Ganda Putri Piala Sudirman 2013: Greysia/Nitya Andalan Ganda Putri

Gebby Ristiani (kiri) dan Tiara Rosalia Nuraidah. (Tempo/Seto Wardhana)

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari langsung dipasangkan kembali setelah dipisah selama empat tahun. Mereka diandalkan untuk mendulang poin di Piala Sudirman 2013. Keduanya masih dianggap bisa lebih tangguh dibanding ganda putri lainnya, Gebby Ristiani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah.
 
Dari segi pengalaman, Greys/Nitya mungkin lebih baik dibanding Gebby/Tiara. Pasangan ini sudah pernah mencicipi babak semifinal Denmark Terbuka 2008 dan Singapura Super Series 2009. Selain itu, Greysia juga lebih matang — dia pernah mencicipi jajaran lima ganda terbaik dunia bersama Meiliana Jauhari.  
 
Bekal inilah yang tampaknya membuat pasangan Gebby Ristiani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah masih menjadi pilihan kedua. Padahal, Indonesia sebenarnya memiliki ganda putri lain yang tak kalah apik, Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta. Namun, mereka tak bisa dibawa serta lantaran bukan bagian dari Pelatnas Cipayung.
 
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Rexy Mainaky memang memutuskan tak ingin membawa pemain di luar pelatnas ke dalam tim.
 
Namun, sektor ganda putri seharusnya sudah bisa lebih percaya diri untuk merebut poin saat melawan India. Pasalnya, salah satu jagoan ganda India, Jwala Gutta tidak masuk dalam skuat. Walhasil, India hanya mengandalkan pasangan Ashwini Ponnappa/Pradnya Gadre dan Sikki Reddy/Aparna Balan.
 
Dari dua formasi itu, India juga bakal mengandalkan salah satu dari masing-masing pemain untuk tampil pada sektor lain. Ashwini Ponnappa dan Aparna Balan juga dibutuhkan tenaganya untuk partai ganda campuran. Jadi kepercayaan boleh saja diberikan bagi Gebby/Tiara untuk bisa mencuri poin dari India.
 
Setidaknya, Gebby/Tiara sudah pernah merasakan perlawanan Sikki Reddy/Aparna Balan sebelumnya. Gebby/Tiara bisa melibas pasangan India ini di turnamen Challenge India pada tahun 2011 silam. Namun, keputusan tetap ada di tangan tim pelatih.
 
Jika kita berbicara soal persaingan dengan Cina, lagi-lagi Indonesia masih belum bisa mematahkan keperkasaan ratu ganda putri dunia, Wang Xiaoli/Yu Yang. Dua pasangan wakil Indonesia ini memang belum pernah merasakan kekuatan Xiaoli/Yu Yang ini. Ajang Piala Sudirman  yang bergulir pada 19-26 Mei 2013 inilah yang bisa menjadi kesempatan emas mereka untuk melawan.
 
Satu lain ganda putri yang dipersiapkan Cina adalah Tang Jinhua/Ma Jin. Gebby/Tiara baru saja dikalahkan pasangan ini di babak semifinal Kejuaraan Asia pada akhir Maret 2013 lalu. Kekalahan ini bisa saja dibalas di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Tapi, bisa juga tidak.

Kemenangan atas Cina tentu tetap diharapkan meski bukan menjadi prioritas utama. Jika sampai bisa mencuri kemenangan, tentu kedua pasangan ini memiliki modal yang sangat baik dalam perjalanan karir mereka. Apalagi, ajang Piala Sudirman ini bakal menjadi debut kedua pasangannya berhadapan dengan ganda-ganda Cina itu.
 
Skenario apa pun yang akhirnya dipilih, sektor ganda putri juga ikut berperan untuk bisa mencapai kemenangan atas India di hari perdana penampilan mereka pada 20 Mei 2013. Sudah seharusnya Greys/Nitya atau pun Gebby/Tiara bisa merebut kemenangan lebih mudah saat berhadapan dengan ganda putri India.


BACA JUGA:


Kekuatan dan Formasi Tunggal Putri


Kekuatan dan Formasi Tunggal Putra


Kekuatan dan Formasi Ganda Putra


Kekuatan dan Formasi Ganda Campuran


Teknologi Mata Elang di Piala Sudirman




Putra-putri yang Ikut Mengharumkan Nama Indonesia (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):


Alan Budikusuma peraih medali emas tunggal putra bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1992. (Tempo/Agung Prasetyo Utomo)
1 / 15
TEMPO.CO
Jum, 12 Apr 2013 17:00 WIB

Blog Olahraga

  • Tim Terbaik Piala Dunia: Brasil 1982

    Menceritakan kiprah tim nasional Brasil pada Piala Dunia 1982, sebuah tim yang dianggap salah satu tim terbaik yang gagal memenangi Piala Dunia selain tim nasional Hungaria pada Piala Dunia 1954 dan … Lainnya »

    Arena - Kam, 17 Apr 2014 10:15 WIB
  • Tim Terbaik Piala Dunia: Uni Soviet 1962

    Menceritakan kiprah tim nasional Uni Soviet pada Piala Dunia 1962, termasuk kiprah mereka secara umum tahun 1950-60an dan profil singkat salah satu pemain mereka yang dijuluki Pele dari Rusia. … Lainnya »

    Arena - Rab, 16 Apr 2014 20:13 WIB
  • Akademi Sepak Bola Ajax: Mencetak Pemain Masa Depan

    Akademi La Masia memang telah berhasil melahirkan seorang superstar yang berhasil meraih 3 kali Ballon d’Or berwujud Lionel Messi, namun jauh sebelum La Masia dikenal secara luas ada sebuah akademi … Lainnya »

    Arena - Rab, 16 Apr 2014 16:25 WIB

Yahoo Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman