Kata Ricky Subagja soal Rexy Mainaky

Ricky Subagja (Yahoo! Olahraga)





Oleh: Gembira Putra Agam


Dianggap sebagai salah satu pasangan terkuat di era 90-an, nama Ricky Subagja dan Rexy Mainaky seakan tak bisa dipisahkan sampai sekarang. Pasangan legendaris yang melambung namanya sejak medali emas yang mereka raih di Olimpiade Atlanta enam belas tahun lalu ini kini menjalankan kesibukannya masing-masing.

Kepada Yahoo! Olahraga (16/3), Ricky Subagja menceritakan bahwa dia kini sibuk menjalankan merek peralatan dan apparel bulutangkis yang dijalankannya bersama Hariyanto Arbi bernama Flypower dan mengaku tak seintens dahulu berlatih bulutangkis, “Tapi olahraga rutin tetap jalan, tak hanya bulutangkis, saya juga suka renang dan sepakbola.” Pebulutangkis kelahiran Bandung ini juga sibuk melakukan coaching clinic di daerah dan berbagi pengalaman di beberapa eksibisi.

Lalu bagaimana kabar rekannya? “Dia masih melatih bulutangkis.” Ricky menceritakan bahwa saat dirinya menyatakan pensiun di tahun 2001, Rexy memang berencana melatih bulutangkis. Rekan Ricky yang dikenal dengan teriakan dan kecepatannya di lapangan ini akhirnya berangkat ke Inggris dan bermukim di sana selama empat tahun. “Selepas itu, dia ke Malaysia dan melatih atlet di sana.”

Ricky masih sulit melepaskan citraan Rexy yang emosional, “Rekan saya itu bisa sangat emosional di arena kalau sedang ada masalah personal, bisa tidak beres mainnya.” Ricky menambahkan bahwa kalau tidak sedang ada masalah, dia bermain luar biasa.

Pasangan yang gemerlap di tahun 90-an ini dipasangkan oleh Christian Hadinata untuk World Championship di tahun 1991. Padahal sebelumnya Ricky dipasangkan dengan kakaknya Rexy, Richard Mainaky,” ujar Ricky.

Saat itu mereka sedang mengejar poin untuk Olimpiade di Barcelona. Namun setelah sebuah pertandingan di Finlandia, Ricky dipisahkan dari rekannya, “Saya sempat tidak terima, karena poin saya akan kembali ke nol.” Untung pertandingan World Championship tahun 1991 membuat namanya mencuat, karena untuk pertama kalinya, Ricky dipasangkan dengan Rexy.

Ricky memandang Rexy sebagai rekan dengan kekuatan yang lebih. Tapi sisi emosional Rexy menjadi perhatian Ricky dan pelatih saat itu. “Christian Hadinata sampai menyebut kami seperti Yin dan Yang, Rexy memiliki sisi yang berapi-api, saya dengan sisi yang tenang.” Ricky menambahkan bahwa dia mesti harus memerhatikan mood Rexy saat bertanding, “Kalau kami sama-sama tidak beres, kami tidak akan bermain bagus dan tak akan kompak.”

Kelemahan Rexy dalam penempatan bola dipegang oleh Ricky yang pandai di hal ini. Kondisi saling mengisi secara teknis kadang tidak diimbangi dengan situasi emosi yang beres di waktu-waktu tertentu. Ricky mengenang saat di French Open tahun 1992, dia dan Rexy tidak berbicara, baik saat bertemu di luar maupun di dalam lapangan. “Kami akhirnya kalah saat itu dan dipanggil pelatih untuk membereskan masalah emosi ini,” ujar Ricky sambil tersenyum.

Rexy yang berapi-api terlihat dari bagaimana dia bermain, “Anda mungkin masih ingat bagaimana Rexy bermain. Selalu berteriak setiap melakukan smash.” Ricky menjelaskan bahwa Rexy selalu melakukan itu sebagai bentuk membebaskan beban di kepala. Ricky mengenang, “Dalam sebuah pertandingan, dia pernah mencoba untuk bermain ‘tenang’, tapi tidak berhasil. Dia main buruk saat itu.”

Kemenangan Ricky dan Rexy di Olimpiade Atlanta tidak mudah didapatkan. Ricky menceritakan bahwa beban bertanding saat itu sangat berat walau secara personal ranking-nya di posisi pertama tidak goyang sejak dua tahun sebelumnya. Saat bertanding, tidak banyak yang diucapkan Ricky kepada Rexy, “Saya cuma teriak ‘tahan! Tahan!’ selama pertandingan.” Bagi Ricky, momen bertanding di Olimpiade merupakan kesempatan terbaik dan butuh motivasi besar untuk meraih prestasi di pertandingan tersebut.

Lalu siapa pemain ganda putra saat ini yang Ricky pertimbangkan bagus? “Nama-nama seperti Mohammad Aksan dan Bona Septano bermain bagus.” Ricky juga menambahkan, “Rian Agung Saputra dan Angga Pratama juga pemain-pemain bagus masa kini.


Baca Juga:

Taufik Hidayat: Perhatikan Bulutangkis, Olahraga Prestasi!

Manchester City Tanpa Gelar Musim Ini?

Sang Motivator Ulung Itu Telah Pergi untuk Selamanya

Indonesia Masuk Piala Dunia? Mimpi di Siang Bolong

Jose Mourinho dan Catatan Prestasinya

Blog Olahraga

  • Tim terbaik Piala Dunia: Hongaria The Marvellous Magyars

    The Golden Team Hungaria 1954 masih tercatat sebagai tim dengan nilai tertinggi dalam sistem elo rating, melewati beberapa tim yang didewa-dewakan oleh publik sepak bola sebagai yang terhebat: Brazil … Lainnya »

    Arena - 7 jam yang lalu
  • Mengamati 5 Pekan Terakhir Liga Rusia

    Liga Rusia belakangan ini menjelma sebagai alternatif destinasi bagi para pemain-pemain top, seiring dengan kedatangan para pemilik kaya yang berinvestasi besar pada sepak bola. Liga Rusia musim ini … Lainnya »

    Arena - 8 jam yang lalu
  • Ini Bukan Sekadar Masalah Logo Olimpiade

    Dalam beberapa waktu belakangan ini, permasalahan penggunaan simbol Olimpiade pada logo KONI menjadi sorotan media massa Indonesia. Mengapa masalah yang sepertinya sepele itu sangat diributkan? Jika … Lainnya »

    Arena - Sel, 15 Apr 2014 17:07 WIB

Yahoo Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman