Vettel dalam Jalur Tiga Gelar Formula Satu

New Delhi (AFP/ANTARA) - Penampilan cemerlang pebalap Sebastian Vettel di Asia menempatkannya berada dalam jalur untuk mencetak sejarah merebut tiga gelar juara dunia Formula Satu.

Namun jagoan tim Red Bull itu pesimis terhadap peluang juara saat pertandingan di India pekan ini.

Tiga kemenangan beruntun di seri balapan di Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, membuat pebalap asal Jerman menjadi pemuncak klasemen di atas pesaing yang telah lama berada di posisi terdepan, Fernando Alonso.

Hal itu lantas membuat Vettel menjadi favorit para penggemar untuk menjadi juara tiga kali Formula Satu yang termuda.

Namun Vettel (25), yang akan menyamai Michael Schumacher dan sang legenda Juan Manuel Fangio, meraih gelar dunia ketiganya secara berturut-turut, masih mempersiapkan diri untuk seri-seri akhir musim yang mendebarkan.

"Kami tahu apa yang harus kami lakukan dan apa yang diharapkan, namun kami tidak berharap apapun. Hal itu kembali terlihat seperti kepada balapan terakhir, tergantung kepada keadaan. Namun kami siap akan apapun," jelas Vettel.

Dengan tersisa empat seri, Vettel unggul enam poin dari pebalap Ferrari, Alonso. Sementara pebalap Lotus, Kimi Raikkonen, tertinggal 42 poin dan berada di posisi ketiga.

Kondisi tersebut memberi kemungkinan terjadi kembali keadaan yang sama pada akhir tahun, setelah Vettel baru memastikan gelar perdananya pada hari terakhir musim di 2010.

Alonso dan Ferrari tiba di Sirkuit Internasional Buddh, India, dan yakin mereka telah menyelesaikan masalah kemampuan kendaraan setelah usai melakukan uji terowongan angin.

Kepala perancang Ferrari Nicolas Tombazis mengatakan sejumlah uji angin yang terpisah telah membantu tim mengetahui letak kesalahan yang menghambat kemampuan peningkatan yang terbaru.

"Terowongan angin hanya dapat menjadi model atas hal yang sepertinya nyata namun tidak akan bisa nyata sepenuhnya," jelas Tombazis.

Menurut dia, keterangan yang didapat oleh terowongan angin tidak bisa sesuai 100 persen atas data yang didapat di sirkuit.

"Kami menemukan sejumlah kejutan yang kurang memuaskan dari beberapa peningkatan yang kami lakukan pada beberapa pertandingan yang lalu, sehingga dengan segera kami ingin memperbaikinya dan mengerti apa yang salah," tambah Tombazis.

Tim Mclaren juga masih percaya atas kemampuan mereka untuk kembali menguasai balapan untuk meraih gelar bagi timnya, dengan Lewis Hamilton dan Jenson Button mencoba mengejar gelar.

"Mereka (Red Bull) dalam jangkauan kami dan kami tidak akan pernah menyerah untuk merebutnya," kata Direktur Teknis Paddy Lowe.

"Saya rasa kami dapat melihat tahun ini, jika anda dapat menyisihkan di barisan depan dan kemudian mendapatkan kesempatan yang bagus atau tidak sama sekali," tambah dia.

Menurut Lowe, kesempatan tersebut berguna jika pebalap tetap berada di depan sehingga tim Mclaren bisa memutar keadaan saat kualifikasi.

Dia menambahkan perolehan tim Red Bull saat ini atas kemampuan dan kecepatannya hanya merupakan sebagian perang inovasi yang mendominasi disepanjang musim.

Lowe mengatakan Mclaren berencana untuk melakukan peningkatan lebih banyak sehingga dapat membuat tim kembali unggul pada pekan ini.

"Kami memiliki sejumlah perlengkapan besar yang sedang dikerjakan. Apakah hal itu cukup, kami belum tahu namun rencana itu akan digunakan ketika pertandingan di India dan Abu Dhabi," jelas Lowe.

Dia mengaku untuk mengalahkan pemuncak, Red Bull, begitu sulit, namun pihaknya yakin dapat memiliki kesempatan meraih posisi kedua.

"Kami selalu ingin menghalangi Ferrari di belakang kami. Hal itu merupakan yang terakhir kami ingin upayakan pada musim ini," kata Lowe. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook

Jajak Pendapat

Menurut Anda, berapa lama laga final Liga Champions pada 26 Mei 2013 dinihari waktu Indonesia?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat