Bek Terbaik Liga Super Indonesia 2012/2013

Igbonefo (kanan) mengejar Van Persie saat Indonesia menjamu Belanda, Jumat (6/6) lalu di GBK. (ANTARA/Ismar Pa …


Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi


Klub Indonesia kini sudah sangat jarang memainkan pola permainan dengan tiga pemain belakang. Sejak awal tahun 2000-an, era 4-4-2 diterapkan di hampir semua tim, dengan berbagai modifikasi lini tengah dan depan.

Sementara itu, lini belakang umumnya menggunakan formasi empat bek sejajar. Dua bek tengah dan dua bek sayap, di kanan dan kiri, yang biasanya juga aktif membantu serangan.

Jadi, untuk mengetahui pemain lini belakang terbaik Liga Super Indonesia 2012/2013, kita bisa menganalisis tiga posisi tersebut - hingga tulisan ini diturunkan. Dua pemain untuk posisi bek tengah, satu bek di sisi kanan, dan satu bek di sisi kiri — dengan mempertimbangkan tipe permainan bek tengah maupun bek sayap.

Otavio Dutra,
pemain yang kini memperkuat Persipura layak untuk dikedepankan sebagai salah satu menara di jantung pertahanan. Dutra yang sebelumnya memperkuat Persebaya Surabaya, memiliki tinggi 190 cm, terhitung tinggi untuk pemain yang berlaga di Indonesia. Dengan postur yang tinggi ini, wajar jika Dutra unggul dalam duel bola atas. 

Data Lab Bola menunjukkan, Dutra punya rata-rata 11,2 sundulan per pertandingan, paling tinggi di antara pemain belakang lain. Sundulan suksesnya pun masuk tiga besar dengan persentase berhasil mencapai 95,18 persen.

Berkat kehadirannya, gawang Persipura hanya dibobol 11 gol (sampai 11 Juni 2013).

Pemain yang lahir di Fortaleza, Brazil, 29 tahun lalu ini bergabung di Persipura di tahun 2012. Sejauh ini dia sudah bermain di 16 pertandingan dan mencetak empat gol. Dutra juga algojo penalti ulung. Jika Boaz tidak bermain atau sedang tidak siap, Dutra mengemban tanggung jawab itu.

Untuk mendampingi Dutra ada beberapa kandidat, seperti Victor Igbonefo (Arema Indonesia), Roman Golian (Persela), Naser Al Sebai (Persib), Hamka Hamzah (Mitra Kukar), dan Henry Njobi Elad (Barito Putera). Kelima pemain tersebut memiliki statistik yang lumayan.

Victor Igbonefo mampu menghalau bola sebanyak 111 kali (kedua terbanyak). Dia bermain konsisten sepanjang pertandingan dan terlibat dalam seluruh pertandingan Arema Indonesia musim ini. Sebelum memperoleh kartu merah saat menghadapi Persela Lamongan, dia terhitung pemain yang bersih dengan hanya memperoleh dua kartu kuning.

Roman Golian, yang menjadi pemimpin di jantung pertahanan Persela merupakan yang memotong bola 112 kali (terbanyak) dan menyapu bersih 134 kali. Persela begitu begantung padanya. Sayang kerja kerasnya tetap tidak mampu berbuat banyak dan gawang Persela bisa dijebol 31 kali (hingga 11 Juni 2013).

Naser Al Sebai, walaupun sempat kesulitan bersaing dengan Maman Abdurrahman untuk mendampingi Abanda Herman, kini mulai secara reguler dimainkan oleh Djajang Nurjaman. Sejauh ini sudah sukses menyingkirkan bola 54 kali. Yang menarik, menurut data Lab Bola, dia memiliki akurasi operan tertinggi 95,64 persen. Bagus untuk seorang bek.

Hamka Hamzah, yang bermain di Mitra Kukar, memiliki catatan bagus di duel bola udara. Catatannya 113 kali sundulan berhasil dan rata-rata 8,7 sundulan per pertandingan. Sayang, Dutra yang lebih dulu dipastikan di tim ini hampir punya keunggulan yang mirip. Sehingga Hamka tidak dipilih untuk menemani Dutra di jantung pertahanan.

Satu kandidat lagi adalah Henry Njobi Elad. Dia rata-rata menghalau 10,9 kali per pertandingan, yang merupakan empat terbaik. Dia juga melakukan sundulan sukses 10,7 per pertandingan, juga yang keempat terbaik.

Dengan berbagai pertimbangan, Victor Igbonefo layak dikedepankan berkat konsistensinya menggalang pertahanan Arema yang hingga kini baru kebobolan 18 gol (sampai 11 Juni 2013). Fisik dan keunggulan di bola bawah akan menjadikannya duet yang pas untuk Dutra.

Supardi untuk Bek Kanan Terbaik

Hanya ada dua nama yang pantas ditempatkan sebagai kandidat bek kanan terbaik. Pertama, Supardi Natsir, bek kanan Persib yang sejauh ini sudah membuat 6 assist (bek dengan assist terbanyak) dan memiliki akurasi umpan silang 39,71 persen. Pria bertinggi 173 cm ini juga unggul dalam kecepatan. Sebelum di Persib, Supardi bermain di Sriwijaya dan memenangi Liga Super Indonesia 2011/2012.

Pemain kedua adalah bek kanan timnas di Piala AFF 2010, Zulkifli Syukur. Pemain Mitra Kukar ini memiliki akurasi umpan silang 25 persen. Dia juga bek yang mampu menggiring sukses sebanyak 19 kali dari 36 percobaan (53,78 persen).

Dilihat dari statistik, jelas Supardi layak disebut sebagai bek kanan terbaik yang beredar di Indonesia saat ini.

Bek Kiri: Antara Tony Sucipto dan Mahyadi Panggabean

Posisi bek kiri nampaknya yang krusial untuk ditentukan siapa yang paling berhak disebut sebagai yang terbaik. Ada tiga nama, Mahyadi Panggabean (Sriwijaya FC), Tony Sucipto (Persib Bandung), dan Michael Orah (Persepam MU).

Mahyadi Panggabean sudah terbiasa bermain di sayap. Entah sebagai bek maupun gelandang sayap. Di Sriwijaya musim lalu dan sekarang, dirinya biasa beroperasi di bek kiri. Sejauh ini, Mahyadi telah memberikan empat assist (hanya kalah dari Supardi), memotong bola 67 kali (empat terbaik), dan punya akurasi giringan bola sukses yang bagus, 78,57 persen.

Sementara Tony Sucipto, bukanlah pemain yang biasa bermain di bek kiri. Walaupun dikenal sebagai pemain serba bisa, baru musim ini dia reguler bermain di bek kiri. Posisi yang musim lalu ditempati oleh Jajang Sukmara. Walaupun bukan posisi asli (posisi utamanya gelandang bertahan), Tony bisa bermain cukup baik dengan memotong bola 4,35 kali per pertandingan. Tony juga mampu memosisikan dirinya sebagai bek sayap dengan jumlah operan terbanyak dengan akurasi 80,97 persen (477/590).

Michael Orah, pemain yang musim lalu memperkuat PSPS Pekanbaru ini menjalani salah satu musim terbaik dalam karirnya bersama Persepam MU. Penampilannya cukup menonjol di klub asal pulau Madura tersebut. Orah mencetak tekel sukses 54 kali dan bek dengan giringan terbanyak dengan keberhasilan 56,7 persen (21/37).

Ketiganya cukup kompeten untuk menyandang status sebagai bek kiri terbaik. Namun, jika hanya boleh memilih salah satu maka Mahyadi tetap yang mungkin dipilih. Tony bagus tapi terkadang dia bermain tidak di posisi bek kiri. Untuk kebutuhan tim jelas Mahyadi lebih layak jadi pilihan di sisi kiri.

Inilah empat bek terbaik di Liga Super Indonesia. Ada Supardi di sisi kanan, duet Dutra dan Igbonefo di jantung pertahanan, dan Mahyadi di sisi kiri. Komposisi ini bisa saja berubah di akhir musim. Kini, tergantung setiap pemain menjaga konsistensinya.


BACA JUGA:


Kiper-kiper yang Sulit Dijebol di Paruh Pertama Liga Super Indonesia 2012/2013


Lima Kiper Terhebat Indonesia


Pemain-pemain yang Potensial untuk Dinaturalisasi


Bintang-bintang Timnas Belanda yang Berdarah Indonesia


Keberhasilan Wenger Menjaga Konsistensi Arsenal


Pelatih Sukses dengan Dana Minim

Blog Olahraga

Yahoo Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman