‘bunuh’ di babak perempat final. Di gelaran sebelumnya, Cina dan Indonesia merupakan pelanggan babak semifinal. Kedua negara ini tak pernah melewatkan satu pun kejuaraan ini tanpa lolos sampai babak semi final. 

Dari hasil undian, Selasa (21/5) malam, Indonesia seakan berjodoh dengan Cina. Dari delapan tim yang lolos, hanya China dan Indonesia yang kembali bertemu dengan lawan di grup sebelumnya. Sementara itu, laga lainnya mempertemukan Taiwan melawan Denmark, Korea Selatan menghadapi Jerman, dan Jepang bertemu Thailand. 

Boleh jadi peluang untuk menjadi yang tersisih ada pada Indonesia. Cina memang bukan negara yang mudah ditaklukkan. Inilah negara yang paling berkuasa di ajang kejuaraan beregu campuran dua tahunan ini. Lewat delapan gelar yang sudah dikoleksinya, Cina seakan masih sulit diruntuhkan. 

Itulah yang setidaknya dirasakan saat Indonesia takluk di final Piala Sudirman 2005 dan 2007. Berbekal materi pemain saat ini, Indonesia memang tak kuasa berbuat banyak. Atau setidaknya, mencoba memberikan perlawanan kuat seperti yang sempat diberikan Aprilia Yuswandari saat menghadapi Li Xuerui di babak penyisihan. 

Atau, seperti Hendra Setiawan/Angga Pratama yang juga bisa menyulitkan Cai Yun/Fu Haifeng dengan rubber game sebelum akhirnya tetap menyerah kalah. Tentu hasil semacam ini tidak berlaku jika Indonesia ingin menunjukkan kekuataannya atas Cina. 

Setidaknya, Indonesia harus bisa berkaca kepada tim Jerman yang mengerahkan segala kemampuan mereka saat menyingkirkan tim tuan rumah, Malaysia. Dua tahun sebelumnya, Jerman gigit jari setelah tak kuasa melawan kekuatan Cina dan Jepang di babak penyisihan grup. Namun, yang perlu dicatat, Jerman bisa mencuri satu poin dari Cina di sektor tunggal putri. Juliane Schenk bisa menghempaskan Wang Shixian 21-19, 21-16.

Tanpa Schenk tahun ini, Jerman juga membuktikan mampu membawa kemenangan di Piala Sudirman. Keberanian dan kegigihan dari mereka inilah yang bisa menjadi penyuntik semangat skuad Indonesia ketika berhadapan dengan Cina demi setidaknya mencapai target yang sudah disampaikan Ketua Umum PB PBSI Gita Wiryawan; mencapai babak semi final. 

Dua tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto ataupun Dionysius Hayom Rumbaka harus semakin bisa mendewasakan mental mereka untuk berjuang mendapatkan kemenangan. Begitu juga dengan Lindaweni Fanetri dan Aprilia Yuswandari yang diandalkan di tunggal putri.

Sementara, dilihat dari penampilan terakhir Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, keduanya seharusnya bisa memberikan komposisi matang yang pernah mereka tunjukkan sebelumnya. Komposisi itu yang tentunya sangat dinantikan ketika mereka diandalkan kembali di sektor ganda putri.

Dari sektor ganda putra, komposisi awal Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan serta Angga Pratama/Rian Agung Saputro yang mungkin akan dipilih. Sama halnya dengan sektor ganda campuran, sektor ini tentu begitu diharapkan kontribusinya untuk mencuri poin.

Yang jelas, kesempatan terbesar Indonesia tentu ada di  tangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Ganda campuran inilah yang memiliki kualitas dan pengalaman setara dengan ganda Cina, Xu Chen/Ma Jin. Jika sudah ada setidaknya dua poin di tangan, mengapa tidak berharap satu poin lagi dari sektor lainnya. 

Inilah satu pembelajaran lain yang bisa ditarik dari Cina seusai memberikan kekalahan 0-5 di babak penyisihan. Jika mampu dijawab dengan kemenangan, Indonesia sungguh cepat belajar. Kalau pun tidak, setidaknya perjuangan para pemain Indonesia atas para lawannya yang merupakan para pemain papan atas semakin mematangkan mereka untuk mencuri kemenangan di kemudian hari.


BACA JUGA:

Indonesia Kalah 0-5 dari Cina di Penyisihan Grup


Lindaweni Disimpan saat Lawan Cina di Penyisihan Grup


Ganda Putra Masih Belum Memuaskan


Ganda Putri Harus Berjuang Keras


Benahi Mental Tunggal Putra


Ganda Campuran Masih Oke

Blog Olahraga

Yahoo Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman