Stanford, Kalifornia (AFP/ANTARA) - Petenis Belgia Yanina Wickmayer mendapat keuntungan dari sembilan kesalahan ganda yang dilakukan mantan juara Marion Bartoli, ketika mengalahkan unggulan kedua dari Prancis itu pada perempat final turnamen klasik WTA Stanford, dengan angka 6-3, 6-2, Jumat.
Unggulan kelima Wickmayer selanjutnya akan bertemu dengan pemain dari Amerika, Coco Vandeweghe, yang maju ke semifinal turnamen level WTA untuk pertama kali dalam karirnya setelah mengalahkan pemain dari Polandia Urszula Radwanska 6-4, 6-4.
Bartoli, juara 2009 dan tiga kali sebagai finalis di Stanford, mengalami beberapa kesalahan dalam laga yang berakhir dalam tempo 90 menit itu.
Ia membuat kesalahan ganda dua kali pada game yang diperhitungkan sebagai akhir permainan ketika servisnya kandas untuk keempat kali.
Bartoli, yang dikalahkan di final pada 2011 oleh Serena Williams, mengamankan "match point" pertama tetapi Wickmayer membuat "winner" sementara Bartoli gagal berbuat sama.
Itu merupakan kemenangan pertama petenis peringkat 37 dunia Wickmayer atas finalis Wimbledonb 2007 dan peringkat ke-10 dunia itu, dalam empat pertemuan mereka.
Bartoli menyatakan bahwa turnamen di Stanford University itu merupakan salah satu tempat yang disukainya, setelah bermain di situ 10 kali. Ketika turun lapangan melawan Wickmayer, ia sudah memenangi 20 dari 29 pertandingannya di Kalifornia.
Wickmayer kini memasuki semifinal keempat pada musim 2012 dan dalam laga itu berusaha terus menekan Bartoli.
"Saya mencoba amat fokus terlebih ketika saya memimpin," kata Wickmayer, yang menempati posisi runner-up dalam dua turnamen musim ini.
"Saya sudah memenangi laga tiga set minggu ini dan saya kira itu amat membantu saya. Saya gembira dan berusaha mempertahankan level saya dengan Marion," katanya.
Vandeweghe meneruskan kemenangan di putaran kedua ketika melawan mantan petenis nomor satu dunia Jelena Jankovic, ketika mengalahkan Radwanska, adik petenis nomor dua dunia dan finalis Wimbledon, Agnieszka Radwanska.
Petenis berusia 21 tahun dari Amerika itu, yang dilatih mantan pemain ATP Jan-Michael Gambill, mengikuti turnamen itu sebagai "lucky loser".
Ia mengikuti turnamen dengan level yang lebih rendah bulan lalu di lapangan rumput Nottingham, setelah lolos dari babak penyisihan.
"Secara mental saya amat terbantu, karena saya dapat memenangi pertandingan," kata Vandeweghe, yang bekerja keras untuk masuk kembali ke urutan 100 petenis setelah mengalami cedera di Australia Terbuka.
"Saya berusaha menambah angka game demi game dan saya melakukannya dengan bekerja keras. Saya kira bila saya dapat melakukannya, maka saya akan beruntung di lapangan. Saya memiliki rasa percaya tinggi setelah mengalahkan Jankovic," katanya.
Unggulan utama Williams akan turun lapangan petang hari, seminggu setelah ia tampil sebagai juara di Wimbledon. (jk)


