Tokyo (AFP/ANTARA) - Jepang pada Kamis meluncurkan slogan negeri tersebut dalam upayanya menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2020, yakni "Menemukan Hari Esok," di saat mereka bertarung dengan Madrid dan Istanbul untuk ajang olahraga global tersebut.
Slogan itu disokong oleh tulisan "inspirasi global dan inovasi dinamis," yang mencerminkan upaya Jepang menggelar Olimpiade dan Tokyo sebagai kota penyelenggara, kata presiden komite pencalonan, Tzunekazu Takeda.
"Kami percaya bahwa Tokyo 2020 akan menjadi Pesta Olahraga yang memiliki nilai-nilai Olimpiade yang ditambahkan pada kehidupan sebagai kota penyelenggara dan masyarakatnya, serta menambahkan kebudayaan, adat, dan nilai-nilai mereka pada gerakan Olimpiade," ucapnya.
Takeda mengatakan "keramahan unik" yang dimiliki Jepang merupakan tema kunci.
"Itu hanya satu contoh dari kebudayaan tradisional, yang didasarkan pada nilai-nilai menghormati, keunggulan, dan persahabatan di Olimpiade, yang membuat Jepang begitu mempesona bagi para pengunjung," tuturnya.
Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah memilih ibukota Jepang, Madrid, dan Istanbul sebagai kandidat-kandidat terakhir untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, di mana kota yang menjadi pemenang akan diumumkan pada September tahun depan.
Namun hasil jajak pendapat yang dilakukan IOC memperlihatkan rata-rata dukungan masyarakat terhadap rencana melangsungkan Olimpiade hanya sebesar 47 persen di Tokyo, jauh lebih kecil dibanding 73 dan 78 persen untuk Madrid dan Istanbul.
Minimnya antusiasme publik merupakan alasan mengapa Tokyo kalah dari Rio de Janeiro, untuk menggelar Olimpiade 2016.
"Sulit untuk dibandingkan dengan kota-kota lain. Ini akan menjadi pertama kalinya di Turki untuk Istanbul, namun kami dapat menjadi penyelenggara Olimpiade yang lebih baik, sebab ini akan menjadi yang kedua kalinya di Tokyo," kata Takeda, mengacu pada fakta bahwa Tokyo pernah menjadi tuan rumah Olimpiade 1964. (jk)

