Jakarta (AFP/ANTARA) - Sutradara film dan penggemar berat New Yorks Knicks, Spike Lee menyerang balik pernyataan Floyd Mayweather yang menyerang Jeremy Lin bahwa dia terkenal karena ras dan bukan bakat basketnya.
Lee juga berbicara hari Rabu pada MSNBC tentang fenomena dunia "Lin-sanity" yang sedang melanda pemain basket AS pertama keturunan Taiwan dan China, yang mencetak poin paling banyak dari semua bintang NBA pada lima pertandingan pertama yang pernah dicetak sejak tahun 1976.
"Jangan coba menjelaskannya, atau menganalisisnya. Kita hanya bisa menonton dan menikmatinya. Terutama jika anda penggemar Knicks," ujar Lee.
"Ini merupakan kisah Amerika yang hebat."
Lin, point guard berusia 23 tahun yang mengambil jurusan kuliah ekonomi di Harvard, tidak memiliki kontrak di NBA, setelah Desember tahun lalu dipecat dari Golden State dan Houston, dan bermain sebentar bersama Knicks.
Namun ketika Carmelo Anthony tidak bisa tampil karena cedera selangkangan dan Amare Stoudemire absen selama sepekan setelah kematian kakaknya dalam kecelakaan mobil, Lin menerima kesempatan tersebut dan bermain dengan cemerlang.
Setelah berperan cemerlang yang memimpin Knicks meraih lima kemenangan berturut-turut dengan umpan yang tepat dan aksinya memasukkan bola yang hebat, Lin mencetak tiga-angka dengan sisa waktu pertandingan setengah detik pada hari Selasa, membuat tim mereka mengalahkan Toronto.
Mayweather mengatakan bahwa Lin menjadi sensasi hanya karena ia merupakan keturunan Asia.
"Jeremy Lin adalah seorang pemain yang hebat namun sensasinya adalah karena ia orang Asia. Pemain kulit hitam melakukan sama dengan apa yang dilakukannya setiap malam namun tidak mendapatkan pujian yang sama," ujar Mayweather dalam akun Twitternya hari Senin.
Setelah ia dikritik oleh para pengguna Twitter lainnya, Mayweather menyatakan bahwa komentarnya tersebut ditujukan sebagai dukungan untuk atlit kulit hitam.
Orangtua Lin pindah ke AS dari Taiwan pada tahun 1970an sementara salah satu nenek Lin tetap tinggal di China.
Lee yang sudah menggemari Knicks sejak lama juga memuji Lin tentang kecemerlangan permainan Lin dan betapa Lin sekarang menjadi pahlawan internasional dan semua orang membicarakannya, dalam majalah Sports Illustrated pekan ini. (ik/ml)



1 komentar