• REUTERS/Nigel Roddis

    Oleh Sirajudin Hasbi

    “I’d like to remind you that we’ve had bad times here. The club stood by me. All my staff stood by me. The players stood by me. So now your job is to stand by our new manager. That is important,” ujar Sir Alex Ferguson dalam pidatonya setelah pertandingan terakhirnya di Old Trafford melawan Swansea.

    Belum genap semusim kemudian, manajer yang atas rekomendasinya ditunjuk untuk menggantikan posisi yang ditinggalkannya harus angkat kaki sebelum kontraknya berakhir, bahkan saat musim 2013/2014 masih menyisakan empat pertandingan lagi.

    Benar jika Moyes telah menyebabkan performa Manchester United menurun drastis. Tetapi, dia bukan satu-satunya aktor yang layak dipersalahkan. Sir Alex Ferguson dan jajaran manajemen klub perlu turut pula mengambil tanggung jawab karena berkat mereka pula United mengalami masa-masa buruk.


    Era Fergie turut andil
    Sir Alex Ferguson tidak menyiapkan transisi dengan baik menjelang masa pensiunnya. Dia mewariskan skuat juara tetapi jika kita

    Selengkapnya »dari Bukan Semata Salah Moyes
  • (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)

    Oleh: Galih Satrio Pinandito


    Real Madrid bernafsu untuk menggenapi gelar juara Liga Champions mereka menjadi 10, atau yang mereka sebut sebagai La Decima. Sementara Bayern Muenchen ingin menjadi tim pertama yang memenangi trofi ini dalam dua musim berturut-turut sejak digunakannya format baru tahun 1992. Kedua ambisi tersebut akan saling bertemu di semi final yang laga pertamanya akan digelar pada Kamis dini hari (24/04). Santiago Bernabeu mendapat kehormatan sebagai penyelenggara pertama laga antar dua seteru ini.

    Rekor pertemuan
    Terakhir kali kedua klub ini bersua adalah pada semi final UCL musim 2011/12. Madrid dan Muenchen saling mengalahkan dalam dua pertandingan sehingga penentuan siapa yang berhak lolos ke final harus ditentukan melalui adu penalti. Sergio Ramos yang menjadi algojo keempat untuk Madrid menjadi terkenal setelah tendangannya terbang tinggi melintasi mistar Manuel Neuer dan mengakibatkan tersingkirnya timnya dari ajang ini. Kejadian ini kemudian menjadi salah satu

    Selengkapnya »dari Jelang Real Madrid vs Bayern Muenchen: Duel Dua Pelatih Juara
  • REUTERS/Susana Vera

    Oleh Sirajudin Hasbi

    Liga Champions sudah memasuki babak semi final. Di sini Anda tidak hanya mempersiapkan taktik dan strategi tetapi juga bagaimana membangun mental skuat agar tidak mudah didekte oleh lawan. Kesalahan sekecil apapun tidak bisa ditoleransi dan bisa langsung memberi hukuman yang menyakitkan.

    Pemanasan sebelum menjamu Chelsea, Atletico baru saja menang 2-0 di kandang Valencia untuk mengamankan posisi puncak Liga Spanyol. Sementara sang tamu justru menderita kekalahan dari Sunderland 1-2 di Stamford Bridge. Hasil ini tidak hanya membuat The Blues gagal menempel ketat Liverpool dalam perburuan gelar juara, kekalahan tersebut mematahkan rekor tak pernah kalah Jose Mourinho di Stamford Bridge dalam 78 pertandingan. Moral menghadapi pertandingan ini, Atletico sedikit lebih unggul. Mereka tak perlu memikirkan kancah domestik untuk sementara.

    Kedua klub yang akan bertanding ini merupakan pemenang Liga Europa dua edisi terakhir. Chelsea berstatus juara bertahan kejuaraan kasta

    Selengkapnya »dari Misi Menang dan Tidak Kebobolan Atletico Madrid
  • AFP

    Oleh: Yoga Cholandha

    Matematika, kata orang, sebetulnya bukan ilmu yang benar-benar pasti. Ia menjadi pasti karena adanya kesepakatan. Dalam matematika, semua yang terlibat dalam di dalamnya, baik persamaan, pertidaksamaan, dll., sudah harus terlebih dahulu disepakati. Satuan bilangan yang digunakan misalnya, harus terlebih dahulu disepakati. Intinya, matematika adalah persoalan konsesi. Soal bagaimana pihak satu dengan pihak yang lain menyepakati satu jalan tengah untuk menyelesaikan suatu persoalan.

    Dalam menyelesaikan suatu persoalan di dalam matematika, terkadang diperlukan suatu rumus atau formula tertentu. Rumus atau formula ini tentu diperoleh lewat sebuah perjalanan panjang. Ada proses trial and error di sana. Coba sana, gagal, lalu coba yang lain, sampai satu jalan pintas penyelesaian masalah itu ditemukan. Rumus ini kemudian disebarluaskan untuk memudahkan proses penyelesaian masalah-masalah serupa di kemudian hari.

    Sepak bola, kata orang, bukan matematika. Bola itu bundar

    Selengkapnya »dari Tim Terbaik Piala Dunia: Pozzo + Mussolini = Juara Dunia
  • AFP/Yolande Mignot

    Oleh: Yoga Cholandha

    Jerman adalah pecundang di Perang Dunia II. Akibat kenaifan Hitler menyerang Uni Soviet di musim dingin 1941, buntutnya menjadi panjang. Mereka kehilangan banyak pasukan dan akhirnya berhasil dipukul dengan telak oleh pasukan Sekutu. Jerman hancur lebur, dan mereka harus menerima kenyataan bahwa negara mereka dibagi menjadi dua. Jerman Barat menjadi milik Blok Barat, dan Jerman Timur menjadi milik Blok Komunis.

    Hebatnya, hanya sembilan tahun setelah kekalahan yang menyakitkan di Perang Dunia II, tim sepak bola Jerman Barat sudah berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa mereka memang bukan bangsa sembarangan. Piala Dunia 1954 menjadi panggung akbar yang berhasil membawa nama Jerman Barat kembali mahsyur. Mereka berhasil mengalahkan Hongaria, salah satu tim yang disebut-sebut sebagai tim yang terbaik sepanjang masa, dan menggondol gelar juara dunia pertama mereka.

    Di tahun yang sama, sebuah pergolakan besar dimulai di daerah Maghribi. Sebuah negara koloni Prancis yang

    Selengkapnya »dari Pertandingan Terbaik Piala Dunia: Ketika Panser Jerman Disabotase Rubah-Rubah Gurun Sahara
  • (Photo by Alex Livesey/Getty Images)

    Oleh: Aditya Nugroho

    Lima tahun lalu, seorang pemain berperawakan tinggi besar yang masih berusia 16 tahun 11 hari memasuki lapangan Portman Road untuk menjalankan debut bersama klub Ipswich Town. Ipswich saat itu memang menyerah atas Doncaster Rovers, namun debut tersebut amat menjanjikan bagi remaja bernama Connor Wickham ini.

    Setelah itu, Wickham tampil tajam bersama Ipswich. Musim berikutnya ia mencetak 6 gol, sebuah torehan mengesankan bagi seorang remaja sepertinya. Ia juga terus dipercaya membela tim nasional Inggris dalam berbagai jenjang usia muda. Ditambah pemberitaan yang kadang berlebihan dari media, Wickham kemudian didengungkan sebagai talenta paling berprospek negeri Ratu Elizabeth.

    Segala pemberitaan tersebut tentu membuat harga Wickham melonjak, dan cenderung tidak realistis. Kisah seperti ini sudah sering terjadi di Inggris, yang akhirnya membuat klub-klub besar memberikan penawaran fantastis kepada pemain-pemain yang kemampuannya belum terbukti. Setelah memenangi

    Selengkapnya »dari Connor Wickham, Sang Penentu Perebutan Titel
  • AFP/Yasuyoshi Chiba

    Oleh: Aditya Nugroho

    Tim nasional Brasil tahun 1994 adalah tim pemenang Piala Dunia. Namun anehnya mereka tidak memenangi hati publik seperti halnya generasi mereka satu dekade sebelumnya, yaitu tim nasional Brasil yang bermain di Piala Dunia 1982.

    Bagi publik Brasil, hanya menduduki posisi kedua dalam sebuah turnamen adalah kegagalan. Sebagai negara yang menganggap sepak bola seperti agama sekaligus negara pengoleksi trofi Piala Dunia terbanyak, memang tidak ada istilah nomor dua atau nomor tiga. Oleh karena itulah jika sebuah tim tetap dielu-elukan publik bahkan ketika mereka gagal memberi gelar juara, berarti mereka telah melakukan sesuatu yang istimewa.

    Tim nasional Brasil 1982 ini bermaterikan Waldir Peres di bawah mistar gawang, kuartet bek Leandro-Oscar-Luzinho-Junior, kuartet gelandang Cerezo-Falcao-Socrates-Zico dan duet penyerang Eder dan Serginho. Sepak bola memang permainan kolektif, namun dalam tim ini, kuartet gelandang merekalah yang menjadi jantung permainan sekaligus

    Selengkapnya »dari Tim Terbaik Piala Dunia: Brasil 1982
  • Antara/Akbar Nugroho Gumay

    Oleh Sirajudin Hasbi

    Senja mulai nampak di sebelah barat kota Yogyakarta. Di utara kota pendidikan ini, tepatnya di ring road utara dan sekitarnya, yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Sleman mulai nampak barisan sepeda motor yang ditumpangi oleh sekelompok besar anak muda berbaju serba hitam. Mereka ini merupakan suporter Perserikatan Sepak bola Sleman (PSS) yang tergabung dalam wadah kelompok Brigata Curva Sud (BCS).

    Jumlah mereka semakin tampak banyak memasuki jalan masuk ke stadion Maguwoharjo. Tak hanya didominasi warna hitam, rekan-rekan Slemania yang mayoritas berbaju hijau juga mulai memadati areal stadion yang mulai diresmikan tahun 2007 lalu ini. Kedua kelompok suporter ini hadir untuk memberikan dukungan langsung pada klub kebanggaan mereka, PSS yang akan bertanding melawan Persenga Nganjuk.

    Pertandingan yang dimulai pukul 19:00 itu merupakan laga perdana Divisi Utama Liga Indonesia musim ini. Dalam pertandingan pertamanya, PSS mengalahkan Persenga dengan skor

    Selengkapnya »dari Ketika Liga Indonesia Bergairah Kembali
  • REUTERS/Vincent West

    Oleh: Aditya Nugroho

    Diego Maradona berusia 22 tahun kala Barcelona merekrutnya dari Boca Juniors tahun 1982. Uang senilai 5 juta pound dikeluarkan oleh Presiden Josep Luis Nunez saat itu untuk memboyong Si Anak Emas ke Camp Nou. Tentu saja Nunez mendatangkan Maradona, juga bersama pelatih Cesar Luis Menotti demi mengembalikan kejayaan Barca yang saat itu tengah puasa gelar Liga Spanyol nyaris 10 tahun. Musim pertama, Maradona masih gagal mewujudkan ambisi sang presiden karena titel juara terbang ke wilayah Basque tempat klub Athletic Bilbao bermarkas.

    Pada musim keduanya, tepat 31 tahun lalu, Maradona berambisi besar merebut titel juara dari kubu San Mames. Perang urat syaraf pun kerap terjadi hingga ke jajaran pelatih dua kubu. Awalnya Menotti kerap mengeluarkan kritikan terhadap permainan keras menjurus kasar yang dipertontonkan Bilbao. Mendengar hal itu, pelatih Bilbao saat itu, Javier Clemente, tidak tinggal diam. Ia balas mengkritik kehidupan pribadi Menoti, alih-alih urusan

    Selengkapnya »dari Jelang Barcelona vs Athletic Bilbao: Rivalitas yang (Dulu) Membara
  • Brasil vs Uni Soviet di Piala Dunia 1958. (AFP)

    Oleh: Aditya Nugroho

    Tahun 1960-an dalam dunia sepak bola dapat dikatakan sebagai peralihan tim terkuat dunia dari Hongaria ke Brasil. Ketika revolusi Hongaria pecah tahun 1956, pengaruhnya tehadap sepak bola cukup besar, di antaranya menyebabkan eksodus pemain-pemain tim nasional mereka, termasuk andalan utama Ferenc Puskas ke Spanyol. Prestasi The Mighty Magyars pun menurun drastis setelah itu.

    Penguasa sepak bola pun beralih ke benua Amerika, yaitu Brasil. Akhir dekade 50-an, tepatnya pada Piala Dunia 1958 di Swedia menjadi saksi kelahiran negara raksasa sepak bola baru. Dimotori bintang muda Pele, Brasil memenangi Piala Dunia pertama mereka dengan mengalahkan tuan rumah Swedia. Gelar ini sekaligus menghapus duka tragedi Maracanazo, sebuah cerita kelam final Piala Dunia tahun 1950 di mana Brasil di depan 200 ribu pendukungnya di Stadion Maracana dipaksa menyerah oleh Uruguay.

    Tim yang mengandalkan poros Djalma Santos, Didi, Vava, Garrincha dan Pele ini kemudian mempertahankan gelar

    Selengkapnya »dari Tim Terbaik Piala Dunia: Uni Soviet 1962

Penomoran Halaman

(50 Artikel)

Blog Olahraga

  • Bukan Semata Salah Moyes

    “I’d like to remind you that we’ve had bad times here. The club stood by me. All my staff stood by me. The players stood by me. So now your job is to stand by our new manager. That is important,” … Lainnya »

    Arena - 48 menit yang lalu
  • Jelang Real Madrid vs Bayern Muenchen: Duel Dua Pelatih Juara

    Real Madrid bernafsu untuk menggenapi gelar juara Liga Champions mereka menjadi 10, yang kemudian akrab disebut La Decima. Sementara Bayern Muenchen ingin menjadi tim pertama yang memenangkan trofi … Lainnya »

    Arena - 1 jam 47 menit lalu
  • Misi Menang dan Tidak Kebobolan Atletico Madrid

    Liga Champions sudah memasuki babak semi final. Di sini anda tidak hanya mempersiapkan taktik dan strategi tetapi juga bagaimana membangun mental skuat agar tidak mudah didekte oleh lawan. Kesalahan … Lainnya »

    Arena - Sel, 22 Apr 2014 16:27 WIB

Yahoo Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman