Menanti Piala Sudirman Mampir Lagi ke Indonesia

Istora Gelora Bung Karno, 24-29 Mei 1989. Piala Sudirman pertama kali digelar. Indonesia meraih dua sukses, yakni sebagai tuan rumah dan juara. Kita mengalahkan Korea Selatan di final dengan skor 3-2. Itulah kemenangan kita pertama di Piala Sudirman, sekaligus kemenangan satu-satunya.

Pada 1991, Korea Selatan ganti mengalahkan kita di final dengan skor sama, 3-2. Sejak saat itu, Piala Sudirman tidak pernah kembali ke tangan Indonesia. Menyedihkan.

Nama Piala Sudirman diambil dari nama mantan pebulutangkis Indonesia, Dick Sudirman. Lelaki yang lahir pada 29 April 1922 dan wafat 10 Juni 1986 ini adalah perintis PBSI dan ketua PBSI selama 22 tahun. Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden IBF pada 1975.

Pada 1989, Indonesia bersaing dengan 27 tim lain. Waktu itu ada 13 tim asal Eropa, 10 tim dari Asia, dua tim Amerika Serikat, dua kawasan Oseania, dan satu tim Afrika. Mereka terbagi ke dalam enam grup.

Poin kemenangan Indonesia kala itu dipersembahkan oleh sektor tunggal putra dan putri, serta ganda campuran. Poin pertama dipersembahkan oleh pemain tunggal putri Susi Susanti yang mengalahkan Lee Young-Suk 10-12, 12-10, 11-0. Kemenangan Indonesia semakin dekat saat Eddy Kurniawan mengalahkan Sung Han-Kok 15-4, 15-3. 

Penentu kemenangan adalah pasangan ganda campuran Eddy Hartono/Verawati Fajrin yang melibas Park Joo Bing/Chung Soo-Young 18-13, 15-3. Itulah satu-satunya kemenangan yang sempat dirasakan tim Merah Putih dalam persaingan kejuaraan beregu campuran ini.

Sepanjang sejarah Piala Sudirman, hanya ada enam negara yang bisa lolos dari babak penyisihan grup kejuaraan beregu dua tahunan ini. Keenam negara itu adalah Indonesia, Korea Selatan, Inggris, Malaysia, Cina dan Denmark. 

Bersama Cina, Indonesia selalu masuk babak semifinal. Bedanya, Cina sudah delapan kali sukses mencapai final dan meraih gelar juara. Sementara Indonesia (di luar 1989) sudah enam kali masuk final tetapi kalah.

Dominasi Cina terlihat jelas. Mereka menjadi juara berturut-turut pada periode 1995-2001 (empat kali) dan periode 2005–2011.

Pada babak final Piala Sudirman 2007 di Glasgow, Skotlandia, Cina mengalahkan Indonesia langsung 3-0. Kemenangan telak ini mengulangi kemenangan serupa yang mereka capai di Piala Sudirman 2005 di Beijing.

Memang diperlukan kekuatan yang merata di setiap sektor jika ingin mendominasi kejuaraan ini. Sementara, sepanjang perjalanan bulutangkis Indonesia, semua sektor memang belum pernah merata kekuatannya. Kita kini paling-paling bisa mengandalkan ganda campuran dan ganda putra. Selebihnya berat, apalagi tunggal putri (yang peringkat pemainnya masih jauh dari 20 besar dunia).

Pada perhelatan Piala Sudirman 2013 di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia akan langsung bersaing dengan Cina dan India di grup A. Kita akan lagi-lagi menghadapi dominasi Cina. Mungkin itu sebabnya Ketua PBSI Gita Wirjawan tak membuat target muluk. Menurutnya, mencapai babak semifinal pun sudah bagus buat skuat Indonesia.

Meski demikian, tentu kita boleh berharap Indonesia bisa mematahkan dominasi Cina dan membawa pulang Piala Sudirman ke negeri asalnya. Penantian 24 tahun sudah terlalu lama.



BACA JUGA:


Ketika Bulutangkis Indonesia Mulai Bersinar


Chris John Kemampuannya Mulai Memudar?


Legenda Penyerang Timnas Indonesia yang Pernah Berduel dengan Guus Hiddink


Gaji Pemain Sepak Bola Jangan Disamakan dengan Cicilan Motor Bebek


Semangat Memperbaiki PSSI


Suporter Selalu Pakai Helm di Stadion





Pahlawan Peraih Medali Emas Olimpiade untuk Indonesia (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):


Alan Budikusuma peraih medali emas tunggal putra bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1992. (Tempo/Agung Prasetyo Utomo)
1 / 15
TEMPO.CO
Jum, 12 Apr 2013 17:00 WIB



Presenter Olahraga Cantik di Televisi Indonesia (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):


Franda adalah presenter andalan program Lensa Olahraga ANTV.
1 / 12
Kapanlagi
Jum, 21 Sep 2012 18:00 WIB


Istri-istri Cantik Bintang Lapangan Hijau (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):


Cheryl Tweedy, dulu Cheryl Cole adalah mantan istri bek Chelsea, Ashley Cole. Cheryl menggugat cerai karena Ashley berselingkuh beberapa kali dengan PSK. (Getty Images/Stuart Wilson)
1 / 20
Getty Images
Jum, 28 Sep 2012 17:00 WIB








Blog Olahraga

Yahoo Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman